Kala Pemilik Supercar Mengeluh Harga Bensin Naik

31/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Kenaikan harga bahan bakar di India membuat sejumlah pemilik supercar mengeluh. Bahkan mereka mulai mengurangi kegiatan berkendara supercar di akhir pekan.

Pemilik supercar identik dengan mereka yang berasal dari kalangan berduit. Masalah pajak ataupun bensin pun bukan jadi perhatian utamanya. Tapi tampaknya hal itu tidak berlaku bagi semua pemilik supercar. Di India misalnya, beberapa pemilik supercar justru protes saat harga bensin naik. 

Diberitakan Cartoq, harga bahan bakar di India memang tengah mengalami kenaikan belakangan ini. Kenaikan harga bahan bakar ini tentu membuat banyak publik kecewa. Bahkan sejumlah orang kaya yang memiliki supercar pun turut menyorot soal kenaikan harga bahan bakar ini.

pemilik supercar India

Prithvi mulai mengurangi kegiatan berkendara dengan mobil supernya

>>> Kisah Bugatti Chiron Super Sport, Mobil Sport Terkencang di Dunia!

Pemilik Supercar di India Keluhkan Harga Bensin Naik

Ya, supercar memang cenderung 'haus' dibandingkan mobil pada umumnya utamanya kalau bicara bahan bakar. Tentunya dengan kenaikan harga akan mempengaruhi pengeluaran khusus untuk bahan bakar itu sendiri. 

Seorang pemilik hotel yang memiliki dua supercar Prithvi Roychowdhury salah satunya. Biasanya Prithvi mengendarai supercar di akhir pekan untuk melakukan perjalanan singkat bersama teman-temannya. Namun setahun belakangan, Prithvi mulai mengurangi kegiatannya itu. 

"Pandemi menjadi salah satu alasan utamanya dan faktor lainnya adalah kenaikan harga bahan bakar. Sakit rasanya ketika Anda harus membayar mahal untuk bensin. Anda bisa bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan saat saya mengisi tangki sebanyak 75 liter," katanya. 

Prithvi bukan satu-satunya pemilik supercar yang mengeluhkan kenaikan harga bensin. Ada lagi seorang makelar benda tak bergerak Parveen Aggarwal yang memiliki lima unit supercar. Ia harus merogoh 10.000 rupee yang setara dengan Rp 1,9 jutaan setiap kali mengisi bensin supercar miliknya. 

"Ini bukan masalah mampu atau tidak mampu tapi menghabiskan 10.000 rupee setiap kali isi bensin jelas bukan sesuatu yang diinginkan," ungkap Parveen. 

>>> Pertama di Dunia! Lamborghini Dilapis 2 Juta Kristal Swarovski

Intensitas Perjalanan Dikurangi

pemilik supercar India

Anirudh juga kelugkan hal yang sama

Keluhan lainnya juga diutarakan Anirudh Agarwal yang membeli supercar pada tahun 2019. Kala itu harga bensin masih di kisaran 80 rupee per liter dan pada saat itu ia memilih bahan bakar kualitas bagus. 

"Saya memilih bensin dengan kualitas lebih baik yang mana harganya lebih mahal ketimbang bahan bakar pada umumnya tapi masih terhitung terjangkau. Tapi sekarang harganya sudah 150 rupee per liter. Saya biasanya melakukan perjalanan singkat tiga sampai empat kali seminggu tapi kini hanya satu kali," jelas pengusaha sekaligus pelajar itu. 

Kabarnya peningkatan harga bahan bakar di India memang cukup tinggi. Mereka bahkan membandingkan dengan harga bahan bakar di Amerika dan juga Inggris yang dinilai bisa lebih murah. 

"Saya merasa sedikit cemburu ketika ngobrol dengan teman di AS dan Inggris. Mereka hanya membayar setengah untuk bahan bakar sehingga sisanya bisa digunakan untuk membeli keperluan lain seperti aksesoris mobil. Kalau Anda punya mobil bagus tentu akan membuatnya lebih bagus bukan? Dan mereka melakukan itu," kata salah seorang yang enggan diketahui namanya. 

Saat ini harga bensin di India berbeda-beda tergantung wilayahnya. Namun untuk bensin dibanderol di kisaran 101-107 rupee atau mulai Rp 19.000-20.000 per liternya. Sementara diesel lebih murah yakni di kisaran Rp 17.000-18.000 per liter. 

>>> Bugatti Veyron Super Sport Edisi Terakhir Dijual

 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top