Hyundai Produksi Mobil Listrik 'Buatan' Indonesia Mulai Maret 2022

26/10/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Hyundai menjadi produsen otomotif pertama yang siap memproduksi mobil dalam negeri. Rencananya, mobil listrik Hyundai 'buatan' Indonesia itu lahir Maret 2022.

Hyundai bisa dibilang selangkah di depan ketika membicarakan mobil listrik di Indonesia. Bagaimana tidak, pabrikan asal Negeri Ginseng itu terbilang nekat ketika merilis dua mobil listriknya sekaligus pada tahun 2020.

Langkah Hyundai meluncurkan dua mobil listriknya di Tanah Air memang bukan tanpa alasan, melainkan sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mempercepat kehadiran kendaraan elektrifikasi meski peminatnya masih sedikit. 

>>> Hyundai Hapus Seluruh Model Mobil BBM Pada 2045

Mobil Listrik Hyundai 'Buatan' Indonesia Lahir 2022

mobil listrik Hyundai

Hyundai jadi produsen otomotif perdana yang produksi mobil listrik dalam negeri

Belum habis sampai di situ, Hyundai yang diketahui tengah membangun pabrik di Indonesia ini tengah bersiap dalam memproduksi mobil listrik. PT. Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) akan menjadi perusahaan industri otomotif pertama di Indonesia yang melakukan proses produksi kendaraan listrik pada Maret 2022. Pada tahap awal, HMMI akan memproduksi 1.000 unit kendaraan listrik per tahun.

“Produksi kendaraan listrik ini tentunya menjadi showcase kapabilitas industri otomotif Indonesia yang juga bergerak ke arah industri yang ramah lingkungan, sekaligus memberi pesan kepada dunia internasional bahwa Indonesia siap menjadi hub ekspor utama bagi kendaraan listrik di ASEAN dan wilayah sekitarnya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya. 

Agus berpesan agar perusahaan menerapkan teknologi Industri 4.0 di seluruh lini produksi, serta melibatkan IKM sebagai bagian dari global supply chain perusahaan. Selain itu, Kementerian Perindustrian mengundang HMMI untuk mendirikan akademi atau politeknik yang lulusannya secara otomatis bisa menjadi pekerja dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri maupun di lini purnajual untuk melayani kebutuhan konsumen.

Sekadar informasi, Kementerian Perindustrian telah menyusun skema importasi Kendaraan Bermotor Listrik Bertenaga Baterai (KBLBB) dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia.

Menperin Agus Gumiwang

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan KBLBB, pengembangan industri diawali melalui skema Completely Knock Down (CKD) sampai dengan tahun 2024, dilanjutkan dengan Incompletely Knock Down (IKD), dan Importasi secara part by part.

>>> Hyundai Casper Resmi Diperkenalkan, Bakal Ada Versi Listrik Juga Nih?

Pemerintah Kebut Kurangi Konsumsi BBM

Agus menyebut industri kendaraan listrik di Indonesia memiliki keharusan untuk memperhatikan pengembangan Industri komponen. Pasalnya, sejumlah 1.550 perusahaan industri komponen yang terbagi dalam tiga tier selama ini menjadi pemasok utama komponen kendaraan Internal Combustion Engine (ICE). Sebagian besar di antaranya (anggota tier-2 dan tier-3) merupakan industri kecil dan menengah.

mobil listrik Wuling

Selain Hyundai, Wuling juga tampaknya tengah bersiap menghadirkan kendaraan listrik mungilnya

Masih dalam peta jalan yang sama, Kementerian Perindustrian menargetkan produksi mobil listrik dan bus listrik pada tahun 2030 mencapai 600 ribu unit. Angka tersebut diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 7,5 juta Barrel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 2,7 juta Ton, selaras dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada COP21 di Paris pada Desember 2015.

“Proses transisi industrialisasi dari kendaraan konvensional dan kendaraan listrik harus dapat semaksimal mungkin melibatkan sektor IKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” terang Agus. 

>>> Adu Spesifikasi Nissan Leaf vs Hyundai Ioniq, Siapa Lebih Unggul?

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top