Ini Jenis Pelanggaran yang Sering Tertangkap Kamera ETLE di Jakarta

06/04/2021

Pasar mobil

4 menit

10 jenis pelanggaran bisa tertangkap kamera ETLE untuk selanjutnya dilakukan penindakan. Apa pelanggaran yang paling sering tertangkap kameran ETLE tersebut?

98 kamera tilang elektronik alias kamera ETLE sudah terpasang di sejumlah titik kawasan Ibu Kota. Nyatanya kehadiran kamera tilang elektronik ini cukup membantu pihak kepolisian dalam bertugas. Di Jakarta saja, kamera tersebut bisa menangkap 400 pelanggar setiap harinya. 

“Iya rata-rata 300 sampai 400 kendaraan yang ditilang per hari,” terang Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar dikutip NTMC Polri, Senin (5/4/2021). 

Fahri lebih lanjut menjelaskan sejumlah titik yang paling banyak terjadi pelanggaran lalu lintas yakni dekat jalan MPR/DPR, Halte Timah arah utara, daerah Slipi, dan Setiabudi.

Cara Mengetahui Lokasi Tilang Elektronik Pakai Aplikasi Waze

Makin banyak kamera ETLE terpasang di Ibu Kota

>>> Kamera ETLE di Kota Ini Catatkan Ribuan Pelanggar Dalam Sehari

Didominasi Penerobos Lampu Merah

Adapun dari 400 pelanggaran per hari, didominasi oleh pengendara yang menerobos lampu merah. Kemudian ada juga yang melanggar marka stop atau garis berhenti.

Diharapkan banyaknya pemasangan kamera tilang elektronik dapat bisa mengurangi angka pelanggaran lalu lintas. Sekadar informasi, ada 10 jenis pelanggaran yang bisa ditindak lewat kamera tilang elektronik tersebut. Rinciannya sebagai berikut: 

1. Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan,
2. Tidak mengenakan sabuk keselamatan,
3. Mengemudi sambil mengoperasikan smartphone,
4. Melanggar batas kecepatan,
5. Menggunakan pelat nomor palsu,
6. Berkendara melawan arus,
7. Menerobos lampu merah,
8. Tidak menggunakan helm,
9. Berboncengan lebih dari 3 orang,
10. Tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor.

Inilah Alasannya Tidak Boleh Menggunakan Parking Brake di Lampu Merah

Menerobos lalu lintas paling banyak dilakukan

Pemasangan kamera tilang tersebut tidak hanya berlaku di Ibu Kota. Setidaknya saat ini sudah ada 12 Polda yang menerapkan hal serupa. Penindakannya pun bisa dilakukan dimana saja. Adapun daerahnya yakni Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Jawa Timur, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Lampung, Polda Sumatera Barat, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Sulawesi Selatan. 

>>> Begini Cara Bayar Denda Tilang Elektronik

Mekanisme Penilangan Lewat Kamera ETLE

Untuk prosedur penilangannya, kamera ETLE yang terpasang itu secara otomatis menangkap pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara. Setelah itu, data kendaraan yang tertangkap kamera akan dikirim ke back office ETLE di RTMC Polda Metro Jaya. 

Nantinya, petugas akan mengidentifikasi data kendaraan menggunakan electronic registration & identification (ERI) sebagai sumber data kendaraan. Selanjutnya, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi untuk dikirim ke alamat pengendara yang melanggar. 

Surat konfirmasi tersebut akan dikirim selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan. Setelah itu, pelanggar diberi waktu 8 hari untuk konfirmasi melalui website https://etle-pmj.info/id atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum. Petugas selanjutnya menerbitkan tilang untuk pembayaran denda. Apabila pengendara tidak membayar denda dalam kurun waktu 15 hari, pajak STNK akan diblokir.

>>> Ketahui Proses Tilang Elektronik yang Kini Berlaku Nasional

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top