Jembatan Manula Selesai Dibangun, Bengkulu-Lampung Makin Singkat

09/02/2020
Kementarian PUPR umumkan Jembatan Manula penghubung Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung selesai dibangun. Jarak tempuh Bengkulu-Lampung kini makin singkat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang Ditjen Bina Marga mengumumkan pembangunan Jembatan Manula penghubung Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung telah selesai pada akhir 2019.

Foto Jembatan Manula yang baru selesai dibangun

Jembatan Manula, penghubung Bengkulu dan Lampung

1. Mempersingkat Jarak Tempuh

Dalam keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram @kemenpupr, (7/2/2020) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Manula merupakan upaya pemerintah dalam pemerataan hasil pembangunan, serta mengurangi jarak antara satu tempat dengan yang lain.

"Pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas di berbagai wilayah untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan, sekaligus mengurangi disparitas antar wilayah," tutur Menteri Basuki. "Daya tahan Indonesia sangat tergantung pada ketangguhan infrastruktur yang kita miliki, di kota, di desa, di kawasan pedalaman, di kawasan perbatasan, serta pulau-pulau terluar dan terdepan," tambahnya.

Foto aslpal Jembatan Manula, masih mulus dan halus

Jarak tempuh Bengkulu-Lampung makin singkat

Sementara, Kepala BPJN III Padang, H Aidil Fiqri menuturkan, selesainya pembangunan Jembatan Manula bakal memperlancar konektivitas masyarakat, mempersingkat jarak tempuh dari Provinsi Lampung ke Provinsi Bengkulu dan sebaliknya.

"Alhamdulillah, masyarakat sangat senang dengan selesainya jembatan ini, bahkan sudah digunakan oleh pengendara yang melintas dan digunakan untuk berswafoto. Karena diapit oleh dinding tebing serta rimbunnya hutan lindung yang sedap dipandang," kata Aidil, seperti dikutip dari JPP, (06/2/2020).

>>> [Infografis] Progres Jalan Tol Trans Sumatra Per Januari 2020

2. Tahap Pembangunan

Jembatan Manula adalah pengganti jembatan lama yang cukup berbahaya karena letaknya di hilir dengan kontur jalan menanjak dan menikung tajam. Seringkali kecelakaan terjadi terutama kendaraan besar dan bermuatan berat.

Foto Jalur Lintas Sumatra bagian barat

Jalur Lintas Sumatra banyak tikungan, tanjakan dan turunan tajam

>>> Ini Sudut Pandang Pengemudi Truk Terhadap Titik Buta Pada Truk

Jembatan ini dibangun di Desa Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dengan ukuran panjang 215 meter, lebar 10,5 meter, bentang jembatan 6 bentang. Pembangunan menelan biaya Rp168 miliar dengan proses pembangunan dimulai secara bertahap, yaitu:

  • Tahun 2010 proses Survei Desain (DED) serta pembebasan lahan.
  • Tahun 2013 pengerjaan konstruksi Tahap I oleh PT. Nindya Karya
  • Tahun 2016 pengerjaan konstruksi Tahap II oleh PT. Cahaya Tunggal Abadi
  • Tahun 2017 pengerjaan konstruksi Tahap III oleh PT. Trigaya Ciptamarga, dan
  • Tahun 2019 pengerjaan konstruksi Tahap IV oleh PT. Surya Alnusa Mandiri.

Dinamakan Manula sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kepada salah seorang tokoh yang dimakamkan di sekitar jembatan, yaitu Syekh Aminullah.

>>> Simak berita mobil terlengkap dan terupdate hanya di Cintamobil.com

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
3

berita lain