Kebijakan Baru untuk Impor Mobil Vietnam Ditakutkan Mengganggu Hubungan Dagang Indonesia – Vietnam

28/02/2018

Pasar mobil
Kebijakan Baru untuk Impor Mobil Vietnam Ditakutkan Mengganggu Hubungan Dagang Indonesia – Vietnam
Sudah mendapatkan permintaan yang masih sedikit di Vietnam, produsen mobil roda empat di Indonesia sekarang menghadapi masa depan ekspor yang suram. Peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh otoristas Vietnam akan membuat pengiriman mobil menjadi lebih ketat.

Peraturan baru yang ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan Vietnam menyebutkan bahwa pedagang hanya diziinkan untuk mengimpor mobil jika mereka dapat memberikan sertifikat pendaftaran kendaraan yang dikeluarkan secara sah oleh pihak berwenang dari negara asal.

Gambar yang menunjukan mobil berwarna putih yang sedang dibawa oleh truk pengangkat mobil

Kebijakan impor mobil Vietnam ditakutkan menggangu perdagangan Indonesia

Produsen mobil harus mendapatkan sertifikat kontrol kualitas yang asli untuk setiap kendaraan beserta dengan surat otorisasi mengenai penarikan kembali kendaraan yang rusak. Tak hanya itu, pengekspor juga harus mencantumkan salinan sertifikat untuk jaminan kualitas yang disediakan oleh negara asal.

>>> Baca juga Rencana peraturan pemakaian jalan di Inggris

Sekertaris Jendral Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menyebutkan,

“Aturan baru ini menciptakan biaya tambahan, sebuah inspeksi yang lengkap mungkin memakan waktu satu hingga dua bulan, sementara mobil lain dari kiriman harus tetap berada di pelabuhan dan dikenai biaya setiap hari untuk penyimpanan.”

Peraturan ini juga mewajibkan importer untuk membawa satu mobil dari setiap batch yang dikirm ke Vietnam untuk melewati uji emisi dan keselamatan. Tentu saja, peraturan ini dibuat bertujuan untuk melindungi konsumen dan menciptakan persaingan yang lebih sehat, otoritas Vietnam menjelaskan.

Gambar yang menunjukan mobil yang sedang dinaikan ke dalam sebuah truk di samping mekanik

Peraturan ini memuat uji emisi dan keselamatan untuk mobil impor

Presiden Joko Widodo juga menyinggung kebijakan ini yang akan berdampak pada perdagangan bilateral kedua negara. Dengan ekspor mobil penumpang Indonesia ke Vietnam meningkat menjadi $241,2 Juta dari Januari hingga November tahun lalu, Indonesia merupakan eksportir ketiga terbesar setelah Thailand dan China.

Berlaku mulai 1 Januari tahun ini, penetapan peraturan ini membuat Toyota, salah satu importer mobil terbesar ke Vietnam telah menghentikan semua produksi untuk di ekspor ke pasar Vietnam. Perusahaan tersebut disebut memproduksi komponen mobil di Vietnam, namun melakukan impor unit yang dibangun sepenuhnya (Completety Built Unit / CBU) dari Thailand, Indonesia, dan Jepang.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Produsen mobil asal Jepang lainnya, Honda, sebelumnya juga telah merencanakan untuk mengkonsolidasikan semua produksi SUV di Thailand untuk mengambil keuntungan dari peraturan ini. Mereka memotong tarif impor untuk mobil yang dibangun dan dijual dalam Asosiasi Negara-Negara Asia tenggara (ASEAN) dari yang awalnya 30% menjadi nol.

Gambar yang menunjukan padatnya situasi lalu lintas dengan motor dan mobil yang berada pada jalanan Vietnam

Masuknya mobil impor ke Vietnam melemah tahun ini

Namun dengan berlakunya peraturan ini, Honda mengikuti jejak Toyota yang menangguhkan produksi kendaraan untuk pasar Vietnam yang di mulai dari awal Januari lalu. Langkah yang sama juga diambil oleh Mitsubishi Motors yang menghentikan produksi SUV Pajero Sports di Thailand yang dirancang untuk pasar Vietnam.

Saat ini, Vietnam hanya mengimpor 17 mobil dengan kurang dari sembilan kursi pada Januari tahun ini, dibandingkan dengan 3.700 unit hanya dalam dua minggu pada Januari 2017. Menurut Departemen Umum Kapabean Vietnam, Vietnam bahkan hanya mengimpor 337 CBU bulan lalu.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top