Intip Cara Produsen Mobil Jepang Mendesain Ulang Mobil untuk Lansia

26/01/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Produsen mobil Jepang memiliki teknologi canggih agar kaum lansia yang masih menyetir bisa tetap aman saat di jalan. Salah satunya lewat pengereman otomatis.

Sebagai salah satu raksasa otomotif di dunia, rasanya tak heran kalau Jepang dapat dengan mudah menyematkan teknologi terbaru pada setiap mobilnya. Baru-baru ini misalnya, sederet produsen mobil Jepang mengadaptasi teknologi yang dapat membuat warga lansia (lanjut usia) bisa lebih aman dan nyaman saat harus berkendara. 

Di Jepang, hampir 30 persen populasinya merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas dan masih diperbolehkan berkendara. Maka dari itu, penting bagi para produsen mobil Jepang untuk menghadirkan fitur agar pengendara lansia lebih aman di jalan. Ditambah lagi dengan adanya kecelakaan hebat yang melibatkan lansia, membuat otoritas setempat menetapkan standar baru soal fitur keamanan dan wajib dipenuhi para produsen mobil Jepang. 

teknologi propilot

Fitur canggih bikin kendaraan lebih aman

>>> Daftar Mobil Yang Cocok Untuk Orang Lanjut Usia

Supaya Lansia Tetap Aman saat di Jalan

Dilansir South China Morning Post, Selasa (26/1/2021) kini otoritas Jepang menetapkan sistem pengereman otomatis akan menjadi standar pada semua mobil baru yang dijual tahun 2021. Beberapa produsen seperti Toyota dan Nissan disebut sudah mulai menyematkan teknologi pintar tersebut agar lebih ramah kepada lansia. 

Toyota pada tahun lalu memperbarui gitur Safety Sense. Teknologi ini memang didesain untuk mencegah atau meminimalisir dampak dari kecelakaan dari depan sekaligus menjaga pengendara tetap di jalurnya.

Toyota menggunakan kamera resolusi tinggi pada kaca depan dan bemper. Kamera ini dapat mendeteksi kendaraan ataupun pejalanan kaki yang datang. Bahkan saat siang hari pesepeda pun dapat terdeteksi oleh sistem ini lewat suara dan tampilan visual. Bila pengendara tak memberikan respon untuk mengerem, mobil akan otomatis mengerem dengan sendirinya. 

Fitur Toyota Safety Sense yang ada di Yaris 2020

Teknologi Toyota Safety Sense

Perangkat terbarunya juga dapat berfungsi ketika mobil melintas di perempatan yakni mendeteksi rintangan ketika Anda akan berbelok dari posisi diam. Kemudian fitur di dalam Toyota Safety Sense lainnya adalah mengoreksi lintasan, pengaturan lampu depan otomatis sesua dengan kondisi lalu lintas, hingga mendeteksi kendaraan yang berjalan pelan, dan juga mengatur jarak secara otomatis.

>>> Mobil Apa yang Pertama Menggunakan Fitur Airbag?

Tiap Pabrikan Mobil Jepang Punya Teknologi Sendiri

Teknologi road assistance memungkinkan mobil mendeteksi rambu-rambu lalu lintas yang ada dan akan memberikan peringatan kepada pengendara ketika secara tak sadar mengabaikannya. 

"Lansia juga bisa berkendara aman guna berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan lebih bahagia dalam menjalani hidup. Tujuan utama kami adalah meminimalisir kecelakaan sekecil mungkin, kalau bisa 0," jelas Toyota dalam pernyataannya. 

Produsen mobil Jepang lain yang juga konsen terhadap keselamatan lansia saat berkendara adalah Subaru. Subaru juga memiliki aspirasi serupa untuk mengeliminir seluruh kecelakaan fatal pada tahun 2030.

Subaru menggunakan kamera yang memiliki dua lensa atau lebih dengan sensor berbeda. Kamera tersebut memiliki kemampuan untuk menangkap foto dalam bentuk tiga dimensi. Teknologi tersebut dinamakan EyeSight. Subaru menyebut bahwa EyeSight cukup efektif mengurangi potensi kecelakaan dan juga cidera yang dialami pengendara. 

"Memang rasanya tidak mungkin untuk mencegah seluruh kecelakaan fatal tanpa memanfaatkan teknologi buatan," jelas perwakilan Subaru Eiji Shibata. 

Untuk bisa mencapai target yang ambisius tersebut, Subaru berencana untuk mengkombinasikan teknologi stereo kamera dengan teknologi buatan. Rupanya ini bukan hal mudah. Shibata mengatakan bahwa stereo kamera sulit dipasang pada mobil yang sudah diproduksi massal karena membutuhkan informasi lebih banyak ketimbang sensor itu sendiri. 

Nissan ProPilot

Teknologi Nissan ProPilot

Nissan pun juga sudah bergerak ke arah sana lewat fitur bernama ProPilot. Rencananya ProPilot akan tersemat di 20 model yang terjual di 20 negara hingga tahun 2023. 

>>> Ada Peran Wanita Indonesia di Balik Fitur Autopilot Tesla

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top