Ini Sebabnya Mobil LCGC Tak Ikut Dapat Relaksasi PPnBM

15/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Ini Sebabnya Mobil LCGC Tak Ikut Dapat Relaksasi PPnBM
Mobil LCGC tergolong dalam kategori segmen < 1.500 cc dan 4x2. Namun mobil LCGC tak mendapat relaksasi PPnBM seperti Low MPV ataupun sedan. Mengapa begitu?

Pemerintah bakal meringankan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk sejumlah model yang berada di segmen cc < 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2. 

Segmen itu dihuni oleh sederet kendaraan seperti Low MPV semisal Toyota Avanza, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, Honda Brio, hingga Toyota Vios.Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki local purchase di atas 70%.  

Honda Brio Satya

Honda Brio Satya

>>> Gambaran Harga Mobil Baru yang Dapat Relaksasi PPnBM

Mobil LCGC Sudah Dapat Relaksasi Sejak 2013

Selain itu, dalam kriteria itu juga masuk dalam segmen mobil Low Cost Green Car (LCGC). Namun demikian relaksasi PPnBM justru tak berlaku untuk kendaraan berjenis LCGC. Mengapa demikian? 

Perlu diketahui saat ini PPnBM untuk kendaraan bermotor masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2013. Dalam aturan itu mobil LCGC dikenakan pajak 0% seperti tercantum dalam Pasal 3 ayat 1 butir c.

"Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang termasuk dalam kelompok kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (8) dihitung dengan Dasar Pengenaan Pajak 0% dari harga Jual untuk kendaraan bermotor yang termasuk program mobil hemat energi dan harga terjangkau selain sedan atau station wagon, dengan persyaratan sebagai berikut: 
1. motor bakar cetus api dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200cc dan konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit 20 kilometer per liter atau bahan bakar lain yang setara dengan itu, atau
2. motor nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc dan konsumsi bahan bakar minyak paling sedikit 20 kilometer per liter atau bahan bakar lain yang setara dengan itu," bunyi pasal tersebut. 

Dapat disimpulkan bahwa mobil LCGC tak ikut mendapat relaksasi PPnBM. Adapun relaksasi PPnBM tersebut diharapkan mampu mengungkit kembali penjualan kendaraan mobil penumpang yang mulai bangkit sejak bulan Juli 2020. 

Mengintip Penjualan Mobil Murah di Tengah Pandemi

Daihatsu Ayla juga masuk segmen mobil LCGC

>>> Harga Mobil Bekas Turun karena Ada Relaksasi PPnBM?

Diharapkan Bisa Menggairahkan Pasar Otomotif

Diskon pajak ini juga berpotensi meningkatkan utilitas kapasitas produksi otomotif, mengungkit gairah Konsumsi Rumah Tangga (RT) kelas menengah dan menjaga momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang telah semakin nyata. Di sisi konsumen, lebaran dengan tradisi mudiknya diharapkan juga akan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Tentunya hal itu bisa terlaksana apabila pandemi Covid-19 telah melandai.

Diskon pajak kendaraan bermotor diberikan untuk mempercepat laju pemulihan ekonomi. Rilis pertumbuhan ekonomi Q4-2020 pada 5 Februari 2021 yang lalu mengkonfirmasi tren pemulihan ekonomi yang semakin nyata. Pertumbuhan ekonomi terus membaik, dari -5,32% di Q2-2020 meningkat menjadi -3,49% di Q3-2020 dan terus meningkat menjadi -2,19% di Q4-2020. 

>>> Baru Jual Mobil? Jangan Lupa Lapor Biar Tak Bayar Pajak Progresif

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top