Imbas Kebijakan di Rumah Saja, Udara Jakarta Kian Bersih

26/03/2020

Pasar mobil

3 menit

Imbas Kebijakan di Rumah Saja, Udara Jakarta Kian Bersih
Ada hikmah dari kebijakan Work From Home yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi DKI. Kini udara di Jakarta menunjukan kategori sedang.

Imbauan Pemerintah Pusat dan DKI Jakarta untuk bekerja di rumah atau Work For Home guna memutus penyebaran virus corona tampaknya membuat kualitas udara di Jakarta jadi lebih baik. Jika sebelumnya kualitas udara Jakarta tidak sehat, kini Index Kualitas Udara Jakarta masuk dalam kategori sedang.

Gambar menunjukan Kualitas udara di jakarta

Kualitas udara Jakarta Kamis pagi (26/3) terpantau cukup baik 

>>> Begini Layanan Asuransi Astra Selama Imbauan di Rumah Saja

Menurut lembaga pemeringkat kualitas udara AirVisual, kualitas udara Jakarta per hari ini (26/3/2020) pukul 10.41 WIB, menunjukkan udara Jakarta kian bersih, dengan indikator moderate atau sedang. Berdasarkan data Air Quality Index (AQI), tingkat polusi udara Jakarta berada di angka 75, dengan PM 2,5 di angka 23,6 µg/m³.

Untuk diketahui PM2.5 merupakan partikel yang mengambang di udara dengan ukuran diameter 2.5 mikrometer atau kurang. Ukuran PM2.5 sangat kecil hingga dapat diserap ke dalam aliran darah saat bernafas. Karena alasan ini, biasanya polutan ini memberikan ancaman kesehatan terbesar untuk tubuh makhluk hidup.

>>> Tunggu Situasi Normal, Polisi Hentikan Sementara Layanan SIM

Gambar menunjukan Jakarta jalan sepi

Kebijakan Work Form Home juga membuat jalan di Jakarta sepi

AirVisual juga memperkirakan kualitas udara di Jakarta dalam dua hari mendatang masih cukup baik. Meski belum dalam kategori hijau atau sehat setidaknya pada tanggal 28 dan 29 Maret 2020, menunjukkan indikator warna kuning yang berarti sedang.

Kualitas udara Jakarta sebelumnya memang cukup buruk, AirVisual mengungkapkan sebagian besar merupakan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, ditambah dengan praktik pembakaran pertanian musiman, ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga batu bara dan kendaraan yang tidak efisien bahan bakar.

Wilayah metropolitan Jakarta yang membentang seluas 6.392 kilometer persegi, adalah rumah bagi lebih dari 30 juta penduduk, dan terus bertambah. Diperkirakan pada tahun 2030, Jakarta akan menjadi megacity terbesar di dunia dengan populasi sebanyak 35,6 juta. Perluasan kota tersebut dikhawatirkan nantinya akan meningkatkan kekhawatiran kualitas udara karena proyek-proyek konstruksi menghasilkan debu, dan pertumbuhan populasi menambah kemacetan lalu lintas dan konsumsi energi.

>>> Berita otomotif terlengkap, tips & trik terbaru, dan pilihan kendaraan berkualitas bisa Anda temukan di Cintamobil.com

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top