Kebijakan Baru Kosta Rika untuk Peningkatan Mobil Plug-In Listrik

09/01/2018

Pasar mobil
Share this post:
Kebijakan Baru Kosta Rika untuk Peningkatan Mobil Plug-In Listrik
Sampai saat ini, plug-in Electric Vechicles (PEVs) sudah masuk dalam kategori salah satu kendaraan yang kurang populer di Amerika Latin karena biaya produksi yang tinggi dan kurangnya fokus pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Namun, hal ini sepertinya tidak terjadi di Kosta Rika.

Menyusul kebijakan pemerintah China dalam mengembangkan teknologi mobil listrik di negaranya, Kosta Rika juga melakukan hal yang sama. Instansi pemerintah Kosta Rika mengembangkan kebijakan dan infrastruksi untuk menarik produsen mobil untuk mengirim PEV dan memberikan teknologi otomotif terbaru bagi penduduk Kosta Rika.

Kebangkitan pasar Kosta Rika

Dibandingkan dengan China, sepertinya Kosta Rika bukan pasar yang cukup besar untuk perkembangan industri. Jika dilihat dari pendapatan rata-rata per kapita, berdasarkan statistik Bank Dunia pada 2015, penduduk Kosta Rika hanya mendapatkan lebih dari $ 10.000 per tahun. Sedangkan kebanyakan mobil listrik plug-in mempunyai harga lebih dari $40.000 dan berada jauh dari jangkauan sebagian besar konsumen disini.

Kota kecil di Kosta Rika yang mempunyai jalanan yang masih sepi dengan lalu lalang mobil

Kosta Rika tampak seperti pasar yang kurang meyakinkan

Selain itu, pasar yang ‘kecil’ juga membuat negara ini bukan tempat yang bagus untuk mengembangkan usaha otomotif. Bayangkan saja, hanya 154.000 kendaraan yang terjual setiap tahunnya. Bandingkan dengan Indonesia yang mampu menjual lebih dari 750.000 kendaraan di kuartal kedua 2017 lalu.

>>> Baca juga, Hyundai dan Kia meningkatkan persaingan untuk industri otomotif

Tapi, semua ini sepertinya akan berubah dengan kabijakan baru dari pemerintah kosta Rika yang merencanakan untuk menghadirkan 37.000 mobil plug-in listrik pada 2022. Perkembangan ini ditandai dengan kebijakan pemberian intensif untuk pembelian mobil listrik pada tanggal 25 Desember tahun lalu. Intensif yang diberikan mencakup pajak penjualan, pajak konsumsi, dan bea cukai yang akan mengurangi 24% biaya PEV.

Kendaraan plug-in berwarna putih yang sedang melakukan pengisian bahan bakar di sebuah tempat pengisian bahan bakar

Pemerintah Kosta Rika mengumumkan kebijakan pemberian intensif untuk PEV

Kebijakan yang mendukung perumbuhan PEV

Perusahaan energi dan lingkungan, Group ICE dan Departemen Energi dan Lingkungan Hidup (MINAE) Kosta Rika mempromosikan mobil listrik pada Third Annual Latin America Clean Transport Forum yang digelar pada San Jose, Kosta Rika 20 September lalu. ICE mengatakan bahwa 76.6% pembangkit listriknya berasal dari energy terbarukan. Penghematan ini membuat perpindahan transportasi dari bahan bakar cari ke listrik bisa lebih signifikan.

>>> Baca juga perkembangan mobil baru di seluruh dunia disini

Suasana yang terekan pada Third Annual Latin America Clean Transport Forum yang digelar di Kosta Rika

Suasana pada Third Annual Latin America Clean Transport Forum

Departemen energi dan lingkungan Kosta Rika sedang mengembangkan kebijakan nasional untuk elektrifikasi transportasi yang akan dirilis sebagai bagian dari acara tahunan Oficializado Plan Nacional Energia akhir tahun lalu. Kebijakan ini digunakan untuk mengurangi emisi transportasi, termasuk kendaraan ringan dan komersial sert angkutan umum masal.

Terlepas dari kebijakan dan priositas industri otomotif ini, perkembangan kendaraan PEV di negara-negara Amerika Latin disebut mempunyai tantangan tersendiri. Tidak adanya pabrik manufaktur yang ada akan membuat biaya kendaraan akan menjadi lebih tinggi, apalagi tanpa intensif lokal.Mengimpor PEV bekas, yang mempunyai nilai jual kembali adalah metode efektif untuk mengenalkan pelanggan pada kemampuan PEV dan membangun kesiapan teknologi masyarakat.

>>> Baca juga berita industri otomotif lainnya disini

Share this post: