Jokowi Khawatir 18,9 Juta Orang Tetap Mau Mudik Meski Ada Larangan

30/04/2021

Pasar mobil

4 menit

Jokowi Khawatir 18,9 Juta Orang Tetap Mau Mudik Meski Ada Larangan
Presiden Joko Widodo menyampaikan kekhawatirannya akan peningkatan kasus covid. Pasalnya meski ada larangan mudik 18,9 juta orang tetap ingin pulang kampung.

Presiden Joko Widodo menyampaikan kekhawatirannya bila masyarakat tetap menjalankan tradisi mudik pada Libur Lebaran tahun ini. Bukan tanpa alasan, kekhawatiran Jokowi berkaitan dengan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. 

Pandemi corona memang belum usai melanda Tanah Air sejak Maret 2020. Sejumlah upaya sudah dilakukan pemerintah nyatanya belum berhasil menghentikan penyebaran virus corona. Larangan mudik salah satu upaya tersebut. 

>>> Simak Daftar Titik Penyekatan Mudik Lebaran 2021

Belasan Juta Masyarakat Indonesia Masih Kekeuh Mudik

Presiden Jokowi

Jokowi menekankan agar para Kepala Daerah terus memantau pergerakan kasus positif

Tahun lalu, pemerintah juga telah memberlakukan larangan mudik guna menekan angka penyebaran virus corona. Pun demikian dengan tahun ini dimana larangan mudik makin ketat dengan sejumlah aturan dan sanksi sudah disiapkan. 

Tapi itu tampaknya tak menyurutkan niat masyarakat Indonesia yang untuk pulang ke kampung halaman. Disebutkan Jokowi masih ada belasan juta orang tetap ingin mudik meski sudah dilarang. 

"Survei yang terkait dengan mudik sebelum ada larangan mudik, yang mau mudik 89 juta orang kurang lebih 33%. Begitu ada larangan mudik turun menjadi 11% angkanya 29 juta. Begitu kita sosialisasi mengenai larangan mudik turun 7%, angkanya masih besar 18,9 juta orang yang masih akan mudik," jelas Jokowi seperti disiarkan Youtube Sekretariat Presiden. 

Untuk itu, dirinya mengingatkan agar masyarakat Indonesia bisa tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Jokowi tak ingin kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali naik. Padahal, saat ini tren mulai menurun di angka 4.000-6.000 kasus per hari. 

>>> Larangan Mudik Jadi Tambah Lama, Ini Aturannya!

Liburan Membuat Kasus Positif Naik

Masyarakat Dilarang Mudik tapi Kok Boleh ke Tempat Wisata?

Saat mudik masyarakat dikhawatirkan abai terhadap protokol kesehatan

Belajar dari pengalaman, biasanya hari libur diikuti oleh peningkatan kasus positif. Supaya tak terulang, perlu ada pengetatan terhadap kedisiplinan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan. Dibeberkan Jokowi pada tahun lalu ada empat libur panjang yang menjadi penyebab kenaikan angka positif Covid yakni libur Idul Fitri naik 93%, libur Agustus 119%, libur Oktober naik 95%, dan Tahun Baru 78%.

"Yang paling penting kita menekankan disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan, kuncinya di situ. Disiplinkan masyarakat secara ketat, saya khawatir mengenai mudik di Hari Raya Idul Fitri yang akan datang," ungkap Jokowi lagi. 

Gelombang kedua virus corona memang tengah melanda sejumlah negara di dunia. Paling parah menimpa India, bahkan beberapa ahli menyebutnya sebagai 'Tsunami Covid-19'. India sendiri sudah berhasil menekan angka penyebaran pada tahun lalu. Hingga akhirnya pemerintahnya lalai dan menyebabkan lonjakan kasus yang cukup signifikan yakni sebesar 350.000 kasus aktif dalam satu hari. 

Selain India negara-negara seperti Turki, Brazil, hingga Uni Eropa sekalipun masih berjuang menghadapi gelombang kedua penyebaran kasus corona. 

"India bulan November menuju ke Oktober sampai Januari berhasil melandaikan kurvanya, kita telepon ke Menkes India kuncinya lockdown sehingga adopsi di sini jadi PPKM skala mikro saat itu India berhasil menurunkan sampai ke 10 ribu kasus per hari. tetapi kita tau hari-hari ini terjadi lonjakan yang sangat eksponensial di india menjadi 350 ribu kasus aktif per hari," kata Jokowi.

>>> Masyarakat Dilarang Mudik tapi Kok Boleh ke Tempat Wisata?

 
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top