Indonesia Bakal Tinggalkan Energi Fosil Tahun 2060

27/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Pemerintah Indonesia berencana untuk meninggalkan energi fosil sebagai target zero emisi di tahun 2060 mendatang. Semua pihak diminta saling bahu-membahu.

Beberapa waktu lalu Grab bersama dengan jajaran pemerintah Indonesia, mitra bisnis strategis, dan sektor swasta, membawa inisiatif #LangkahHijau ke tingkat selanjutnya. Langkah Grab itu dipuji oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk hadirkan ekosistem transportasi yang berkelanjutan.

>>> Pabrikan Inggris MG Siapkan Mobil Listrik Baru di Indonesia

Gambar menunjukan Grab EV

Luhut dalam peluncuran Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik Grab

Pemerintah Indonesia Ingin Hadirkan 2 Juta Motor Listrik

“Saya mengapresiasi komitmen Grab untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dengan armada berbasis listrik dan pengoperasian stasiun penukaran kendaraan listrik umum. Sejak membuat perencanaan perancangan roadmap ekosistem kendaraan listrik, Grab adalah operator dengan jumlah terbanyak dengan armada transportasi roda dua kendaraan listrik lebih dari 7.500 unit,” kata Luhut dalam acara virtual, (22/4).

Luhut menambahkan bahwa langkah Grab itu sejalan dengan arahan Presiden Indonesia untuk hadirkan 2 juta Kendaraan Listrik berbasis Baterai (KLBB) di tahun 2025. Ia berharap langkah Grab ini bisa diikuti penyedia platform transportasi lainnya.

“Saya rasa langkah Grab ini adalah pencapaian yang mebanggakan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang sebagaimana tertuang pada Peraturan Republik Indonesia tahun 2019 dalam Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk transportasi jalan. Pemerintah menargetkan 2 juta unit KLBB roda dua di Indonesia pada tahun 2025. Saya harap Grab dan penyedia transportasi lainnya dapat menjadi bagian dari visi Pemerintah Indonesia ini,” tambah Luhut.

>>> Bukti Keseriusan Mitsubishi Kembangkan Kendaraan Elektrifikasi di Tanah Air

Kendaraan mengisi bensin 

Energi fosil diyakini bukan bagian dari masa depan indutri otomotif

Indonesia Akan Meninggalkan Energi Fosil

Kemudian Luhut juga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan meninggalkan energi fosil sebagai target zero emisi di tahun 2060 mendatang. Target tersebut akan terus didorong agar bisa lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan tersebut.

"Kita tidak terlalu lama tentunya nanti akan meninggalkan energi fosil dan kita akan masuk  energi terbarukan untuk menghindari pemanasan Bumi. Target ini akan terus kita dorong sehingga kita mungkin bisa lebih cepat dari apa yang kita sebutkan sebelumnya di tahun 2060 dan pemerintah akan bekerja keras untuk ini. Dan salah satunya Grab telah memainkan peran untuk mendukung  visi pemerintah ini. Oleh karena itu kita mengundang teman-teman yang lain untuk sama-sama bahu membahu untuk kita bisa zero emisi lebih cepat dari apa yang kita targetkan tersebut," tutup Luhut.

>>> Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Mobil Listrik di Indonesia

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top