Huawei Patenkan Pengisian Daya EV to EV

01/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei mematenkan metode pengisian daya EV to EV dalam rangka mengikuti tren elektrifikasi dan konektivitas kendaraan bermotor.

Dikenal sebagai raksasa telekomunikasi, Huawei terus mengikuti perkembangan industri otomotif dunia. Dan baru-baru ini Huawei mematenkan inovasi terbarunya berkaitan dengan elektrifikasi mobil berupa metode pengisian daya EV to EV.

>>> Huawei Punya Petal Maps, Aplikasi Navigasi Digital Pesaing Google Maps

Terdaftar di CNIPA

Dilansir dari media otomotif China, Gasgoo (24/2/2021) paten Huawei di atas sudah terdaftar di situs administrasi kekayaan intelektual, China's National Intellectual Property Administration (CNIPA), dengan nomor aplikasi 2016108527197. Patennya diberi nama “Electric vehicles (EVs) and methods of charging between electric vehicles”. Sebenarnya paten tersebut sudah lama diajukan, yaitu pada September 2016. Namun baru diterbitkan oleh CNIPA pada Selasa, 23 Februari 2021 waktu setempat.

Foto Booth Huawei di sebuah pameran

Huawei tetap berkembang meski masuk daftar hitam AS

Paten EV to EV di atas dirancang untuk menyediakan metode pengisian antar kendaraan listrik, baik itu antar mobil listrik, antar sepeda motor listrik, atau keduanya. Detailnya proses pengisian dilakukan dengan menghubungkan soket DC mobil listrik dan soket AC mobil listrik yang lain melalui kabel pengisian / pengosongan. Baterai mobil yang mengisi dengan yang diisi dapat dikontrol menggunakan aplikasi sehingga bisa menyesuaikan kapasitas pengisian daya yang dibutuhkan. Singkatnya, teknologi EV to EV ini memungkinkan pengguna mobil listrik untuk berbagi kapasitas baterai satu sama lain.

>>> Ini Yang Membuat Mobil China Layak Dipertimbangkan Saat Anda Pengin Mobil Baru

Paten Lain

Selain metode pengisian EV to EV, ada beberapa paten lagi yang telah diajukan Huawei ke CNIPA dan bakal terbit tahun ini. Diantaranya sistem Bantuan Rem dan Metode Pengereman, Metode dan Perangkat untuk Deteksi Pejalan Kaki, Media dan Chip Penyimpanan Yang Dapat Dibaca Mesin, Silikon Komposit Karbon dan Metode Produksi Yang Relevan Yang Dapat Memperpanjang Masa Pakai Baterai, serta Deselerator dan Powertrain NEV.

Foto booth Huawei

Huawei tidak akan membuat mobil listrik

Sebagai informasi, Huawei yang kini masih mendapat sanksi pemerintah AS diisukan tengah merancang bakal membuat mobil listrik. Menurut Reuters, Huawei Technologies Co Ltd sedang dalam pembicaraan dengan Changan Automobile dan beberapa produsen mobil yang lain untuk membuat kendaraan listrik (EV). Diskusi juga dilakukan Huawei dengan BluePark New Energy dari grup BAIC yang merupakan raksasa otomotif paling populer di China.

Sementara itu, pihak Huawei membantah pemberitaan di atas. Salah seorang juru bicaranya menyebut Huawei tidak berorientasi membuat mobil listrik dalam bentuk apapun.

“Huawei bukanlah produsen mobil. Namun melalui TIK (teknologi informasi dan komunikasi), kami bertujuan untuk menjadi penyedia komponen yang berorientasi pada mobil digital dan baru, memungkinkan OEM mobil (pabrikan peralatan asli) untuk membuat kendaraan yang lebih baik.” kata Staf Huawei, seperti dikutip dari Huawei Central, (26/1/2021).

>>> Berita otomotif terbaru hanya ada di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top