Sederet Kerugian Mudik Menggunakan Travel Gelap

09/05/2021

Pasar mobil

2 menit

Jelang lebaran, banyak warga yang langgar aturan mudik. Oknum terlibat seperti operator travel ilegal, penumpang dan sopir akan dikenakan sanksi sesuai UU.

Sejak diberlakukannya aturan mudik dalam rangka mengendalikan penularan Covid-19 dari 6 hingga 17 Mei 2021, banyak sekali masyarakat yang menghalalkan segala cara untuk pulang ke kampung halaman agar dapat merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga. Beberapa di antaranya bahkan rela menggunakan jasa travel ilegal atau yang bisa disebut dengan travel gelap

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Perhubungan yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengimbau masyarakat untuk tidak menaiki angkutan ilegal dan memaksakan diri mudik selama periode Pembatasan. Pasalnya, menggunakan jasa travel gelap, selain harganya yang dua kali lipat lebih mahal,  banyak kerugian yang ditimbulkan dan tidak hanya menyasar penumpang, tetapi pengemudi dan operator travel. Apa saja sanksinya?

>>> Kecelakaan Travel Gelap Tak Bakal Ditanggung Jasa Raharja

Kerugian Mudik Menggunakan Travel Gelap

Dalam dua pekan terakhir, sekitar 130 lebih travel ilegal yang tidak memiliki izin trayek saat beroperasi dilaporkan terjaring razia oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Indonesia (Korlantas). Sanksi tegas akan diberikan kepada para oknum yang melanggar aturan tersebut dan akan dikenakan pasal 308 Undang-Undang (UU) no 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).  Berikut kerugian yang ditimbulkan bagi masing-masing oknum pelanggar aturan mudik:

1. Bagi Operator Travel

Operator Travel yang melancarkan operasi ilegal saat periode larangan mudik lebaran, meski perusahaannya sudah resmi terdaftar, akan tetap dikenai sanksi mulai dari yang paling ringan, yakni berupa sanksi administrasi, hingga sanksi paling berat, yang berujung pada pencabutan izin usaha operator travel. 

polresta tangeran mendata travel gelap

Polresta tangerang mulai mendata travel gelap yang membawa penumpang untuk mudik 

2. Bagi Penumpang

Pelanggaran larangan mudik Lebaran tentunya juga berdampak buruk bagi para penumpang yang nekat dan bandel. Salah satunya adalah tingginya harga yang ditawarkan oleh jasa travel ilegal, yang bahkan mencapai 2 hingga 3 kali lipat dari harga normal. Selain harganya yang mahal, tidak ada jaminan asuransi yang jelas apabila terjadi kecelakaan selama perjalanan. Protokol kesehatan pun pastinya tidak akan diberlakukan dengan benar. Bukan hanya itu, apabila mobil plat hitam terjaring razia dan ditangkap di tengah perjalanan mudik, maka penumpang diputar balik dan nasib mereka jelas akan terkatung-katung. 

>>> Hari Pertama Larangan Mudik, 1.200 Kendaraan Diminta Putar Balik di Jabar

3. Bagi Pengemudi

Pengemudi juga tentunya dikenakan sanksi karena melanggar aturan mudik, yang berupa sanksi tilang. Berdasarkan pasal UU LLAJ, para sopir yang mengemudikan travel ilegal dapat didenda maksimal Rp 500.000 atau kurungan penjara selama maksimal 2 bulan. Selain itu, kendaraan yang digunakan para sopir untuk mengangkut pemudik, entah milik pribadi atau agen travel gelap, akan disita oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti.

aparat kepolisian sedang melakukan pemeriksaan

Aparat kepolisian melancarkan operasi penyekatan mudik

Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat melanggar aturan mudik lebaran periode 6 hingga 17 Mei. Oleh karenanya, pihak otoritas menyerukan operator travel, pengemudi dan penumpang untuk mendukung peniadaan mudik demi keselamatan bersama dengan tidak mempersulit situasi yang sebenarnya sudah sulit karena krisis COVID-19. Penjagaan yang ketat juga akan diterapkan di semua titik penyekatan pemudik yang tersebar di seluruh Indonesia.

>>> Ratusan Ribu Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta Sebelum Larangan Mudik Berlaku

 

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.
 
back to top