Jokowi Sebut 3 Tahun Lagi Mobil Listrik Bermunculan di Indonesia

13/10/2021

Pasar mobil

3 menit

Presiden Joko Widodo meyakini setidaknya dalam dua hingga tiga tahun ke depan mobil listrik bakal bermunculan dan mulai meramaikan jalanan di Indonesia.

Tren mobil listrik di pasar global juga bakal menghampiri Indonesia dalam waktu dekat. Presiden Joko Widodo bahkan menyebut mobil listrik bakal makin banyak bermunculan di jalanan Indonesia setidaknya tiga tahun ke depan.

Menurut Jokowi, Indonesia punya potensi besar untuk mengembangkan industri mobil listrik sendiri. Sejauh ini, mobil listrik murni bertenaga baterai di Indonesia jumlahnya masih bisa dihitung jari. Kalau secara angka baru ada empat model kendaraan listrik murni yakni Hyundai Kona Electric, Hyundai Kona Electric, Nissan Leaf, dan Renault Twizy.

Pemerintah sendiri sudah merilis sistem perpajakan yang memudahkan mobil listrik mengaspal di jalanan Indonesia. Salah satunya lewat keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) seperti tertuang dalam PP No.73 tahun 2019 dan PP 74 tahun 2021 yang berlaku mulai 16 Oktober 2021.

kendaraan listrik

Aturan perpajakan baru diharap bisa bikin harga kendaraan listrik turun

>>> First Drive Toyota C +Pod 2021: Bukti Nyata Pabrikan Dukung Pariwisata Di Bali

Ramaikan Jalanan Indonesia 3 Tahun Lagi

Aturan ini berpeluang menurunkan harga mobil listrik yang saat ini dinilai masih di atas rata-rata kemampuan orang Indonesia. Dengan begitu diharapkan mobil listrik akan diminati. 

"Nanti bisa lihat 3 tahun lagi, 2 atau 3 tahun lagi yang namanya mobil listrik mulai bermunculan dari negara kita, entah itu kerjasama dengan BUMN dengan swasta luar atau swasta sendiri yang jelas nilai tambah kita itu ada di dalam negeri," ungkap Jokowi disela-sela Pengarahan pada Peserta PPSA XXIII dan PPRA LXII Tahun 2021 LKNRI seperti disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/10/2021). 

Jokowi meyakini Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk pengembangan kendaraan istrik sendiri. Besarnya sumber daya nikel yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk membuat baterai kendaraan listrik ketimbang diekspor ke mancanegara. 

"Karena sekarang Krakatau Steel dengan pembaharuan yang ada pabrik street mill sudah bisa memproduksi lembaran-lembaran tipis yang bisa dipakai bodi mobil, dulu hanya dipakai untuk sasisnya sekarang bisa dipakai bodi mobilnya yang baru saya resmikan bulan lalu," tambah Jokowi lagi. 

Belum lama ini, Jokowi memang meresmikan pabrik baru Krakatau Steel. Selain itu, Jokowi juga diketahui melakukan prosesi peletakan batu pertama pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia sekaligus ASEAN milik PT HKML Battery Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu dibangun dari patungan usai Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan pemerintah Indonesia pada Juli lalu.

baterai kendaraan listrik

Pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang bakal suplai ke Hyundai dan KIA

Pabrik baru untuk manufaktur sel baterai ini akan dibangun di atas sebidang tanah seluas 330.000 meter persegi. Pembangunan pabrik akan diselesaikan pada semester pertama tahun 2023, sedangkan produksi sel baterai secara massal di fasilitas baru ini diharapkan dapat dimulai pada semester awal tahun 2024. 

>>> Luhut Harap Mobil Tanpa Asap Wuling Lahir di Indonesia Tahun 2022

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Indonesia Suplai ke Hyundai dan KIA

Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahunnya, yang mana cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV. Selain itu, fasilitas ini juga akan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 30 GWh agar dapat memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa yang akan datang.

kendaraan listrik

Penerimaan kendaraan listrik di Indonesia masih minim

Nantinya, sel baterai yang diproduksi di pabrik tersebut akan diaplikasikan ke kendaraan listrik milik Hyundai dan KIA di atas platform khusus BEV dari Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

"Semua komoditas yang ada kita dorong hilirisasi dan industrialisasainya misalnya tadi udah disampaikan oleh nikel yang bisa harus kita olah jadi katoda baterai, stainless steel jadi lithium baterai yang nanti diintegrasikan ke industri otomotif yang kita miliki," ujar Jokowi.

>>> Intip Harga Nissan Leaf di Sini

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top