Jelang F1 2019, Mari Berkenalan Dengan Tim dan Pembalap (Bagian I)

14/03/2019

Pasar mobil
Share this post:
Jelang F1 2019, Mari Berkenalan Dengan Tim dan Pembalap (Bagian I)
Tak terasa ajang jet darat Formula 1 akan kembali bergulir di Albert Park, Australia, 15 hingga 17 Maret 2019. Sebelum menonton seri pertama, mari berkenalan dengan para kompetitor F1 2019.

Tes pramusim di Barcelona usai digelar sejak 18 Februari hingga 6 Maret 2019. Scuderia Ferrari mencatatkan beberapa kemajuan dengan meraih waktu tercepat beberapa sesi, diikuti Toro Rosso, Renault, dan McLaren. Juara bertahan Mercedes sedikit mengalami kesulitan, antara lain masalah pengendalian yang dialami Valtteri Bottas saat tes pertama serta tekanan oli di pekan kedua.

Salah satu titik perhatian pada F1 2019 adalah aturan baru aerodinamika, khususnya sayap depan yang lebih simpel. Pembalap Haas F1 Team, Kevin Magnussen yakin pembaruan paket aero akan meningkatkan aksi menyalip, terucap lewat komentarnya di sela tes.

“Keseluruhan mobil terasa lebih konsisten dan stabil di belakang mobil lain. Jadi saya tidak sabar mengetahui apakah hal yang sama juga terjadi di trek lain, “ucap Magnussen, dikutip dari Motorsport.com.

“Ada berbagai faktor yang mungkin terlewat, jadi mungkin di trek lain akan berbeda. Tapi ini tanda-tanda awal yang bagus,” tutup pembalap Denmark tersebut.

10. ROKiT Williams Racing

Robert Kubica - George Russell

Kombinasi pembalap senior-rookie jadi keunikan tersendiri

Salah satu tim senior di F1 ini resmi menggandeng perusahaan telekomunikasi asal California, Amerika Serikat. Usai hasil kurang memuaskan musim lalu, Williams merombak total lini pembalapnya. Kombinasi Robert Kubica dan George Russell untuk tahun ini terbilang unik, karena memadukan pembalap senior serta rookie. Sebagai pembalap yang pernah membela BMW Williams satu dekade silam, tentu Kubica akan menjadi sosok mentor bagi Russell, juara Formula 2 2018.

Skuat bermarkas pusat di Grove, Inggris ini akan memakai mobil Williams FW42 untuk mengarungi gelaran F1 2019. Sir Frank Williams kembali tampil sebagai team principal (kemungkinan akan diwakilkan oleh Claire, putrinya) serta Paddy Lowe menjabat posisi technical chief.

>>> Baca juga: Peringati Ulang Tahun ke-50, Porsche 917 Mendapatkan Restorasi Modern

Selayang Pandang FW42

Williams FW42

Warna biru muda menyegarkan mata

Agak lebih segar. Itulah kesan kami setelah melihat perpaduan warna biru muda dan putih di bodi FW42. Setelah ditinggal sponsor Martini, Williams tak bisa lagi memakai corak balap khas produsen minuman beralkohol itu. Sebagai gantinya, dipilihlah motif biru samar-samar untuk meramaikan dominasi putih. Sejumlah sponsor seperti ROKiT dan Rexona terlihat di penutup mesin, sidepod, serta sayap belakang.

Mesin Mercedes M10 EQ Power+
Sasis FW42
Juara Konstruktor 9 kali
Klasemen 2018 10 (7 poin)

>>> Berniat nonton bareng F1 2019? Simak berbagai tips aman di jalan berikut!

9. Red Bull Toro Rosso

Daniil Kyvat - Alexander Albon

Akhirnya hadir kembali wakil Asia Tenggara di F1 setelah Rio Haryanto

Adik dari skuat Red Bull Racing ini kembali memakai mesin Honda. Pindah dari McLaren, pabrikan bermarkas pusat di Minato, Tokyo itu tak kunjung menampilkan performa menjanjikan tahun lalu. Toro Rosso hanya bertengger di peringkat kesembilan dengan total 33 poin dengan pembalap Brendon Hartley dan Pierre Gasly. Praktis tidak ada peningkatan dari 2017 ketika masih bersama tim oranye McLaren.9. Red Bull Toro Rosso Honda

Sama seperti Williams, Toro Rosso mengganti seluruh lini pembalapnya. Daniil Kyvat comeback ke  F1 2019 setelah terakhir tampil di tim ini dua musim lalu. Ia akan mendampingi rookie lainnya berdarah campuran Inggris/ Thailand, Alexander Albon. Sebuah kegembiraan bagi kita sebagai negara tetangga karena akhirnya kembali hadir pembalap dari Asia Tenggara.

Tim asal Faenza, Italia itu memakai sasis STR14. Franz Tost didapuk sebagai team principal, sedangkan jabatan technical chief belum diumumkan.

>>> Dapatkan berita pasar mobil terlengkap hanya di Cintamobil.com

Selayang Pandang STR14

Toro Rosso STR14

Nyaris tidak ada perubahan dibanding musim lalu

Dilihat dari livery, nyaris tidak ada perubahan dengan STR13. Posisi desain dua sponsor utama, Red Bull dan Honda di bagian sidepod juga sama. Hanya saja untuk livery kedua pembalapnya ditambah warna hitam pada bagian dada.

Mesin Honda RA619H
Sasis STR14
Juara Konstruktor -
Klasemen 2018 9 (33 poin)

>>> Sedang mencari mobil Honda? Cintamobil.com punya pilihannya!

8. Alfa Romeo Racing

Kimi Raikkonen - Antonio Giovinazzi

Raikkonen kembali ke tim lamanya

Sauber berganti nama menjadi Alfa Romeo Racing setelah menggaet pabrikan asal Italia itu musim lalu. Bersama Charles Leclerc dan Marcus Ericsson, skuat asal Hinwill, Swiss tersebut mengumpulkan 48 poin, dengan Leclerc 10 kali menggondol poin. Naik kelas ke Scuderia Ferrari, pembalap Monako itu bertukar kursi dengan Kimi Raikkonen yang kembali ke tim lamanya saat debut ajang jet darat 18 musim silam. Ia akan menemani Antonio Giovinazzi, debutan dengan pengalaman di berbagai kejuaraan seperti DTM dan WEC.

Frédéric Vasseur ditunjuk sebagai team principal, duet dengan Simone Resta, technical chief. Keduanya akan memimpin tim untuk memaksimalkan potensi C38 hingga akhir F1 2019.

>>> Mungkin Anda tertarik: Review Chevrolet Camaro 2019: Punya Transmisi Baru dan Tampilan Makin Sangar

Selayang pandang C38

Alfa Romeo Racing C38

Logo Alfa Romeo nampak lebih besar

Tidak lagi berbentuk lingkaran, logo sponsor utama di bagian penutup mesin nampak lebih besar, hanya ada gambar salib dan ular serta tulisan Alfa Romeo di sebelah kanan. Corak merah juga menghiasi bagian samping sayap belakang. Aksen garis dengan tulisan Sauber Engineering di antara sidepod dan penutup mesin lebih flowing, berbeda dengan C37 yang nampak patah.

Mesin Ferrari 064
Sasis C38
Juara Konstruktor -
Klasemen 2018 8 (48 poin)

>>> Baca sejarah Tim Sauber di sini!

7. Racing Point F1 Team

Sergio Perez - Lance Stroll

Sergio Perez punya tandem baru

Setelah 10 tahun berlaga, Force India mengalami kesulitan di pertengahan 2018 hingga akhirnya dibeli oleh konsorsium beberapa pengusaha dipimpin oleh Lawrence Stroll, ayah dari Lance Stroll. Raihan 59 poin yang dikumpulkan hingga GP Belgia hangus, karena tim berganti nama menjadi Racing Point Force India. Musim ini, nama Force India telah hilang dari daftar kontestan F1 2019. Hengkang dari tim, kursi Esteban Ocon diisi oleh Stroll, tandem Sergio Perez.

Meski mendapat pemangkasan poin, Racing Point Force India tetap solid hingga seri terakhir di Abu Dhabi dengan raihan 52 angka. Skuat besutan Otmar Szafnauer dan Andrew Green sebagai technical chief ini berpotensi kembali menjadi kuda hitam.

>>> Baca juga: Drifter Jepang Pakai Toyota GR Supra Bermesin 2JZ

Selayang pandang RP19

Racing Point F1 RP19

Sponsor baru, aksen baru

Bergantinya nama tim otomatis mengubah kode sasis, dari VJM menjadi RP. Merek BWT yang terdapat di bagian sirip digantikan oleh SportPesa, sponsor baru musim ini. Hadirnya situs judi online menambah corak biru tua di beberapa bagian, yakni penutup mesin dan sayap depan-belakang.

Mesin Mercedes M10 EQ Power+
Sasis RP19
Juara Konstruktor -
Klasemen 2018 7 (52 poin)

>>> Harga Mercedes berbagai varian bisa dicek di Cintamobil.com!

6. McLaren F1 Team

Carlos Sainz - Lando Norris

Jebolan F2, mampukah Lando Norris beradaptasi?

Skuat asal Woking, Inggris tersebut merasa lebih nyaman memakai mesin Renault, terbukti dengan torehan peringkat keenam klasemen akhir F1 2018. Usai Fernando Alonso gantung helm, dan Stoffel Vandoorne hijrah ke Formula E, lini pembalap diisi oleh eks pembalap Renault F1, Carlos Sainz, serta jebolan F2 lainnya, Lando Norris.

Dipimpin oleh Zak Brown dengan Gil de Ferran sebagai kepala mekanik, McLaren F1 berpotensi kembali meramaikan persaingan tim papan tengah F1 2019.

Selayang pandang MCL34

McLaren MCL34

Sponsor rokok terselubung di bodi mobil McLaren F1

Oranye tetap dipilih sebagai warna dominan mobil, kini dengan tambahan aksen biru tua di bagian belakang. Dikutip dari situs resmi British America Tobacco, A Better Tomorrow merupakan nama kampanye dari perusahaan rokok gabungan dua negara untuk mewujudkan hari esok lebih baik melalui produk-produk yang tidak terlalu membahayakan kesehatan, seperti vape. Aksen hitam di bagian samping bawah turut menambah kesan garang MCL34.

Mesin Renault E-Tech 19
Sasis MCL34
Juara Konstruktor 8 kali
Klasemen 2018 6 (62 poin)

>>> Nantikan lima tim peserta F1 2019 berikutnya hanya di Cintamobil.com. Anda bisa membaca berita otomotif lainnya di sini!

Share this post:
 
back to top