Isuzu Panther Catatan Perjalanan Tiga Dekade Sang Rajanya Diesel

13/02/2021

Pasar mobil

5 menit

Kisah perjalanan tiga dekade dalam pasar otomotif Indonesia yang menjadi pembuktian Isuzu Panther sebagai minibus bermesin diesel yang ekonomis dan tangguh.

Gambar Isuzu Panther generasi kapsul

Brosur Isuzu Panther

Mengukur setiap jengkal aspal di Indonesia sejak tahun 1991 hingga akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2021, Isuzu Panther layak menyandang predikat sebagai salah satu mobil legendaris di Tanah Air. Tiga dekade atau 30 tahun bukan waktu yang pendek dan sepanjang masa tersebut, sang minibus peminum solar ini sukses menciptakan citra sebagai mobil pekerja keras yang minim perawatan dan menawarkan bodi kokoh serta mesin tangguh. Wajar kalau people carrier bermesin diesel tersebut mempunyai konsumen garis keras yang sangat fanatik dengan sosok MPV peminum solar tersebut. 

>>> Terkenal Badak, Ini Cara Cek Kondisi Mesin Isuzu Panther Sebelum Membelinya

Gambar Asian Utility Vehicle

Asian Utility Vehicle

>>> Lika-liku Perjalanan Isuzu Panther di Tengah Sengitnya Persaingan MPV

Dari segi aspek produk, Isuzu Panther  adalah MPV  alias minibus serba guna bermesin diesel yang diproduksi di Indonesia untuk pasar Asia melalui konsep Asian Utility Vehicle (AUV). Minibus andalan Isuzu ini dibuat  berdasarkan metode serupa Toyota Kijang berupa mobil niaga (pick-up) yang dijadikan mobil penumpang. Secara umum, karakter minibus diesel ini sangat cocok untuk membawa banyak penumpang atau barang muatan dan dirancang sesuai kondisi iklim, kondisi jalan, serta cocok dengan budaya setempat yang bersifat kekeluargaan. Secara umum, kisah perjalanan sang raja diesel di Indonesia mulai tahun  tahun 1991 hingga berakhir pada tahun 2021 terbagi  menjadi lima chapter sebagai berikut kisahnya yang dirangkum tim Cintamobil.com.

1. Isuzu Panther 2,3 liter 1991-1993

Pada tahun 1991, PT Astra International Tbk mengakuisisi mayoritas saham PT Pantja Motor dengan 75% saham yang dibeli melalui PT Aryaloka Sentana dari PT Unitras Pertama. Di tahun itu juga, PT Pantja Motor yang menjadi agen pemegang merek Isuzu di Indonesia memperkenalkan minibus bermesin diesel 2,3 liter C223 (2.238 cc) dengan 59 HP dan 126 NM. Mobil serbaguna ini  layak disebut sebagai  mobil bersejarah Isuzu di Indonesia karena menjadi perintis  kendaraan bermotor niaga serba guna (KBNS) bermesin diesel yang dimodifikasi menjadi mobil penumpang oleh perusahaan karoseri.

Gambar Isuzu Panther 1993

Isuzu Panther 1993 

Selaku minibus bermesin diesel, secara otomatis produk andalan PT Pantja Motor ini langsung menjadi rival Toyota Kijang.  Kisah suksesnya berasal dari penggunaan mesin diesel yang menawarkan ketangguhan dan nilai ekonomis. Pada rentang waktu 1991-1993, minibus dengan kode bodi TBR52 hadir dalam empat  varian— Bravo, Golden, Miyabi dan Sparta—yang semuanya hasil kreasi berbagai perusahaan karoseri.  Satu keunikan generasi sang raja diesel pada era 1991-1993 adalah banyaknya desain model yang diproduksi oleh beragam perusahaan karoseri, bahkan ada yang mirip  Suzuki Vitara. Saat itu, harga setiap model berbeda-beda satu sama lain tergantung  pada kelengkapan yang diberikan oleh perusahaan karoseri. 

2. Isuzu Panther 2,3 liter 1993-1996

Mulai tahun 1993, Isuzu Panther berkode bodi TBR52  mulai diproduksi  oleh perusahaan karoseri PT Pulogadung Pawitra Laksana (PPL) yang berstatus sebagai anak perusahaan PT Astra International. Itu sebabnya, minibus diesel keluaran tahun 1993-1996 itu lebih  dikenal dengan nama Isuzu Panther PPL sesuai  singkatan nama perusahaan karoseri PT Pulogadung Pawitra Laksana.  Selanjutnya, nama varian  berganti menjadi  Standard, Deluxe, Grand Deluxe dan Hi-Grade yang menjadi varian termewah. Sebagai varian termewah,  Hi-Grade dilengkapi fitur AC double blower, power window  dan panel instrumen dengan indikator voltase  dan tekanan oli.

Gambar Isuzu Panther PPL

Isuzu Panther PPL

Selain mewah dan lengkap, varian  Hi-Grade  juga memiliki peredaman suspensi yang lebih empuk. Serupa versi karoseri,  minibus produksi PPL juga sama-sama menggunakan mesin C223. Pemilihan perusahaan karoseri PT Pulogadung Pawitra Laksana (PPL) terinspirasi oleh kehadiran Toyota Kijang versi  Toyota Original Body (TOB) pada tahun 1992. Serupa  Toyota Kijang versi Toyota Original Body (TOB),  PT Pantja Motor merilis versi Total Assy Body yang diklaim bebas dempul. Untuk perbandingan, saat hanya itu sedan yang diproduksi dengan panel bodi versi pres yang bebas dempul, sedangkan minibus buatan  perusahaan karoseri masih mengandalkan panel bodi dengan banyak dempul.

3. Isuzu Panther 2,5 liter  1996-2000

Menjawab sambutan positif konsumen, pada tahun 1996 PT Pantja Motor  melakukan sejumlah peningkatan (improvement) yang signifikan. Terlebih pada  tahun yang sama, PT Pantja Motor mendapatkan dukungan  investor asing yang terdiri atas Isuzu Motors Ltd dan Itochu Corporation. Secara umum, peningkatan produk mulai tahun 1996 melibatkan  ubahan pada tampilan eksterior dan interior serta  mesin diesel baru 4JA1 2,5 liter injeksi langsung dengan 79 hp dan  170 Nm. Teknologi injeksi langsung  membuat mesin diesel 4JA1 menjadi  lebih bertenaga dan efisien sehingga  terkenal dengan jargon “wuzz-wuzz-wuzz, cring-cring-cring” yang berarti kencang larinya namun hemat solarnya.

Gambar Isuzu Panther TBR54 2,5 liter

Isuzu Panther TBR54 2,5 liter

Pada sisi lain, mesin diesel injeksi langsung bersuara lebih kasar namun penambahan peredam khusus dalam ruang mesin membuat kabin terasa senyap.  Peningkatan tersebut disertai  kode baru TBR54 yang tersedia dengan 10 pilihan mulai dari  Hi Sporty, Sporty, New Hi Grade, Hi Grade, New Royale, Grand Royale, Royale, Deluxe, Standard, dan Pick-Up (beredar sejak tahun 1996 sampai tahun 2021). Bicara soal penampilan, minibus bermesin diesel ini masih diproduksi oleh  karoseri PPL (PT Pulogadung Pawitra Laksana) dengan tampilan yang lebih segar  pada desain lampu depan, grill, dan bumper.     

4. Isuzu Panther 2,5 liter “kapsul” 2000 - 2005

Memasuki era milenium (abad 21), PT Pantja Motor meluncurkan sang minibus diesel versi full model change (generasi terbaru dengan kode TBR541) dalam gelaran Gaikindo Auto Expo yang berlangsung September 2000. Secara tampilan, desain eksterior  TBR541  terinsiprasi oleh Isuzu MU dan  terkesan membulat sehingga  lebih akrab dipanggil Isuzu Panther Kapsul" karena memiliki kemiripan dengan  Toyota Kijang “Kapsul. Untuk model terbaru ini, PT Pantja Motor menyediakan mesin 4JA1 2,5 liter dengan pilihan non turbo (NA, naturally aspirated) dan turbo.

Gambar Isuzu Panther TBR541 kapsul

Isuzu Panther TBR541 kapsul 

Kedua mesin  tersebut sama-sama memproduksi 79 hp dengan  perbedaan pada torsi;  untuk mesin  non turbo menghasilkan  torsi 170 Nm, sementara   mesin turbo mengeluarkan  torsi  192 Nm. PT Pantja Motor juga menawarkan opsi transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed. Terkait varian produk, Isuzu Panther kapsul beredar dengan  pilihan Grand Touring, Touring (turbo diesel), LS Hi-Grade, SS, LV, SV, LM, SM, Smart dan Adventure. Khusus varian Touring dan LS (AT)  dibekali mesin turbo diesel plus  transmisi otomatis 4-speed.  Pada tahun 2002, bodi dan sasis TBR541 digunakan sebagai platform untuk  produk kembar  bernama Chevrolet Tavera dengan mesin bensin 2,2 liter.

5. Isuzu Panther 2,5 liter 2005-2021

Sejalan perkembangan waktu, PT Pantja Motor melakukan penyegaran produk pada tahun 2004 yang meliputi  lampu depan,  grille dan  interior. Selanjutnya pada tahun 2007, PT Pantja Motor  membekali seluruh varian dengan mesin 4JA1 versi turbo untuk memenuhi standar emisi Euro 2. Pada  April 2008, PT Pantja Motor berganti nama menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia dengan komposisi pemegang saham Isuzu Motors Ltd (44,94%), PT Astra Internasional (44,94%) dan Indonesian Product Exhibition (10,12%). Sebagai langkah perdana, PT Isuzu Astra Motor Indonesia melakukan pembenahan untuk sang rajanya diesel  pada sisi eksterior dan interior serta  menghapus beberapa varian  sehingga   tersisa   varian  Smart Turbo, LV Turbo, LV Adventure, LS Turbo, dan Grand Touring. Selebihnya pada tahun  2013, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memberikan penyegaran ringan berupa desain panel instrumen,  kamera parkir, ban serep tidak lagi di belakang serta  menghapus  varian LV Adventure.

Gambar Isuzu Panther 2018

Isuzu Panther 2018

Tahun 2021 minibus andalan Isuzu ini resmi pensiun tanpa ada penggantinya  seiring penerapan  kebijakan emisi gas buang  Euro IV dan penurunan  penjualan sejak beberapa tahun belakangan. "Bisnis Isuzu di Indonesia mulai hari ini akan difokuskan pada commercial vehicle. Para pengguna tidak perlu khawatir (perihal servis)," kata Marketing Division Head IAMI Attias Asril dalam konferensi virtual 10 Pebruari 2021. Kendati sudah tidak ada lagi,  catatan  penjualan 433.117 unit (1991-2021) membuktikan nama besar Isuzu Panther sebagai  MPV diesel legendaris  tidak akan pernah hilang dan terus dikenang sebagai Sang Rajanya Diesel.

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

 
back to top