Kecewa dengan Dealer, Mercedes-AMG GT 63 S Dibakar

26/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Kecewa dengan Dealer, Mercedes-AMG GT 63 S Dibakar
Mengalami masalah keandalan dan layanan purna jual dealer Mercedes-Benz, vlogger asal Rusia dengan berat hati membakar Mercedes AMG GT 63 S miliknya.

Seorang Youtuber asal Rusia bernama Mikhail Litvin memiliki masalah dengan dealer Mercedes yang tidak mau melayani masalah mobilnya. Tak kunjung dapat titik terang atas masalah yang ia hadapi, Litvin melampiaskan kekecewaannya dengan membakar mobil performa tinggi miliknya.

>>> Mercedes-Benz Kembali Jadi Merek Otomotif Termewah

Gambar menunjukan Mobil dibakar

Litvin menyirami mobilnya dengan bensin

Mercedes AMG GT 63 S Dibakar

Menurut laporan Motor1, Litvin memiliki masalah Mercedes-AMG GT 63 S miliknya yang terus-menerus mogok sejak dia mendapatkannya dan dealer tidak melakukan apapun terkait masalah yang ia alami. Litvin dikatakan telah mengirim mobilnya ke dealer sebanyak lima kali dan dealer terus mencari alasan untuk tidak memperbaiki kendaraan dan hanya menyimpan mobilnya selama beberapa minggu tanpa memperbaikinya.

Dalam video yang diunggah di channel Youtube miliknya, akhirnya Litvin memutuskan untuk mengirim pesan ke Mercedes-Benz dan membakar Mercedes-AMG GT 63 S miliknya di tengah lapangan berumput yang basah. Dalam video yang ia buat, Litvin tak bicara sepatah kata pun. ia hanya turun dari mobil lalu mengeluarkan jerigen berisi bensin dari bagasi lalu menyirami Mercedes-AMG GT 63 S dengan bensin dan membakarnya.

>>> 5 Pilihan Harga Mobil Mercedes Benz Sport 2 Pintu Terbaru

Gambar menunjukan Mobil dibakar

Mercedes-AMG GT 63 S dibakar

Video Litvin Telah Ditonton Lebih dari 8 Juta Kali

Video yang dia buat ini telah diunggah lebih dari 24 jam dan telah mencapai lebih dari 8 juta penonton.

Dalam deskripsi videonya tersebut Litvin menuliskan "Saya telah lama memikirkan apa yang harus saya lakukan dengan Shark saya, setelah konflik dengan Mercedes. Saya pikir idenya adalah API! Itu saja. Akhirnya, aku bukan orang yang bahagia." tulis Litvin.

Fakta dari video yang diunggah Litvin ini kita tidak akan pernah tahu kisah nyata di balik video tersebut, apakah itu murni tindakan berekspresi karena masalah layanan purna jual kendaraan atau hanya aksi publisitas semata. Tapi satu hal yang pasti untuk hasilkan video ini, membutuhkan biaya yang sangat mahal dan diyakini pendapatan dari semua penonton video tersebut tidak dapat menutupi semua pengeluaran yang ditaksir mencapai Rp 5,6 miliar.

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

      

Share this post:
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top