Imbas Perang Dagang AS-Cina, Tesla Produsen Pertama yang Naikan Harga

12/07/2018

Pasar mobil
Share this post:
Imbas Perang Dagang AS-Cina, Tesla Produsen Pertama yang Naikan Harga
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina akhirnya berimbas ke industri otomotif dengan kenaikan harga Tesla Model S dan X di pasar otomotif Cina.

Guncangan harga datang hanya beberapa bulan setelah Cina menurunkan pajak impor mobil dari produsen asing. Penurunan pajak dari 25% menjadi 15% akhirnya dihapuskan, diganti dengan kenaikan pajak impor menjadi 40%. Tesla Model S dan X kini berharga 150.000 Yuan hingga 250.000 Yuan, atau sekitar Rp325 Juta sampai Rp550 Juta.

Dibandingkan dengan Daimler dan Ford, Tesla masih menjadi produsen dengan operasi volume rendah. Jadi, tidak mengherankan bahwa Tesla menjadi produsen pertama yang mengubah harga di Negeri Tirai Bambu yang menjadi pasar utama Tesla. Dilansir dari Reuters, terhitung sekitar 17% dari pendapatan perusahaan pada 2017 tercipta dari Negeri Tirai Bambu ini.

Gambar yang menunjukan mobil baru Tesla Model X berwarna biru

Tesla Model X mendapatkan kenaikan harga pertama di pasar Cina

Bahkan dengan label harga tinggi sebelum tarif baru diberlakukan, Tesla relatif terjual baik di Cina, dibandingkan produsen mobil lain. Perusahaan ini menjelma menjadi produsen EV (kendaraan listrik) pabrikan asing terkemuka berdasarkan penjualan di Cina. Tesla hanya kalah dari beberapa penjualan EV nasional terbesar Cina.

>>> Tunggu peraturan hibrida, Bentayga bersiap masuk ke Indonesia

Salah satu cara untuk menghindari terperangkap perang dagang ini adalah membangun perusahaan produksi di Cina. Sudah banyak pembuat mobil lain yang sudah melakukannya, seperti Mercedes, Audi dan Volkswagen. Tesla juga mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja dengan pejabat pemerintah Shanghai untuk mendirikan pabrik di wilayah tersebut.

Gambar yang menunjukan Elon Musk bersama mobil Tesla berwarna merah

Elon Musk bersiap ke Cina untuk mengantisipasi kenaikan harga

Elon Musk, pendiri dan CEO Tesla, mengatakan tujuannya adalah untuk membangun produksi mobil dan baterai di pabrik baru. Perusahaan juga telah bekerja mempersiapkan fasilitas produksi di Cina selama lebih dari setahun.

>>> Berita pasar mobil dari seluruh dunia bisa Anda dapatkan di sini

Pemerintah Cina memang baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengubah aturan pendirian perusahaan di negara tersebut. Aturan bagi perusahaan yang membuat kendaraan listrik yang semula dihilangkan memudahkan Tesla untuk menyusun operasi manufaktur di Cina.

Mengantisipasi perang dagang AS dan Cina serta kenaikan harga Tesla, Musk disebut mengunjungi Shanghai pada Selasa dan Beijing pada Rabu hingga Kamis, sebagaimana yang dilaporkan Bloomberg. Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada penjelasan tentang detail perjalanan Musk ke Cina kali ini.

>>> Beragam informasi mobil baru bisa Anda dapatkan hanya di Cintamobil

Gambar yang menunjukan pabrik perusahaan Tesla

Tesla berencana membuat pabrik di Shanghai, Cina

Industri otomotif hanyalah salah satu dari sekian banyak segmen yang terperangkap garis perang dagang Presiden Amerika, Donald Trump, dengan Cina. Tapi industri ini sangat rentan terhadap perubahan harga mengingat perusahaan bergantung pada berbagai produksi yang tersebar di berbagai dunia.

>>> Dapatkan beragam berita otomotif terbaru hanya di Cintamobil

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top