Ini Dia Wujud Armada Taksi Pertama Blue Bird di Indonesia

05/05/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Pernahkah Anda mengetahui armada taksi pertama Blue Bird di Indonesia? Adalah Holden Torana LJ Series yang perdana dihadirkan 25 unit. Begini wujudnya.

Nama Blue Bird rasanya sudah tidak asing di telinga orang Indonesia. Ya, wujud armada Blue Bird pastinya sudah sering Anda lihat berlalu-lalang di jalanan. Wajar, di Indonesia PT Blue Bird sudah menginjak usia ke-49 tahun. 

Blue Bird pun terus berinovasi menghadirkan armada transportasi untuk membantu mobilitas masyarakat Indonesia sehari-hari. Bahkan hingga saat ini, Blue Bird sudah mulai memasuki era kendaraan ramah lingkungan dengan menghadirkan armada mobil listrik. Tapi tahukah Anda mobil apa yang menjadi armada taksi pertama Blue Bird di Indonesia? 

taksi Blue Bird

Ini Holden Torana LJ Series yang jadi armada taksi pertama 'Si Burung Biru'

>>> Ini Bintarti, Wanita yang 'Merawat' Puluhan Ribu Armada Blue Bird

Armada Taksi Pertama Blue Bird 

Mobil itu adalah Holden Torana LJ Series. Pertama kali beroperasi, Blue Bird hanya menggunakan 25 unit Holden Torana LJ Series sebagai armadanya. Sekadar mengingat ke belakang, pada 1 Mei 1972. Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin yang ingin menata sektor transportasi publik menjadi pembuka sejarah layanan PT Blue Bird Tbk. Saat itu, Ali Sadikin mengungkapkan bahwa Jakarta membutuhkan taksi dengan sistem argometer untuk penertiban taksi gelap dan membawa Ibu Kota kearah yang lebih metropolitan.

Pada tahun tersebut pulalah, pendiri PT Blue Bird Tbk Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono menghadirkan inovasi sistem argometer, seluruh armadanya udah ber-AC, GPS, dan lengkap dengan radio komunikasi.

taksi Blue Bird

Awalnya hanya ada 25 armada taksi dihadirkan

Mobil ini mengusung mesin konvensional I-6 2.25L (138 CID). Mesin ini menghasilkan tenaga 118 bhp pada putaran 4400 rpm serta torsi 226.8 Nm pada 2000 rpm. Blue Bird tak begitu saja melupakan jasa armada pertamanya itu. Kalau Anda yang penasaran, mobil ini masih bisa dilihat di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah. 

“Sejak awal kehadirannya dalam melayani masyarakat, perusahaan berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik. Di 1972, Bluebird telah menggunakan sistem argometer melalui armada Holden Torana. Kemudian di tahun 1980, Air Conditioner telah menjadi perlengkapan standar di layanan kami. Dan di 1990, perusahaan telah memiliki sistem komputerisasi dalam menerima permintaan masyarakat melalui Bluebird Call Center,” ujar Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo dalam siaran persnya. 

Cerita berlanjut memasuki tahun 1992 saat Bluebird Group menghadirkan layanan taksi eksekutif, yang dinamakan Silverbird melalui armada eks KTT non blok ASEAN. Selanjutnya dalam rangka meremajakan armada Silverbird sekaligus meningkatkan kenyamanan untuk pengalaman mobilitas terbaik, Silverbird mendatangkan armada Mercedes-Benz C-Class pada tahun 2007. Hal ini menandai Bluebird sebagai taksi pertama yang menggunakan mobil Mercy sebagai armada taksi eksekutif. 

Pada tahun 2013, perusahaan meluncurkan Bigbird Premium untuk menawarkan pengalaman bepergian yang semakin berkesan. Dengan antusias dari para pelanggan, pada tahun 2020 Bigbird kembali mendatangkan armada baru untuk layanan Bigbird Premium. 

taksi Blue Bird

Armada taksi terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman

Armada Bigbird Premium didesain dan dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas layanan personal yang menawarkan nuansa mewah dan premium; mulai dari exclusive seats dengan fitur pijat, ruang karaoke, onboard kitchen, mini refrigerator, ruang pribadi untuk meeting, Wi-Fi, minibar, LCD TV, hingga rest room. Armada Bigbird Premium Alpha memiliki kapasitas 14 exclusive seats dan ditambah dengan ruang entertainment, serta untuk jenis Bravo mampu memiliki kapasitas 12 exclusive seats.

>>> Pakai Armada Mobil Listrik, Blue Bird Hemat Bensin dan Biaya Perawatan

Mulai Menggunakan Mobil Listrik Sebagai Armada

Tak berhenti sampai di situ, Blue Bird juga mulai menggunakan mobil jenis MPV sebagai armada taksi. Ini dilakukan guna mengakomodir mobilitas masyarakat Indonesia sehingga bisa lebih banyak mengangkut penumpang. Kemudian beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Seperti disebutkan sebelumnya Blue Bird kini sudah menggunakan mobil listrik Tesla Model X sebagai armada E-Silverbird. Kemudian ada juga mobil listrik BYD yang menjadi armada taksi biasa. 

Pakai Armada Mobil Listrik, Blue Bird Hemat Bensin dan Biaya Perawatan

Armada mobil listrik Blue Bird

Sejak resmi mengaspal pada tahun 2019 silam, kendaraan taksi listrik Bluebird Group telah menarik minat masyarakat. Pasalnya, kendaraan listrik merupakan hal baru yang ada di Indonesia, dan perusahaan menghadirkannya agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, namun juga menjadi penikmat dari kemajuan teknologi transportasi. 

“Kampanye kendaraan listrik secara keseluruhan memberikan nilai lebih, karena sekarang masyarakat tidak hanya melihat wujud kendaraan listrik melalui media sosial ataupun televisi, namun sudah bisa merasakan langsung bepergian dengan kendaraan listrik melalui E-Bluebird dan E-Silverbird di jalanan Ibu Kota," ujar Direktur PT Blue Bird Tbk Adrianto Andre Djokosoetono.

Hingga saat ini, Bluebird Group telah membuat ekosistem transportasinya secara mandiri dengan lebih dari 23.000 armada yaitu layanan Bluebird - taksi reguler, layanan Silverbird - taksi eksekutif, layanan Goldenbird – limosin dan car rental, layanan Bigbird – charter bis hingga Cititrans sebagai shuttle antar kota antar provinsi yang diakuisisi pada 2019. 

>>> Armada Taksi Mulai Pakai Mobil Mewah, BMW Belum Tertarik

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top