Jadwal Cuti, Larangan, dan Penyekatan Mudik Lebaran 2021

11/05/2021

Pasar mobil

4 menit

Pemerintah dengan tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran 2021 demi menurunkan penyebaran virus Covid-19. Namun, ada beberapa kendaraan yang bisa beroperasi selama periode Lebaran.

Salah satu tradisi yang biasa dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri yaitu pulang ke kampung halaman. Kini, pemerintah dengan tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik Lebaran 2021 demi menurunkan penyebaran virus Covid-19. Larangan tersebut diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut, dan udara. Berikut rangkuman informasi terkait mudik tahun ini. 

Libur Lebaran 2021 dan Jadwal Cuti Bersama 

Larangan Mudik Lebaran 2021

Larangan mudik tahun ini sudah berjalan sejak 6 Mei

Pemerintah telah menetapkan aturan terkait pemberlakuan hari libur Lebaran 2021. Ketetapan tersebut diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri (Menag, Menaker, dan Menpan-RB) Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, dan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 yang ditandatangani pada 22 Februari 2021 lalu. 

Dalam SKB, tertera cuti bersama Lebaran 2021 hanya satu hari saja, yaitu hari Rabu tanggal 12 Mei 2021. Sementara, tanggal 13 dan 14 Mei 2021 yang jatuh di hari Kamis dan Jumat ditetapkan sebagai hari libur Lebaran 2021.

Masyarakat memiliki waktu libur masa Lebaran selama tiga hari, di tanggal 12, 13, dan 14 Mei 2021. Setelah tanggal tersebut, aktivitas perkantoran mulai berjalan normal seperti biasa. Alasan pengurangan jumlah hari cuti bersama dilakukan karena pandemi virus Corona yang masih belum turun ditandai kurva penularan virus yang belum juga melandai. 

>>> Jangan Nekat Nyelinap Mudik Naik Truk, Berbahaya!

Larangan Mudik Lebaran 2021

Larangan mudik Lebaran diberlakukan mulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Rentang waktu larangan tersebut tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 yang berbunyi, “Larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku pada tanggal 6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021.” 

Larangan mudik

Banyak mobill yang akhirnya diminta putar balik

Semua moda transportasi umum dilarang beroperasi di tanggal tersebut. Aturan ini telah tercantum di Permenhub dan ditegaskan kembali oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan Aditia Irawati. Alat transportasi yang dilarang, terdiri dari transportasi dasar, perkeretaapian, laut, hingga udara. Kendaraan darat seperti bus hingga sepeda motor perorangan, kapal di sungai dan danau juga tidak diperbolehkan. 

Tidak hanya itu, PNS (Pegawai Negeri Sipil) juga terancam tidak naik gaji bila melanggar aturan larangan mudik tahun ini. Ada tiga jenis sanksi, yaitu hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja. Jenis hukuman sedang terdiri dari penundaan kenaikan gaji berkala selama setahun, penundaan kenaikan pangkat selama setahun, serta penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun. 

Bagi yang membawa mobil atau transportasi darat akan diarahkan untuk kembali ke asal perjalanan atau putar balik, sesuai dengan Pasal 6 dalam Permenhub Nomor 13 Tahun 2021. Jika transportasi umum, penyelenggara transportasi harus mengembalikan tiket 100% secara tunai dan perusahaan angkutan yang bersangkutan juga dikenakan sanksi. 

>>> 7 Terminal Bus Jabodetabek Berhenti Beroperasi saat Ada Larangan Mudik 2021

mobil ambulans

Mobil ambulans boleh beroperasi selama mudik Lebaran 2021

Sesuai dengan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 ada beberapa kendaraan baik darat dan kapal yang boleh beroperasi, yaitu: 

  • Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara.
  • Kendaraan dinas operasional ASN, TNI, dan Polri.
  • Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol.
  • Kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.
  • Kobil barang tanpa penumpang.
  • Kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan.
  • Kendaraan non mudik: untuk dinas, kunjungan duka, ibu hamil, persalinan, layanan darurat.
  • Kendaraan repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI pelajar dari luar negeri, dan pemulangan khusus. 

Sebelum melakukan aktivitasnya, masyarakat yang mendapat izin melakukan perjalanan selama periode tersebut wajib melakukan karantina mandiri selama 5-24 jam setibanya di tempat tujuan. Karantina dilakukan di fasilitas yang disediakan, berupa fasilitas pemerintah daerah dan hotel yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat menggunakan biaya mandiri. 

Adapun sejumlah dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan non mudik yakni: 

  • Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang disesuaikan dengan kebutuhan 
  • KTP pemohon 
  • Surat keterangan sesuai kebutuhan (dari rumah sakit bila sakit, keterangan hamil dan sebagainya). 
  • Surat hasil negatif tes PCR atau swab antigen maupun GeNose yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 1 X 24 jam sebelum keberangkatan. 

>>> Ratusan Kendaraan Pemudik Diminta Putar Balik di Pos Penyekatan Kota Tangerang

Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021

Operasi Ketupat 2021 dijalankan untuk mengamankan pelarangan mudik. Terdapat 155 ribu personel gabungan yang terdiri dari 90.502 personel Polri dan 11.533 TNI, serta 52.880 personel instansi Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, dan Jasa Raharja. Pos penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 juga diberlakukan di tiap-tiap jalur mudik dengan jumlah 381 titik. 

Mudik naik truk

Masih banyak pemudik nakal yang nekat naik truk

Berikut ini sejumlah titik penyekatan yang akan diberlakukan:

  • Kepolisian Daerah Sumatera Selatan: 10 titik 
  • Kepolisian Daerah Lampung: 9 titik 
  • Kepolisian Daerah Banten: 16 titik 
  • Kepolisian Daerah Metro Jaya: 14 titik 
  • Kepolisian Daerah Jawa Barat: 158 titik 
  • Kepolisian Daerah Jawa Tengah: 85 titik 
  • Kepolisian Daerah Jawa Timur: 74 titik 
  • Kepolisian Daerah DI Yogyakarta: 10 titik 
  • Kepolisian Daerah Bali: 5 titik

Selama periode pelarangan mudik Lebaran, Polri dan TNI melakukan operasi di tempat-tempat strategis untuk upaya screening dokumen surat izin perjalanan dan surat keterangan negatif. Tempat-tempat strategis yang dimaksud, antara lain pintu kedatangan atau pos kontrol di wilayah rest area, perbatasan kota besar, titik pengecekan (checkpoint), dan titik penyekatan daerah aglomerasi yaitu satu kesatuan wilayah terdiri dari beberapa pusat kota atau kabupaten yang saling terhubung. 

Khusus bagi WNI yang hendak pulang ke Indonesia (repatriasi), diimbau menunda kepulangannya dengan harapan mencegah masuknya imported cases dengan varian mutasinya. Petugas pun berhak menindak tegas pelaku perjalanan yang tidak memenuhi persyaratan tujuan mudik atau wisata antar wilayah. Pihak yang bersangkutan harus kembali ke tempat asal perjalanan. 

Itulah rangkuman informasi terkait larangan mudik Lebaran 2021. Anda masih bisa bepergian atau melakukan perjalanan antar kota namun harus memiliki persyaratan lengkap dengan mengikuti peraturan yang berlaku. 

>>> Baca artikel berita mobil lainnya di sini

Pertanyaan Sering Diajukan

Kapan larangan mudik berlangsung?
Larangan mudik berlangsung sejak 6-17 Mei 2021
Apa saja yang dibutuhkan selama perjalanan nonmedik?
Surat hasil negatif tes PCR atau swab antigen maupun GeNose yang sampelnya diambil dalam kurun waktu paling lama 1 X 24 jam sebelum keberangkatan. 
Ada berapa pos penyekatan selama Lebaran 2021?
Pos penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 diberlakukan di tiap-tiap jalur mudik dengan jumlah 381 titik. 

Lulus dari jurusan jurnalistik, wanita kelahiran Tangerang ini mengawali kariernya sebagai content writer tujuh tahun lalu. Memiliki hobi nonton dan berselancar di media sosial, saat ini aktif sebagai penulis lepas di Cintamobil.com.

 
back to top