Hyundai dan Kia Meningkatkan Persaingan untuk Industri Otomotif Dunia

06/01/2018

Pasar mobil
Share this post:
Hyundai dan Kia Meningkatkan Persaingan untuk Industri Otomotif Dunia
Berkembang di era digital dan persaingan yang semakin kompetitif merupakan salah satu hal yang susah dilakukan, apalagi dalam industri otomotif saat ini. Namun, Kia dan Hyundai mampu mengubah kompetisi dan akhirnya mendapatkan pertumbuhan penjualan 4% di seluruh dunia.

Perusahaan induk yang berbasis di Korea Selatan, Hyundai dan Kia pada hari Selasa lalu memperkirakan pertumbuhan penjualan di seluruh dunia. Pertumbuhan sebesar 4% tersebut terhitung dengan sekitar 7.55 juta kendaraan dibeli oleh konsumen dari berbagai belahan dunia.

Kantor induk perusahaan Hyundai dan Kia yang berada di Korea Selatan

Kantor induk Hyundai dan Kia di Korea Selatan

Dua merek ini menjadi produsen mobil dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat dalam lima tahun terakhir. Meskipun pertumbuhan 4% tersebut dinilai masih lambat, namun hal itu patut diapresiasi karena tingkat penjualan industri secara keseluruhan di AS diproyeksikan akan turun untuk pertama kalinya sejak 2009. Disusul dengan melambatnya pertumbuhan industri di China saat ini.

Pertumbuhan penjualan menjadi salah satu target bagi masing-masing produsen mobil. Bahkan, kedua perusahaan ini tidak selalu mendapatkan tingkat pertumbuhan yang baik, mengingat pada tahun lau mereka ‘hanya’ mendapatkan penjualan sebesar 7% dari 7.25 juta unit kendaraan yang terjual. Padahal, target penjualan tahun 2016 lalu mencapai 8.25 juta kendaraan.

Deretan mobil Hyundai yang sedang dipajang dalam sebuah pameran

Deretan mobil baru Hyundai

Hyundai Motor mengatakan dalam sebuah wawancara, “Lingkungan pasar diperkirakan akan sulit karena perlambatan di pasar utama seperti AS dan China, pertumbuhan ekonomi global dan proteksionisme perdagangan yang berkepanjangan di negara-negara besar.”

>>> Baca juga berita mobil lainnya disini

Hyundai dan Kia mampu berbicara banyak di pasar AS dengan menawarkan berbagai varian menarik semisal Santa Fe, Tucson dan Kona oleh produsen Hyundai dan Sorento, Sportage dab Niro oleh Kia. Tapi, tentu saja melihat permintaan pasar SUV yang lebih besar pada mobil SUV dan crossover, Hyundai dan Kia akan melanjutan perkembangan mobil besar mereka.

Mobil Hyundai Sorento berwarna putih yang sedang dipajang di pameran

Hyundai Santro, mobil flagship baru Hyundai tahun 2018

Hal yang memberatkan Hyundai lainnya adalah kerusuhan politik antara Korea Selatan dan China terkait kebijakan anti-rudal Korea Selatan karena meningkatnya volatlitas pemerintahan Korea Utara. Kebijakan China yang memfatilisasi sebagian besar kegiatan nuklir Korea Utara membuat Korea Selatan dan seluruh industri lainnya merasa gugup.

China mempunyai kemampuan untuk membatasi berapa banyak kendaraan Hyundai dan Kia yang bisa dijual di negara Tirai Bambu tersebut. Berakhirnya intensif pajak yang diberikan bagi para pembeli China untuk membeli kendaraan yang tidak efisien juga memberatkan brand asal Korea tersebut.

>>> Baca juga Kerjasama Indonesia dan Hyundai dalam pendirian pabrik di Karawang

Karena itu, Hyundai menginginkan pasar AS dengan membangun brand mewah Genesis untuk memberikan varian kendaraan berbahan bakar alternative, termasuk peluncuran sub-merek Ioniq. Hyundai berencana untuk meluncurkan 14 model kendaraan berbahan bakar alternatif baru pada 2020.

Bagi Hyundai dan Kia telah membuat langkah besar dalam citra mereka untuk kualitas dan nilai perusahaan dan brand di Amerika. Langkah ini mendukung brand platform yang kuat untuk mengenalkan kendaraan baru pada tahun 2018 dan 2019.

>>> Baca juga perkembangan industri otomotif lainnya disini

Share this post: