Inilah rahasia keunggulan sasis bus Mercedes-Benz OH 1626

18/05/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Sasis bus Mercedes-Benz OH 1626 menjadi favorit banyak perusahaan otobus karena menawarkan berbagai keunggulan dibanding sasis bus kreasi rival sekelasnya.

Mercedes-Benz adalah salah satu produsen sasis bus yang tersohor di Indonesia sejak lama. Secara umum,  sasis bus Mercy menjadi andalan berbagai PO (perusahaan otobus) yang tersebar di Nusantara  karena keandalan dan kenyamanan. Nah, salah satu sasis bus Mercedes-Benz yang difavoritkan oleh  banyak PO adalah Mercedes-Benz OH 1626 karena  menawarkan berbagai keunggulan dibanding sasis bus kreasi rival sekelasnya.

>>> Kilas Balik Perjalanan 50 Tahun Mercedes-Benz Truck Bus Di Indonesia

Suspensi Udara

Salah satu fitur andalan yang menjadi nilai jual unggulan sasis bus Mercedes-Benz OH 1626  adalah suspensi depan belakang yang tidak lagi menganut per daun. Sebagai ganti per daun digunakan susensi  udara depan belakang dengan komposisi 2 unit balon udara di depan dan 4 balon udara di belakang. Balon udara tadi didukung udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor dan disalurkan melalui katup solenoid.

gambar air suspension

Suspensi udara menjadi salah satu nilai jual Mercedes-Benz OH 1626

Dengan demikian, penerapan suspensi udara  menambah kenyamanan bagi para penumpang sepanjang perjalanan melalui peredaman yang lembut  saat melewati jalan keriting maupun rusak. Selain itu, suspensi udara  bebas dari bunyi  kriyat-kriyet yang umum dijumpai pada suspensi  model per daun. Sumber bunyi kriyat-kriyet berasal dari gesekan bushing per daun dan gesekan antar lembar per daun.  

Kemampuan Mesin

Dalam nomenklatur divisi bus Mercedes-Benz, kode sasis  bus Mercedes-Benz OH 1626 mengacu pada kapasitas angkut hingga 16 ton disertai mesin  belakang  dengan tenaga sebesar 260 hp. Secara teknis,  sasis bus Mercedes-Benz OH 1626 didukung mesin Mercedes-Benz OM 906 LA berkapasitas 6.374 cc 6 silinder segaris plus sistem injeksi langsung,  turbocharger dan intercooler. Sebagai tambahan informasi, tenaga 260 HP dicapai pada  2.200 rpm, sedangkan torsi puncak 950 Nm diraih pada rentang putaran 1.200 rpm - 1.600 rpm.

Foto kabin Bus Mercedes-Benz

Mesin mampu melajukan bus hingga di kecepatan 120 km/jam (dibatasi secara elektronik)

Sebagai penyalur output mesin ke roda belakang, tersedia  dua pilihan transmisi, manual 6-speed tipe G 85 dan otomatis 6-speed tipe Allison T280. O iya, transmisi otomatis 6-speed Allison T280 bisa dioperasikan dengan tombol tekan (push button) atau tuas (lever) serta tersedia opsi retarder hidraulik untuk mendukung  kinerja sistem pengereman. Kecepatan maksimumnya mencapai 120 km/jam dan kapasitas tangkinya sanggup menampung 300 liter solar.

Sasis

Berbekal GVW (gross vehicle weight) hingga 16 ton (16.000 kg), sasis Mercedes-Benz OH 1626 banyak digunakan untuk bodi bus jenis high deck (bus bodi tinggi) yang saat ini banyak beredar di Indonesia. Sasis Mercedes-Benz OH 1626 sudah hadir sejak tahun 2012 sebagai  penyempurnaan dari sasis generasi OH 1525 atau OH 1526 yang menganut rangka model tangga (ladder frame) dan menggunakan per daun.

gambar bus mercy

GVW 16 ton cocok untuk bus jenis high deck

Dengan segenap kemampuan teknis tersebut, sasis Mercedes-Benz OH 1626 yang diproduksi di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, menjadi andalan sejumlah  PO yang selama ini menjadi konsumen setia bus Mercedes-Benz antara lain Big Bird, Lorena, Antar Lintas Sumatera (ALS), Raya, atau White Horse. Tidak heran juga kalau penjualan sasis Mercedes-Benz OH 1626 tercatat sebanyak 126 unit sepanjang tahun 2020, melampaui penjualan sasis Mercedes-Benz OH 1526 (50 unit) dan Hino RN 285 (26 unit) berdasarkan data wholesales Gaikindo tahun 2020.

>>> Hotel Berjalan Ala Bus Mewah Legacy SR2

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top