Harus Dipikirkan, Tol Bawen-Yogyakarta Hilangkan Lahan Pertanian Produktif

05/12/2019

Pasar mobil

3 menit

Harus Dipikirkan, Tol Bawen-Yogyakarta Hilangkan Lahan Pertanian Produktif
Bukan sekadar ganti untung pembebasan, Pengamat Transportasi berharap pemerintah memikirkan solusi lain dari hilangnya lahan pertanian produktif di Jawa Tengah akibat proyek Tol Bawen-Yogyakarta.

Mobilitas pengguna kendaraan roda empat makin mudah seiring beroperasinya jalan Tol Trans Jawa secara penuh. Jarak Jakarta-Surabaya 780 km yang biasanya ditempuh dalam waktu lebih dari 24 jam, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 8-10 jam. Tentu saja untuk jarak yang lebih pendek waktu tempuh juga lebih singkat.

Foto Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang

Jalan Tol Trans Jawa memperpendek jarak tempuh Jakarta-Semarang

Yang kurang dari jalan Tol Trans Jawa adalah belum terjangkaunya salah satu kota besar dan penting di pulau Jawa, yaitu Yogyakarta. Namun sepertinya ini juga tidak akan lama. Pemerintah saat ini tengah dalam tahap pembangunan jalan tol yang terhubung dengan kota istimewa tersebut, yaitu Tol Bawen-Yogyakarta sepanjang 71 km, Tol Solo-Yogyakarta sepanjang 54 km, dan Tol Cilacap-Yogyakarta sepanjang 184 km (rencana).

Khusus Tol Bawen-Yogyakarta, ada penilaian dari Pengamat Transportasi Universitas Katholik (UNIKA) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno. Menurutnya, pembangunan tol tersebut akan banyak memakan korban berupa lahan pertanian produktif di Jawa Tengah. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai 355 hektar yang tersebar di beberapa kawasan subur.

"Biasanya lahan lahan yang dibebaskan untuk pembangunan jalan tol merupakan lahan pertanian bukan pemukiman, dan hal ini juga akan terjadi di proyek jalan Tol Bawen-Yogyakarta," tutur Djoko seperti dikutip dari Gatra, (3/12/2019). "Padahal lahan pertanian di jalur ini merupakan lahan pertanian yang produktif, imbas dari adanya beberapa gunung berapi, seperti Merapi, Merbabu, Telomoyo. Lahan pertanian ini juga mampu menghasilkan bahan pangan yang berkualitas," lanjutnya.

>>> Kabar Gembira Untuk Kita Semua! Bulan Desember 2019 Ini Kementerian PUPR Siap Buka Tol Layang Jakarta Cikampek II

Gambar Plan Tol Bawen-Yogyakarta

Gubernur Tol Bawen-Yogyakarta telah memberikan restu pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta

Dijelaskan pula bahwa lahan pertanian di Jawa memiliki tingkat kesuburan yang sangat tinggi dibanding lahan di pulau yang lain. "Padahal tingkat kesuburan produktivitas lahan di Pulau Jawa 4 kali lahan di Pulau Sumatera, 6 kali Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Papua," paparnya.

Selain menghilangkan potensi produksi pertanian di banyak tempat, pengambilalihan lahan menjadi jalan tol dinilai menghilangkan mata pencaharian warga yang bergantung pada hasil bertani, juga menghilangkan beberapa sumber air. Artinya, pemerintah juga harus memikirkan hal-hal penting di atas, tidak sekadar memberi ganti untung kepada warga yang lahannya terkena proyek tol.

>>> Makin Panjang Tol Trans Sumatera Beroperasi, Ini Sisanya Yang Menunggu Diselesaikan

Foto Lahan pertanian di dekat Gunung Merapi Jawa Tengah

Lahan pertanian di Jawa terkenal super produktif

>>> Ikuti terus berita otomotif terlengkap dan terupdate hanya di situs Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top