Ini Alasan Toyota Lebih Pilih Reli dari Balap Lainnya

21/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Ini Alasan Toyota Lebih Pilih Reli dari Balap Lainnya
Toyota mundur dari ajang balap Formula 1 lebih dari 1 dekade lalu, kini mereka fokus di reli dan balap ketahanan, ini alasan Toyota fokus di dua motorsport itu

Toyota sudah mundur dari ajang balap Formula 1 lebih dari 1 dekade lalu. Kini produsen Jepang itu fokus di reli dan balap ketahanan. Bukan tanpa alasan, tentunya ada sebab di balik Toyota untuk memilih ajang reli dunia atau World Rally Championship (WRC) dan juga balap ketahanan.

Gambar Toyota Yaris WRC dikemudikan Sebastien Ogier

Ada alasan khusus mengapa Toyota fokus di reli

Alasan Toyota Aktif di Kompetisi Reli

Gambar Toyota Celica GT-FOUR

Celica jadi tonggak sejarah Toyota di reli

Reli merupakan jenis balap yang menggunakan jalan raya yang sama persis dipakai oleh pengguna mobil produksi massal. Reli tidak menggunakan trek aspal mulus sirkuit yang memang dibuat untuk kompetisi. Lokasi reli juga tidak berdiam di satu tempat saja. Dalam 1 musim, reli bisa berlangsung di berbagai lokasi dengan tantangan yang berbeda.

Gambar Toyota Corolla WRC

Corolla WRC begitu fenomenal karena rival lainnya saat itu berbasis sedan

Pereli akan menemui rute salju, jalan aspal mulus, hingga jalan pedesaan yang masih banyak didominasi oleh tanah atau kerikil. Belum lagi tantangan cuaca, mulai dari panas terik hingga medan lumpur karena hujan turun. Beberapa reli juga diadakan di dataran tinggi dengan tantangan berupa tekanan udara rendah yang menyulitkan kendaraan dan pembalap.

>>> Mau bergaya seperti pereli? Beli Toyota Yaris kondisi bekas dengan kondisi baik di sini

Sesuai Dengan Filosofi Pengembangan Produk

Gambar Toyota Yaris WRC

Win On Sunday Sell On Monday

Kancah reli sesuai dengan filosofi Toyota yaitu to make ever better cars, di mana mobil produksi massal Toyota seperti Yaris diuji coba di jalan yang sesungguhnya, dengan tantangan medan sesuai kondisi aslinya, tapi dipacu hingga limit tertinggi pada kondisi penuh tekanan, sesuatu yang sulit untuk didapatkan di kondisi nyata. Masalah yang membuat mobil kurang kompetitif bisa ditemukan dan dikembangkan, dan berlanjut diaplikasikan pada versi produksi massal.

Gambar Tim Toyota Gazoo Racing WRC 2020

Skuad reli TGR tahun 2020

Filosofi tersebut juga sejalan dengan semangat partisipasi TOYOTA GAZOO Racing (TGR) di arena balap. Pertama adalah mencari batasan ekstrem dari sebuah mobil. Balapan adalah tempat latihan yang ideal agar TGR dapat belajar mengembangkan mobil yang lebih baik. Kedua, mengasah kemampuan membaca karakter jalan karena jalan adalah guru terbaik dan mengajarkan bagaimana seharusnya sebuah mobil dibuat. Mobil dan jalan melatih dan menantang engineer TGR supaya menjadi lebih kuat dan lebih baik.

Gambar Toyota GR Yaris 2020 CVT

GR Yaris diharapkan jadi penerus Yaris WRC

Ketiga adalah mendukung performa pembalap. Pembalap berada di pusat alam semesta sebuah tim balap. TGR menggunakan umpan balik dari setiap balapan untuk membantu menciptakan mobil yang fokus pada pengemudi, mempelajari bagaimana sebuah mobil harus dibuat dengan mengacu pada sudut pandang pengemudi. Terakhir adalah membantu mewujudkan Waku Doki, sebuah ungkapan Jepang untuk "memacu adrenalin", dengan cara menangkap semangat kegembiraan yang ada di semua mobil sport Toyota.

>>> Berapa harga Toyota Yaris terbaru? Cari tahu di sini

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi andalan Cintamobil dalam menguji mobil baru di Indonesia
 
back to top