Menimbang Peluang Persaingan Hyundai Staria

12/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Hyundai Staria menjadi produk Hyundai Indonesia dalam segmen pasar MPV kelas premium untuk bersaing dengan produk sekelas asal Korea Selatan dan Jepang

Menilik spesifikasi dan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor), Hyundai Staria menempati posisi tersendiri dalam segmen pasar MPV kelas premium. Maksudnya begini, segmen pasar MPV kelas premium bisa dipaparkan mulai dari entry level hingga top of the line. Nah, Toyota Alphard menempati posisi  top of the line dalam segmen pasar MPV kelas premium. Lalu di mana posisi persaingan Hyundai Staria dalam segmen pasar MPV di Indonesia?  

>>> 5 Pilihan Mobil Bekas Mewah dengan Harga Hyundai Staria

MPV Premium  

gambar lexus LM

Lexus LM, produk unggulan Lexus dalam segmen pasar premium luxury MPV

Berdasarkan data NJKB dalam laman Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, terdapat sejumlah informasi terkait Hyundai Staria. MPV terbaru Hyundai tersebut dibekali mesin 2,2 liter, sistem gerak 2WD, transmisi otomatis 8-speed (8AT) serta dibanderol dengan harga (NJKB) sebesar Rp 450.000.000.  

Secara teknis, NJKB bukan harga jual resmi MPV Hyundai terbaru itu. Data harga NJKB mengacu pada angka dasar harga jual kendaraan sebelum dikenakan  Pajak Pertambahan Nilai, pajak kendaraan bermotor (PKB), dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB). Setelah tambahan pajak-pajak tersebut, harga jual MPV unggulan Hyundai tersebut diprediksi berada di kisaran Rp 600 juta – Rp 800 juta sehingga sudah masuk  segmen pasar MPV kelas premium. 

Toyota Alphard

gambar toyota alphard

Toyota Alphard menjadi benchmark dalam segmen pasar MPV kelas premium di Indonesia

Memakai asumsi harga produk terbaru Hyundai dengan prediksi Rp 600 juta – Rp 800 juta, tentunya MPV kelas premium asal Negeri Ginseng tersebut tidak akan bermain dalam gelanggang Toyota Alphard. Menurut data terbaru PT Toyota-Astra Motor (TAM), Toyota Alphard dijual dengan rentang harga mulai Rp 1.065.450.000 (varian 2.5 X A/T) hingga Rp 1.990.450.000 (varian 3.5 Q A/T). Sedangkan Toyota Vellfire  2.5 G A/T ditawarkan dengan harga Rp 1.247.850.000. 

KIA Grand Sedona

gambar kia sedona

KIA Grand Sedona, tersedia dengan pilihan mesin bensin dan diesel sesuai kebutuhan konsumen 

Merunut spesifikasi teknisnya, Hyundai Staria lebih cocok untuk bersaing dengan sesama MPV asal Korea Selatan, KIA Grand Sedona. MPV unggulan Hyundai dibekali mesin turbo diesel  177 hp 431 Nm dan transmisi otomatis 8-speed. Sedangkan KIA Grand Sedona didukung mesin turbo diesel 200 hp 441 Nm dan transmisi otomatis 8-speed. 

Untuk dimensi, KIA Grand Sedona (5.115 mm x 1.985 mm x 1.755 mm, 3.060 mm) lebih kecil daripada sang MPV Hyundai (5.255 mm x 1.995 mm x 1.990 mm-2.000 mm, 3.275 mm). Soal daya angkut penumpang, produk MPV Hyundai dan KIA Grand Sedona sama-sama punya kapasitas 11 orang. Dengan patokan harga jual MPV terbaru Hyundai tersebut di Thailand (Rp 770 juta – Rp 890 juta), maka pesaing  paling dekat ya  KIA Grand Sedona diesel yang dibanderol Rp 692,4 juta. 

Honda Odyssey

gambar honda odyssey

Honda Odyssey, MPV premium andalan Honda di Indonesia 

PT Honda Prospect Motor (HPM) memasarkan  Honda Odyssey dengan banderol Rp 888 juta (OTR DKI Jakarta). Dari segi dimensi, Honda Odyssey lebih kecil dibanding MPV terbaru Hyundai dan ruang dalamnya hanya mampu menampung tujuh orang penumpang. Selain itu, Honda Odyssey memakai mesin bensin 2,4 liter 173 hp 225 Nm. Nilai jual unggulan Honda Odyssey terletak pada fitur kenyamanan kabin dan fitur keselamatan Honda Sensing.  Namun semua data di sini hanya sekadar prediksi. Karena hasil akhir tentu  berbeda  tergantung strategi yang dipilih PT Hyundai Motors Indonesia untuk Hyundai Staria.

>>> Hyundai Staria Resmi Meluncur di Thailand, Indonesia Menyusul

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top