IIMS 2021: Prestige Mau Bawa Taksi Terbang Ehang 216 ke Indonesia

16/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Ehang 216 merupakan kendaraan udara otonom yang dirancang untuk perjalanan udara sesuai permintaan untuk wilayah perkotaan.

Prestige Motorcars importir umum spesialis mobil mewah berencana membawa taksi terbang ke Tanah Air pada pertengahan tahun ini. Dikenal sebagai Ehang 216 kendaraan udara otonom yang dapat lepas landas dan mendarat vertikal listrik ini siap mewarnai langit Indonesia.

>>> IIMS 2021: Tesla Cybertruck Bisa Dipesan, Siapkan DP Rp 100 Juta

Gambar menunjukan Tesla di IIMS

Rudy Salim saat mempresentasikan taksi otonom Ehang  216

Tiba di Bulan Juli 2021

Presiden Direktur Prestige Motorcars, Rudy Salim mengatakan pada gelaran IIMS 2021 bahwa pihaknya akan membawa Ehang 216 pada bulan Juli 2021. Ia menuturkan bahwa drone ini juga sudah ada di berbagai negara di dunia dan nantinya akan dijual untuk umum melalui Prestige Motorcars.

"Ehang merupakan satu-satunya perusahaan otonom kendaraan udara di dunia yang produknya sudah ada. Jadi ini akan masuk ke Tanah Air pada bulan tujuh tahun ini. Ehang 216 sudah dipakai di beberapa negara dan sekitar 130 unit di dunia dan juga nantinya akan kita jual untuk umum. Tapi kita saat ini masih belum tahu harganya karena kondisi sekarang masih diurus regulasinya," kata Rudy Salim saat mempresentasikan taksi otonom tersebut.

>>> 5 Cara Menghindari Ngantuk saat Berkendara Ketika Sedang Puasa

Gambar menunjukan Uji Coba Ehang

Uji coba taksi otonom Ehang  216

EHang 216

Ehang  216 merupakan pesawat dengan ketinggian rendah, daya tinggi, dan dapat mengemudi sendiri yang dibuat menggunakan bahan komposit karbon dan logam untuk mencapai rasio kekuatan terhadap berat yang diperlukan. Panjang kendaraan furistrik ini adalah 5,61 m, tingginya 1,76 m, dan beratnya mencapai 360 kg. Pesawat ini mampu membawa muatan hingga 260 kg.

Ehang  216 memiliki struktur yang dapat menampung hingga dua penumpang dengan ruang kaki dan ruang bagasi yang cukup. Badan pesawatnya didukung oleh roda pendarat tipe selip yang kaku, yang memastikan jarak yang cukup antara tanah dan rotor.

Badan pesawat dilengkapi dengan empat penyangga berbentuk V yang diperpanjang, yang tersebar pada jarak yang sama sehingga menyisakan ruang untuk masuk dan keluar penumpang. Selain itu EHang  216 juga memiliki dua pintu sayap camar berengsel di bagian atas, yang menempati lebih sedikit ruang dan memastikan bentuk aerodinamis. 

Ehang 216  dapat melakukan penerbangan otonom sepenuhnya menggunakan sistem kontrol penerbangan lanjutan di dalam pesawat, sistem navigasi cerdas, dan sistem pemosisian global (GPS). 

"Ehang ini sama sekali tidak membutuhkan pilot karena kalau kita beli helikopter kita memerlukan seorang pilot dan engineer untuk memperbaikinya dan mengemudikan helikopter tersebut. Dan untuk biaya menerbangkan helikopter tersebut membutuhkan USD 8 per detik. Sedangkan karena Ehang ini adalah pesawat listrik biaya penerbangganya untuk 30 sampai 40 km itu hanya Rp 300 ribu," tutup Rudy Salim.

>>> Maaf, 50 Unit Kijang Innova Limited Edition Sudah Ludes Terjual!

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top