Kata Menperin Soal Mobil Buatan Indonesia Kena Safeguard di Filipina

13/01/2021

Pasar mobil

3 menit

Kata Menperin Soal Mobil Buatan Indonesia Kena Safeguard di Filipina
Filipina belum lama ini menerapkan kebijakan safeguard yang membuat mobil buatan Indonesia ikut terpengaruh karena harganya naik akibat dikenakan bea masuk.

Filipina belum lama ini merilis kebijakan baru terkait pengenaan bea masuk sebagai salah satu langkah pengamanan atau disebut safeguard terhadap kendaraan impor. Hal ini dilakukan guna melindungi industri otomotif lokal yang terkena dampak signifikan akibat pandemi corona. 

Mobil buatan Indonesia pun jadi ikut terkena dampak dari penerapan safeguard di Filipina tersebut. Adanya penerapan bea impor masuk membuat harga mobil buatan Indonesia bisa lebih mahal. Tanpa penerapan bea masuk dalam skema Safeguard industri otomotif Filipina disebut bisa-bisa sulit untuk pulih akibat dampak pandemi. 

ekspor mobil

Mobil buatan Indonesia ikut terkena dampak Safeguard

>>> Impor Mobil Hyundai di Indonesia Ikut Terganggu Virus Corona?

Mobil di Filipina Kebanyakan Diimpor

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pun angkat bicara. Dirinya menyebut bahwa pasar otomotif Indonesia lebih baik ketimbang Filipina. 

“Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa Industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” ujar Agus dalam keterangannya dilihat Cintamobil, Rabu (13/1/2021). 

Sekadar informasi, produksi kendaraan roda empat Indonesia pada tahun 2019 mencapai 1,286,848 unit. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95,094 unit. Saat ini, hampir seluruh mobil yang dijual di Filipina merupakan barang impor karena adanya bebas bea masuk. 

Lebih lanjut, Menteri Perindustrian mengatakan, perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan. 

“Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp 30 Triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif,” jelas Agus.

>>> Turki Jadi Negara dengan Pajak Mobil Tertinggi di Dunia

Pasar Otomotif Indonesia Masih Lebih Baik

Menperin Agus

Menteri Perindustrian saat memberikan keterangannya

Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun.

“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” imbuhnya.

Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta buah komponen kendaraan.

Terakhir, Agus menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. 

>>> Tak Ditunda Seperti Indonesia, Pameran Otomotif Filipina Dihelat Online

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top