Jokowi Minta PPKM Darurat Dievaluasi, Ini Tanggapan Korlantas Polri

19/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Presiden RI Joko Widodo menilai bahwa selama PPKM Darurat mobilitas masyarakat dinilai masih cukup tinggi. Maka dari itu ia meminta adanya evaluasi.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya evaluasi penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) karena mobilitas warga masih cukup tinggi. Jokowi mengungkapkan bahwa perlu ada evaluasi terkait penyekatan PPKM Darurat yang akan berakhir besok 20 Juli 2021.

>>> Sikap DPP Organda di Tengah PPKM  Darurat

Gambar menunjukan PPKM Darurat

Aturan PPKM  Darurat diminta dikaji ulang

Mobilitas Masyarakat Dinilai Masih Cukup Tinggi

Jokowi menuturkan bahwa mobilitas masyarakat saat ini masih ramai. Untuk itu ia meminta adanya evaluasi untuk menilai efektivitas pembatasan mobilitas untuk masyarakat ini. 

"Kita telah melakukan penyekatan-penyekatan tapi kalau saya lihat malam juga pagi tadi saya ke Pulo Gadung saya lihat masih cukup ramai. Tadi malam saya ke kampung juga masih ramai artinya penyekatan ini perlu kita evaluasi apakah efektif menurunkan kasus karena saat ini yang terkena dari keluarga-keluarga atau ada strategi lain yang mungkin kita intervensikan kesana. Sekali lagi tolong ada kajian yang lebih detail mengenai penyekatan ini," kata Jokowi menanggapi PPKM Darurat  yang disiarkan secara virtual Minggu (18/7/2021).

>>> Mobilitas Warga DKI Turun 50% Selama PPKM  Darurat

Gambar menunjukan Keluarga berkendara

Orang tua diminta turut berperan aktif menjaga dan mengingatkan keluarga

Perkantoran Sektor Esensial dan Non-esensial Diminta Patuhi Aturan

Sementara itu Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono meminta perkantoran sektor esensial dan non-esensial mematuhi aturan PPKM Darurat agar mobilitas warga dapat dikurangi. Hal ini diungkapkan untuk menanggapi pelaksanaan PPKM Darurat perlu dievaluasi.

“Harusnya tidak saja mengandalkan penyekatan dengan pengetatan mobilitasnya, namun sektor esensial dan non-esensial patuh aturan. Kalau sektor hulu patuh akan sangat mengurangi beban mobilitas di jalan,” ungkap Istiono. 

Kakorlantas menyebut mobilitas warga di tingkat desa maupun perkampungan memang masih tinggi. Oleh karena itu, dia meminta seluruh sektor berperan aktif mengurangi mobilitas masyarakat.

“Oleh karena itu, peran camat, kepala desa, RT/RW serta tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas-ormas ikut berperan aktif kurangi mobilitas masyarakat. Baik dengan cara sosialisasi maupun pengetatan keluar-masuk desa, perkampungan, dan perumahan,” jelas Kakorlantas.

Kemudian, Kakorlantas juga meminta orang tua turut berperan aktif menjaga dan mengingatkan keluarga sendiri.

“Semua potensi masyarakat harus berperan aktif memutus penyebaran COVID-19 melalui langkah-langkah tersebut,” tandasnya.

>>> Pahami Etika Berkendara dan Menjaga Emosi Berkendara di Jalan Raya

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.

 
back to top