Kebijakan Mudik Satu Arah Munculkan Masalah Bagi Pengusaha Otobus

16/05/2019
Belum lama ini, Pemerintah Indonesia merealisasikan kebijakan mudik satu arah atau dikenal One Way. Hal ini diupayakan agar arus mudik berjalan lebih lancar daripada tahun-tahun sebelumnya. Namun, siapa sangka, kebijakan tersebut justru memberi polemik bagi pihak Pengusaha Otobus (PO).

Disampaikan pada kompas.com, Anthony Steven Hambali selaku Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menuturkan bahwa langkah pemerintah akan kebijakan mudik satu arah sifatnya sepihak tanpa memikirkan berbagai aspek penting lainnya. Hal paling penting adalah bagaimana kelancaran transportasi umum.

Arus Mudik 2019 akan hadir dengan nuansa baru berkat kebijakan satu arah

Beginilah kira-kira suasana arus mudik jika berjalan satu arah

Pasalnya, kebijakan satu arah yang berlaku di Tol Cikarang Utama hingga Brebes Barat, memberi dampak pada jalur bus dari Jawa Timur yang tidak dapat memasuki Jakarta lewat tol. Otomatis, pihak PO tidak bisa menjemput masyarakat di terminal, malahan harus melalui jalur arteri yang cukup memakan waktu.

>>> Baca juga: Selain Wuling dan DFSK, Pabrikan China Ini Siapkan Kendaraan Listrik Untuk Pasar Indonesia

Di sisi lain, dampak negatif juga bisa dirasakan pada aspek kemacetan Ibu Kota karena kebijakan ini dirasa lebih memudahkan bagi kendaraan pribadi. Adapun potensi lainnya belum diperhitungkan lebih lanjut seperti arus mudik dari Jawa menuju lawan arah layaknya Sumatera maupun Lampung. Menanggapi hal ini, Anthony berasumsi bahwa kebijakan satu arah, malah lebih berorientasi pada kendaraan pribadi dan dinilai bertentangan dengan wacana pemerintah selama ini yang menginginkan masyarakat beralih ke transportasi umum.

IPOMI merupakan ikatan pengusaha otobus muda Indonesia

Salah satu bus IPOMI yang rencananya akan digunakan dalam kegiatan mudik

>>> Info menarik: Ada rencana untuk membeli mobil dalam waktu dekat? Tentukan model mobil pilihan Anda dan lihat harganya

Anthony juga berharap, “Harusnya diberikan Win-Win Solution seperti memberikan satu ruas Contraflow untuk pelat kuning atau penerapan satu arah tidak berlaku 24 jam, melainkan hanya situasional saja.” Apabila, ruas bus pelat kuning diadakan, tentu hal ini tidak menjadi masalah dan pihak PO masih dapat menjemput penumpang untuk melakukan mudik.

>>> Simak juga berita otomotif terlengkap dari Tanah Air hingga mancanegara hanya di situs Cintamobil.com

Franky Pratama

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
4

berita lain