Ini Sebabnya Subaru Berani Balik Lagi ke Indonesia

01/10/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Subaru kembali meramaikan pasar mobil Indonesia lewat Agen Pemegang Merek Baru. Apa alasan mereka berani memasarkan mobil Jepang yang dikenal mahal ini?

Subaru sempat dipasarkan di Indonesia di bawah naungan PT Motor Image Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek (APM). Sayangnya, APM ini terkena masalah pemalsuan dokumen impor yang berujung pembekuan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2014.

Akhirnya pada tahun 2015, Subaru tak lagi terlihat melakukan penjualan dan distribusi kendaraan. Padahal jaringan dealer dan aftersales Subaru sebenarnya sudah cukup tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

Gambar Logo Subaru

Anda masih ingat dengan logo ini bukan?

Kembali ke tahun 2021, PT Plaza Auto Mega akhirnya memberanikan diri untuk kembali membawa merek ikonik berlambang gugus bintang Pleiades ke Indonesia.

>>> Bocoran 4 Mobil Subaru yang Akan Meluncur di Tanah Air

Hadir Dengan Optimisme Baru

PT Auto Plaza Mega sebenarnya bukan pemain baru di Tanah Air. Perusahaan ini masih di dalam naungan PT Auto Plaza Raya yang menjadi salah satu dealer resmi Toyota dan MINI di Indonesia.

Plaza Subaru dikepalai oleh Arie Christopher Setiadharma sebagai Chief Operating Officer. Sebelumnya, Arie adalah CEO dari Ferrari Jakarta sehingga ia sudah berpengalaman dengan menjual mobil hobi.

Gambar Arie Christopher

Arie menilai bahwa pasar mobil ini masih sangat potensial di Indonesia

"It's a different animal. Tetapi ada benang merahnya, sama-sama mobil hobi dan sama-sama punya heritage di motorsport," jawab Arie saat kami tanya mengenai perbedaannya merek ini dengan Ferrari

 Arie cukup optimis dengan masa depan merek yang ia pegang saat ini. Apalagi setelah bertemu dengan komunitas pemilik Subaru di Tanah Air yang masih setia dengan mobil Jepang yang dikenal dengan mesin boxer dan penggerak AWD ini.

"Subaru adalah brand yang memiliki ikatan emosi yang kuat dengan pemiliknya. Buktinya saat APM sebelumnya hengkang, mereka tetap mempertahankan mobil mereka," tukasnya.

Ia menekankan bahwa yang bermasalah adalah APM sebelumnya, bukan mereknya sendiri. Arie menyebutkan hingga saat ini, masih ada sekitar 4.000 Subaru yang mengaspal di Indonesia meski tanpa dealer resmi.

Gambar Subaru Richard Burns

Masyarakat bisa kembali mengenal merek ini dengan mengunjungi pameran sejarah Subaru yang masih berlangsung hingga Desember

Arie meyakini bahwa merek asal Jepang yang dikenal dari dunia reli ini bisa menjadi besar di Indonesia jika dikelola dengan baik. Ia menyebut bahwa kalangan hobbyist masih menunggu kembalinya sang merek ikonik ke Tanah Air.

>>> Subaru AWD, 20 Juta Unit Dalam 49 Tahun

Perubahan Regulasi Menjadi Kunci

Seperti yang kita ketahui, mulai bulan Oktober pemerintah akan menetapkan pajak mobil berdasarkan emisinya. Artinya, merek Subaru yang tadinya tidak diuntungkan regulasi sebelumnya sebagai mobil AWD, kini mendapatkan angin segar.

"Tentu perubahan regulasi sangat berpengaruh dengan keputusan kita untuk kembali di Indonesia. Dengan pajak baru, seharusnya Subaru bisa lebih kompetitif (harganya). Tetapi perlu diingat bahwa memang segmentasi Subaru selalu di atas merek Jepang umumnya," ungkap Arie.

Plaza Subaru sudah mulai melayani aftersales sejak Juni 2021, dan antusiasme para pemilik mobil bermesin boxer mulai memenuhi bengkel resmi. Arie sudah berencana untuk meluncurkan mobil baru di awal tahun 2022.

Gambar Bengkel Resmi Subaru

Bengkel resmi Subaru sudah mulai beroperasi

"Kita lihat saja nanti. Tetapi harus kita akui bahwa saat ini SUV lebih diminati. Tetapi, kita tidak akan melupakan para penggemar Impreza," jawab Arie saat ditanya mengenai mobil pertama yang akan mereka luncurkan.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top