Joe Biden Ingin Produsen Otomotif di AS Jual Banyak Mobil Listrik

31/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Pemerintah Amerika Serikat (AS) ingin portofolio 40 persen penjualan mobil baru adalah mobil listrik direalisasikan para produsen otomotif di negaranya.

Presiden Joe Biden mendukung rencana produsen mobil di Amerika Serikat (AS) untuk menjual banyak electric vehicle (EV) atawa mobil listrik mulai 2030. Setidaknya hal itu bisa mempercepat program pemerintah mengurangi emisi karbon yang disebabkan pembakaran bahan bakar fosil.

Foto menunjukkan Presiden AS Joe Biden bersama petinggi Ford, Bill Ford

Pemerintah AS dukung percepatan EV di negaranya

Biden ingin rencana tersebut benar-benar dilaksanakan sebagaiamana dikutip dari Reuters, pihak pemerintah AS saat ini tengah dalam diskusi dengan para produsen mobil terkait target penjualan EV. Bagaimana skema pelaksanaannya, lalu jenis kendaraannya seperti apa, memasukkan mobil plug in hybrid, atau hanya EV sepenuhnya yang ditenagai baterai.

>>> Joe Biden Janji Hadirkan Banyak Mobil Listrik untuk Armada Pemerintah

Ditentang Serikat Pekerja

Berbeda dengan rencana pabrikan dan dukungan dari Pemerintah, serikat pekerja otomotif di AS, United Auto Workers (UAW) menyatakan tidak setuju.

"UAW masih dalam diskusi dan belum mencapai kesepakatan pada saat ini," kata juru bicara UAW Brian Rothenberg, seperti diberitakan Reuters, (29/7/2021).

UAW menentang karena hal itu dianggap membahayakan ribuan pekerja. Mereka bisa kehilangan pekerjaan karena produksi EV tidak membutuhkan pekerja sebanyak produksi mobil konvensional. Misalnya di pembuatan mesin dan transmisi akan dipangkas secara besar-besaran.

Rencana Penjualan EV

Peningkatan penjualan EV di masa depan memang menjadi rencana para produsen mobil. Selain upaya mengurangi polusi udara, juga disebabkan permintaan pasar yang semakin meningkat.

Stellantis misalnya, perusahaan yang membawahi Fiat Chrysler Automobiles dan grup PSA menargetkan 40% mobil yang dijual di AS tahun 2030 berupa mobil rendah emisi. Ford juga sama pada 2030 sebanyak 40% mobil yang dijual di pasar global adalah mobil listrik.

Sedangkan General Motors (GM) berencana mengakhiri penjualan mobil penumpang mesin bensin di AS pada 2035.

>>> Serius Garap Mobil Listrik, GM Naikkan Investasi Jadi Rp 506 Triliun

Foto menunjukkan aktivitas pekerja di pabrik mobil General Motors Fairfax Virginia AS

Serikat pekerja otomotif AS tidak setuju program percepatan EV

Banyak juga pemerintah negara bagian AS yang mengambil keputusan secara independen, melarang penjualan mobil konvensional di wilayahnya di masa mendatang. Misalnya California, New York dan Massachusetts, bakal pelarangan penjualan kendaraan penumpang baru berbahan bakar fosil pada tahun 2035.

Secara kualitas udara Amerika Serikat (AS) cukup baik. Berdasarkan data IQAir AS berada di peringkat 84 negara paling berpolusi di dunia tahun 2020. Jauh lebih baik dibanding Indonesia yang berada di peringkat 9. Sedangkan peringkat 1 negara paling berpolusi adalah Bangladesh.

>>> Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Dijual di Indonesia

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top