Jalanan Kota Semarang Tidak Lagi Disekat

04/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Penyekatan di Kota Semarang resmi berakhir meski PPKM Level 4 diperpanjang. Kini seluruh ruas jalan kembali bisa diakses kendaraan umum maupun pribadi.

Menyusul perpanjangan kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 9 Agustus 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang Jawa Tengah memilih mengakhiri penyekatan seluruh ruas jalan.

"Kita sepakat hari ini kita membuka sekat-sekat jalan di Kota Semarang," tutur Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (3/8/2021).

Sudah dikoordinasikan

Menurut Walikota, keputusan pembukaan sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak, serta mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya angka kasus Covid-19 yang cenderung menurun.

Selain itu keputusan juga sesuai arahan Pemerintah pusat yang menyerahkan pengaturan mobilitas ke masing-masing daerah kabupaten/kota.

"Kita sudah koordinasi dengan Kapolrestabes Semarang untuk membuka sekat," kata bang Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang.

>>> PPKM Level 4 Diperpanjang, Aturan Mobilitas Diserahkan ke Daerah

Foto menunjukkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi

Pemkot Semarang mengakhiri penyekatan jalan

Penyekatan di Kota Semarang sudah dimulai sejak PPKM Darurat guna mengurangi mobilitas warga. Ada sekitar 44 ruas jalan yang disekat, baik di dalam kota maupun di pinggiran yang berbatasan dengan wilayah lain.

Sebagian ditutup total 24 jam seperti Kawasan Simpang Lima dan akses masuk kota via jalan tol, sedangkan sebagian lain dilakukan sistem buka tutup.

Penyekatan kemudian dikurangi menjadi 16 ruas jalan saat PPKM Darurat diperpanjang dan berganti status menjadi PPKM Level 4. Kemudian dikurangi lagi hingga akhirnya dibuka seluruhnya pada PPKM kali ini.

Aturan kegiatan tetap berlaku

Dibukanya akses tak menghilangkan aturan kegiatan dan mobilitas masyarakat. Seperti transportasi umum yang berlaku kapasitas maksimal 50% hingga usaha kecil seperti PKL, warteg, restoran dan yang sejenis beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan pengunjung dibatasi.

Protokol kesehatan juga tetap berlaku, seperti memakai masker dengan benar dan physical distancing.

Bagi warga yang mau bepergian keluar wilayah aglomerasi wajib menyertakan kartu vaksin minimal dosis pertama serta surat keterangan negatif Covid-19 (PCR maupun Rapid Test Antigen).

Sedangkan yang bepergian di wilayah aglomerasi Kedungsapur, yakni Kendal, Demak, Ungaran (Kab. Semarang), Kota. Semarang, Kota Salatiga dan Purwodadi tidak diwajibkan.

"Semalam muncul Inmendagri pukul 23.00 baru sampai di tempat kita. Tidak ada perubahan yang berarti. Masih sama seperti perlakuan PPKM sebelumnya," jelas Hendi.

>>> Tempat Wisata di Semarang Tutup Sampai PPKM Darurat Selesai

Foto polisi mengatur lalu lintas di jalur Semarang-Demak Jawa Tengah

Tak ada lagi penyekatan, protokol kesehatan tetap berlaku

>>> Tinggal di Kota Semarang, temukan mobil impianmu di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top