Jadi Pesaing Merek Jepang-Korea, Mobil Nasional Vietnam Siap Rugi

15/07/2021

Pasar mobil

4 menit

Produsen mobil nasional Vietnam VinFast terbilang nekat dalam meluncurkan mobilnya untuk bersaing di pasar otomotif dunia. Mereka juga sudah siap merugi.

Sebagai pemain baru di industri otomotif, produsen mobil asal Vietnam VinFast tentu sudah mengetahui ketatnya persaingan antar merek. Saat pertama kali hadir tahun 2017, VinFast menyebut sudah siap berhadapan langsung dengan para rival sekelas Toyota sampai Honda. 

Konsekuensi kalah saing hingga merugi pun sudah siap dihadapinya. Tapi tampaknya hal tersebut memang sudah masuk dalam perencanaan bisnis VinFast ke depannya. 

"Agak sedikit nekat memang, mereka siap untuk rugi 5 tahun ke depan. 'Kita akan jual rugi, kalau tidak rugi kita tidak bisa berkompetisi meraih market share di Vietnam'. Tidak mudah bersaing dengan merek yang sudah punya nama, makanya mereka benchmarking dengan produsen ternama," jelas Dubes RI untuk Vietnam H.E.Denny Abdi dalam diskusi virtual terkait Sektor Otomotif Nasional belum lama ini. 

>>> Indonesia Bisa Belajar dari Mobil Nasional Vietnam

VinFast Tak Sekadar Modal Nekat

gambar pabrik

VinFast tak cuma modal nekat

Kalau dibilang nekat mungkin benar adanya. Tapi VinFast tak sekadar nekat. Mereka juga mempersiapkan segalanya dengan matang termasuk mempertimbangkan soal penggunaan mesin yang sekiranya bisa membuat warga Vietnam melirik mobil nasionalnya itu. 

Seperti dijabarkan Denny, VinFast diketahui menggaet produsen otomotif ternama sekelas BMW sampai Opel. Dengan begitu, diharapkan kepercayaan warga Vietnam akan mobil VinFast makin tinggi.

Di samping menumbuhkan kepercayaan wagra Vietnam, VinFast juga telah merencanakan untuk bisa menjajaki pasar global. Oleh karena itu, VinFast juga menyesuaikan teknologi mobilnya agar bisa menyaingi produsen yang sudah lebih dulu eksis.

"Dia tidak melihat produsen di ASEAN, tak lihat di Indonesia, Thailand. China dia langsung lihat jadi standar tinggi. Mereka meyiapkan diri 5 tahun ke depan mereka belum akan mengambil untung upaya menguasai industri mobil Vietnam," tegas Denny lagi. 

Kini produsen mobil nasional Vietnam itu tengah menjajaki pasa Amerika dan Eropa. VinFast mengumumkan telah membuka kantor operasional di Amerika Utara dan Eropa. 

>>> Youtuber Dilaporkan ke Polisi Usai Kritik VinFast

Sudah Mulai Jajaki Amerika-Eropa

Terkait pasar otomotif Amerika Serikat, VinFast berencana memakai skema leasing dengan pabrikan baterai mobil listrik dan mencoba metode penjualan secara  online untuk  menghilangkan biaya ruang pamer yang mahal.

Foto mobil listrik Vinfast VF32 tampak samping

SUV listrik VinFast yang siap ditawarkan di Amerika

Nantinya, dua model mobil listrik yang disiapkan VinFast,  VF e35 dan VF e36, akan dirilis resmi pada Maret 2022. Mengingat ketatnya kompetisi pasar otomotif di Negeri Paman Sam, VinFast berencana menjual saham atau merger dengan  Special Purpose Acquisition Company. 

"Mereka tidak main-main, setelah kuasai pasar Vietnam mereka masuk ke Eropa dan Amerika, bahkan Australia. Visinya ini global bukan lokal ataupun regional. Selain mengandalkan teknologi untuk bersaing dengan merek unggul mereka harus merangkul teknologi maju utk memproduksi mereka berbiaya tinggi di dalam bisnis plan mereka proyeksikan akan rugi," kata Denny. 

"Mereka buat R&D (Riset dan Pengembangan) kuat secara lokal selain beli fasilitas General Motors, siapkan R&D kuat kerjasama dengan universitas dan riset lokal. Inilah ke depan mereka berusaha meningkatkan lokal konten," tambah Denny. 

Dibandingkan dengan Indonesa penggunaan lokal konten pada mobil nasional Vietnam itu terbilang masih kecil yakni di kisaran 10-20%. Selisihnya cukup jauh dengan Indonesia dimana mobil sekelas Avanza-Xpander saja bisa memiliki kandungan lokal 70-80%. 

>>> Segera Launching, Ini Spesifikasi 3 SUV Listrik Vinfast

Penulis
Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019
 
back to top