Airbag Jeep Grand Cherokee Tak Mengembang Bukan Salah Pabrikan

17/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Stellantis telah menyelesaikan investigasi teknis atas insiden Jeep Grand Cherokee Summit MY 14 di Tol Pejagan-Kanci yang dialami mantan bos Jeep di Indonesia.

Muhammad Al Abdullah, mantan CEO Garasindo yang sempat menjadi APM (Agen Pemegang Merek) Jeep di Indonesia mengalami kejadiaan naas saat berkendara di Tol Pejagan-Kanci pada Juli 2021.

Jeep Grand Cherokee Summit Model Year 2014 menabrak truk container yang menyebabkan mobil ringsek. Anehnya, Airbag yang seharusnya menjadi fitur keselamatan pada mobil tersebut tidak berkembang sebagai mestinya.

Pria yang akrab disapa Memet itu pun langsung mengajukan komplain pihak Principal Jeep melalui APM mereka saat ini, PT DAS Indonesia Motor. Pihak Stellantis selaku grup perusahaan yang memegang merek Jeep saat ini pun langsung melakukan investigasi. Berikut temuan yang diungkapkan oleh tim investigasi Stellantis.

>>> Airbag Tak Mengembang, Jeep Grand Cherokee Ringsek Tabrak Truk di Tol Kanci

Gambar Stellantis

Stellantis langsung membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab airbag tidak mengembang

Penyebab Airbag Tidak Mengembang

Dalam investigasi tersebut, ternyata penyebab Airbag Jeep Grand Cherokee yang dikendarai Memet tidak mengembang karena adalah area tumbukan utama yang terjadi saat kecelakaan berada jauh di atas sensor yang memberi sinyal pada Airbag untuk mengembang.

"Sabuk pengaman adalah Safety Restraint System yang utama pada kendaraan ini. Area tumbukan utama berada jauh di atas area fokus sensor Safety Restraint suplementer, dengan energi tumbukan disebarkan oleh struktur metal yang remuk. Oleh karena itu, laju perlambatan yang diperlukan untuk mengaktifkan sistem Airbag tak terpenuhi," tulis pernyataan resmi dari tim investigasi Stellantis.

Jika melihat foto-foto mobil pasca kecelakaan yang dibagikan oleh Memet, memang terlihat area yang cukup parah berada di sekitar kaca depan hingga atap mobil. Kemungkinan bagian Jeep yang pertama kali menabrak truk container bukan area frontal di sekitar bumper di mana sensor SRS terletak.

Gambar Interior Mobil Memet

Kondisi interior mobil Memet pasca kecelakaan

Sebagaimana yang tertulis pada buku manual Jeep Grand Cherokee tahun 2014 di halaman 73 - 74:

Advanced Front Airbag dan Supplemental Driver Side Knee Airbag dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan dengan melengkapi sabuk pengaman pada tabrakan frontal yang bergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat keparahan dan jenis tabrakan.

>>> Jeep Grand Cherokee 2021 Pakai Platform Alfa Romeo dan Mesin V6 Diesel

Kedua Airbag tersebut tidak akan bekerja dalam semua tabrakan fontral, termasuk beberapa yang menyebabkan kerusakan substansial pada mobil. Contohnya, tabrakan pada tiang, bagian bawah truk, dan tumbukan dengan sudut offset.

Bukan Kesalahan Manufaktur

Gambar Jeep Grand Cherokee Summit

Tumbukan berada jauh di atas sensor Airbag

Berdasarkan poin-poin yang kami rangkum di atas, hasil investigasi dari Stellantis tidak mengungkapkan adanya indikasi cacat manufaktur yang menyebabkan dan atau berkontribusi pada insiden yang dialami atas Jeep Grand Cherokee Summit MY14 yang dikendarai oleh Memet.

"Dengan temuan hasil investigasi teknis yang sudah di umumkan ini, kami harap pertanyaan penyebab insiden ini sudah dapat terjawab, dan sekali lagi kami sangat bersimpati atas insiden yang telah terjadi dan kami siap membantu konsumen untuk memperbaiki kendaraan tersebut hingga selesai," ujar Dhani Yahya, COO dari Jeep Indonesia.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top