Jasa Marga Raup Untung Rp 501 Miliar Meski Trafik Jalan Tol Menyusut

31/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Jasa Marga Raup Untung Rp 501 Miliar Meski Trafik Jalan Tol Menyusut
Di tengah guncangan pandemi Covid-19 dan penurunan trafik jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) berhasil menutup tahun 2020 dengan laba bersih Rp 501,05 miliar.

Sejumlah bidang bisnis terkena dampak adanya pandemi Covid-19, termasuk infrastruktur dan transportasi. Namun demikian,PT Jasa Marga (Persero) Tbk tak benar-benar merugi. Dalam keterangan resminya, (30/3/2021), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) plat merah itu mengungkapkan perusahaan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 501,05 miliar di tahun 2020.

“Pencapaian kinerja positif Perseroan dapat dilihat dari kemampuan Perseroan untuk tetap mencatatkan laba bersih yakni sebesar Rp 501,05 miliar sesuai laporan keuangan audited Perseroan Tahun 2020,” tulis keterangan resmi tersebut.

Efisiensi dan Penambahan Aset

Menurunnya trafik jalan tol selama hampir satu tahun membuat Jasa Marga harus melakukan sejumlah langkah strategis agar kinerja keuangannya tetap stabil. Diantaranya memberlakukan berbagai efisiensi dan menambah aset untuk menambah pendapatan.

>>> Wajib Tahu, Ini Tarif Layanan Derek Jalan Tol Resmi

Foto salah satu ruas tol Jasa Marga

Sukses cetak laba bersih ratusan miliar rupiah di tengah pandemi

Di samping itu BUMN tersebut juga mendukung likuiditas dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I pada tanggal 8 September 2020 senilai Rp 2 triliun. Adapun permintaan yang masuk untuk Obligasi Berkelanjutan II tersebut mencapai angka Rp 2,7 triliun melebihi nilai yang ditawarkan.

Sedangkan untuk menambah diversifikasi produk pendanaan, Jasa marga menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) dengan nama instrumen SBK I PT Jasa Marga (Persero) Tbk 2020 ("SBK Jasa Marga"). Nilainya mencapai Rp 566 miliar dan terdaftar di Bank Indonesia (BI).

Untuk peningkatan pendapatan, perusahaan pelat merah itu mengoperasikan sejumlah ruas tol baru, yaitu jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu sepanjang 26,35 Km mulai akhir September 2020, jalan Tol Pandaan-Malang seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,11 km pada April 2020

Lalu konsesi baru juga ditambahkan. Seperti pembentukan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) untuk menangani pengerjaan proyek Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 Km. Tol ini bernilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun dengan masa konsesi 40 tahun. Proyek baru ini membuat panjang tol Jasa Marga di Indonesia secara keseluruhan mencapai 1.603 Km di akhir 2020.

Foto pemandangan Tol Pandaan-Malang

Indahnya Tol Pandaan-Malang menangkan penghargaan Green Toll Road Indonesia

Penambahan anak usaha

Selain efisiensi dan penambahan aset, laba bersih Jasa Marga juga didukung oleh pencapaian anak usaha Jasa Marga, yaitu PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), dan PT Jasamarga Related Business (JMRB).

JMTO menangani layanan transaksi dan layanan lalu lintas, JMTM menangani pemeliharaan dan konstruksi jalan. Sedangkan JMRB mendukung bisnis prospektif yang bergerak di bidang pengembangan bisnis di koridor jalan tol. Total kontribusi ketiga anak usaha Jasa Marga tersebut mencapai 8,60% dari total pendapatan usaha perusahaan.

“Dengan adanya berbagai pencapaian yang diperoleh pada tahun 2020 ini, Perseroan berupaya untuk terus mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan mampu bersaing dalam industri jalan tol dengan berlandaskan Good Corporate Governance.” tutup Jasa Marga dalam rilisnya.

>>> Selain Bangun Jalan Tol, Ini 9 Inovasi Jasa Marga di Usianya yang Ke-43

Foto Jalan Tol Manado-Bitung senja hari

Tol Manado-Bitung, tol pertama di Indonesia yang diresmikan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo

>>> Baca juga berita menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top