Honda BR-V Terbaru Butuh Modal Ini Biar Lebih Sukses

03/09/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Penjualan Honda BR-V dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. BIla nantinya ada model baru, setidaknya Honda BR-V harus ada modal ini supaya laris.

Segmen Low SUV kini dipenuhi oleh beragam model mobil. Salah satunya adalah Honda BR-V. BR-V merupakan jagoan dari Honda untuk berhadapan dengan para rivalnya seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, hingga Mitsubishi Xpander Cross. 

Meluncur perdana tahun 2016, perjalanan BR-V tak semulus sang saudara Honda HR-V. Penjualannya sempat melejit pada tahun pertamanya, lalu kemudian merosot di tahun 2017. 

Honda BR-V

BR-V terakhir disegarkan tahun 2019 pada ajang IIMS

Penurunan penjualan ini justru tak dialami oleh kompetitornya yang terbilang masih stabil dari sisi penjualan. Tren penurunan penjualan Honda BR-V terus berlanjut pada 2018. Kalau pada tahun 2016 distribusinya mencapai 38.666 unit, pada tahun 2018 tercatat hanya 7.741 unit. 

Kemudian pada tahun 2020 saat banyak negara dilanda pandemi, Honda BR-V pun turut merasakannya. Sepanjang tahun 2020, hanya 1.468 unit BR-V terdistribusi dari pabrik ke dealer. Nyatanya meski mengalami penurunan, PT Honda Prospect Motor masih melanjutkan penjualan BR-V. 

"Penjualan BR-V masih sesuai dengan rencana kami," ungkap Business Innovation and Marketing Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy saat dihubungi Cintamobil, Jumat (3/9/2021). 

Tentunya banyak cara yang bisa dilakukan Honda untuk menggairahkan penjualan BR-V, salah satu caranya adalah penyegaran dari sisi wajah, interior, fitur, tentunya harga terjangkau. Honda bukan berdiam diri, ada beberapa ubahan yang dihadirkan pada BR-V. Terakhir kosmetik BR-V dipoles pada ajang Indonesia International Motor Show 2019. Tapi tampaknya minimnya ubahan tak memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan. 

>>> Benarkah Honda N7X Concept Bakal Jadi Penerus BR-V di Indonesia?

Permak Desain Honda BR-V Bisa Jadi Solusi?

Honda BR-V

Ubahan pada eksterior bisa jadi faktor pemikat

Bisa jadi orang Indonesia menginginkan ubahan besar-besar dari sisi desain eksterior, interior, hingga fitur. Strategi ini bisa digunakan guna menggenjot penjualan. Contohnya pada Brio yang bisa mempertahankan penjualan saat desain ekteriornya berubah total. Tampilan sporty BR-V bisa dipertahankan dengan menambahkan desain futuristik seperti mobil-mobil zaman sekarang. 

Desain eksterior kekinian tentu harus didukung dengan interiornya. Tak sedikit yang menyebut desain interior BR-V terlihat biasa saja. Penyegaran pada desain interior juga bisa menjadi satu cara agar penjualannya moncer lagi. 

Dari sisi dapur pacunya juga penting. Honda bisa menyematkan mesin hybrid atau justru tenaga listrik dari baterai guna mendukung program pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik. Ini bisa menjadi nilai plus bagi konsumen keluarga yang sudah mulai konsen untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. 

Honda BR-V

Mesin 1.5L yang diusung BR-V saat ini

Tak ketinggalan fiturnya. Honda BR-V memiliki karakter yang sesuai dengan keluarga Indonesia dengan aktifitas segudang. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, Honda bisa menambahkan fitur canggih supaya berkendara bisa lebih aman dan nyaman.

Misalnya dengan menyematkan fitur Honda Sensing yang sudah ada di CR-V Turbo Prestige. Adapun fitur Honda Sensing di dalam CR-V antara lain Collision Mitigation Braking System, Adaptive Cruise Control, dan Lane Keeping Assist. Ketiganya berperan mendukung keamanan pengendara dan penumpang sepanjang perjalanan. 

>>> Komparasi Honda BR-V vs Toyota Rush, Antara SUV Crossover dan Sedan Tinggi

Penempatan Harga Honda BR-V Tak Kalah Penting

Yang tak kalah penting adalah harganya. Saat ini harga Honda BR-V dibanderol mulai Rp 251,4 juta sampai yang termahal Rp 293,6 juta. Bila nantinya ada penyegaran setidaknya harga jual harus dipertahankan sekaligus tetap kompetitif jika dibandingkan dengan para rivalnya?

Mengingat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut bahwa sebagian besar masyarakat di Tanah Air memiliki kemampuan membeli mobil di bawah Rp 300 juta. 

"Pada dasarnya kami terus berinovasi untuk selalu memenuhi ekspektasi konsumen ya," pungkas Billy. 

Sejauh ini belum dapat dipastikan apakah Honda berniat untuk menghadirkan BR-V terbaru di Indonesia. Namun nama BR-V dalam beberapa bulan terakhir cukup hangat menjadi bahan perbincangan usai Honda meluncurkan N7X Concept.

Honda N7X Concept disebut-sebut sebagai bakal calon dari BR-V terbaru. Wajar, lekuk bodi N7X Concept amat identik dengan Honda BR-V. Tapi hal itu buru-buru ditampik Honda. Honda menyebut kehadiran N7X Concept tak mengarah pada model tertentu termasuk BR-V. 

Honda N7X Concept

Honda N7X Concept digadang-gadang menjadi penerus dari BR-V

Meski begitu Honda memastikan bahwa N7X Concept akan diproduksi massal dan diharap mampu menggaet banyak konsumen Indonesia. Honda N7X Concept tak asal hadir di Indonesia. Sebelumnya jenama asal Jepang itu mengklaim sudah melakukan riset mendalam terkait mobil konsep ini. 

Honda N7X Concept diharapkan bisa memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia akan mobil 7 penumpang yang dinilai masih memiliki beragam kekurangan. Apakah nantinya Honda BR-V akan dijual berdampingan dengan N7X Concept versi produksi atau salah satu justru harus mengalah seperti Jazz? Patut ditunggu!

"Pendahulu kita Low MPV dan Low SUV ada kurang panjang, kurang lebar, kurang tinggi jadi kita refleksikan riset itu sampai terciptalah mobil konsep ini," ujar Billy di kesempatan terpisah. 

>>> Harga Honda N7X saat Diluncurkan Bakal Lebih Murah Dari BR-V?

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top