Hyundai Buka Suara Soal Isu Kehadiran Stargazer dan Creta di Indonesia

12/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Hyundai Buka Suara Soal Isu Kehadiran Stargazer dan Creta di Indonesia
Setelah spy shot Hyundai Stargazer dan Creta bocor di media sosial, publik pun bertanya-tanya mengenai waktu peluncuran kedua mobil tersebut di pasar Indonesia.

Hyundai diketahui tengah membangun pabrik di atas lahan seluas 77,6 hektar di Kota Delta Mas, Bekasi, Jawa Barat. Investasi yang dilakukan oleh pabrikan asal Korea Selatan pun bukan sesuaty yang kecil. Mereka telah mengucurkan dana sebesar $ 1,5 miliar atau setara dengan sekitar Rp 22 triliun.

General Manager Marketing Department Hyundai Motor Indonesia (HMID), Astrid A. Wijaya menyampaikan bahwa perkembangan pembangunan megapabrik tersebut sudah mencapai 95%.

"Progres pabrik sudah 95%, dan kami (HMID) rencanakan akhir tahun ini sudah mulai melakukan produksi," ungkap Astrid di sela media test drive Hyundai Staria di Jakarta, Kamis (9/9).

>>> Wuih! Hyundai Akan Perkenalkan Mobil Baru Berbahan Bakar Air

Gambar Pabrik Hyundai

Pabrik Hyundai di Kota Delta Mas ini ditargetkan untuk beroperasi pada akhir tahun 2021

Apakah Stargazer dan Creta Jadi Model Pertama yang Diproduksi?

Belakangan ini, spy shot dari Hyundai Stargazer dan Creta saat sedang dites di Indonesia mulai banyak beredar di media sosial. Berdasarkan hal tersebut, banyak yang berasumsi bahwa kedua mobil tersebut kemungkinan jadi model yang diproduksi di Indonesia.

Kedua mobil mewakili segmentasi pasar yang besar di Indonesia, dan saat ini Hyundai belum memiliki mobil untuk bersaing di segmen tersebut. Memproduksi Hyundai Stargazer dan Creta jadi pilihan logis dan strategis bagi Hyundai Motor Corporation (HMC) untuk mengembangkan sayapnya di salah satu pasar paling potensial. Baik Hyundai Stargazer maupun Creta bisa bersaing dengan para rival yang didominasi pabrikan Jepang. 

Sayangnya, Astrid masih enggan berkomentar mengenai kemungkinan kedua mobil tersebut untuk diproduksi dan diluncurkan di Indonesia. Saat ini, ia memilih untuk berfokus pada produk yang sudah ada di Indonesia seperti Hyundai Staria atau Santa Fe.

Gambar Hyundai Staria

Saat ini HMID memilih untuk berfokus pada model yang sudah ada di Indonesia seperti Staria

"Pabrik Indonesia nantinya akan bersinergi dengan pabrik Hyundai lainnya. Jadi mobil yang akan diproduksi dan diluncurkan tentunya akan bergantung pada aspek tersebut. Jenis produknya apa, nanti kita akan cerita ketika waktunya tiba," ujar Astrid.

>>> Hyundai Staria Sudah Mulai Banyak Diburu Orang Indonesia

Pabrik Indonesia Akan Jadi Hub Bagi Hyundai di Asia Tenggara

Astrid mengungkapkan bahwa HMC memiliki komitmen yang besar di Indonesia. Pabrik perakitan di Kota Delta Mas tak hanya memproduksi mobil untuk pasar domestik saja, tetapi juga untuk pasar ekspor ke negara-negara tetangga.

"Pabrik di Indonesia ini adalah pabrik pertama (Hyundai) di Asia Tenggara, dan akan menjadi hub di Asia Tenggara. Ini menunjukkan komitmen dari Hyundai Motor Company mengenai langkah-langkah strategis untuk berada di emerging market yang dimotori Indonesia untuk men-support negara-negara tetangga sekitar," terangnya.

Tentunya, mobil yang akan diproduksi di masa depan tak hanya bergantung pada kondisi pasar di Indonesia dan negara sekitar. Komposisi produk di HMC akan menjadi faktor utama. Meski begitu, HMID akan terus memantau perkembangan pasar otomotif di Tanah Air sebagai bagian dari pengambilan keputusan.

"Rest assured, kami di HMID juga melihat dari segi komposisi market maupun potensi yang ada di indonesia atau juga di negara sekitar," tutupnya.

>>> Ini Hyundai Stargazer, Calon Rival Avanza -Xpander di Indonesia 

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com. Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas
 
back to top