Hari Pertama Larangan Mudik, 1.200 Kendaraan Diminta Putar Balik di Jabar

07/05/2021

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Pada hari pertama larangan mudik berlaku efektif, setidaknya ada 1.200 kendaraan yang diminta putar balik, baik di jalur tol maupun arteri di wilayah Jabar.

Larangan mudik Lebaran 2021 resmi berlaku mulai Rabu (6/5/2021). Di hari pertama berlakunya kebijakan ini, jajaran kepolisian melakukan penyekatan di berbagai wilayah untuk mengantisipasi masih adanya arus mudik. Di wilayah Jawa Barat, pada hari pertama larangan mudik berlaku efektif, setidaknya ada 1.200 kendaraan yang diminta putar balik, baik di jalur tol maupun arteri.

“Ada 1.200 kendaraan pemudik, yang sudah kita putar balikkan,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri saat meninjau penyekatan di GT Palmerah, Cirebon, Kamis (6/5), dikutip dari situs resmi NTMC Polri.

Dofiri menambahkan, jumlah 1.200 kendaraan yang diputar balikkan tersebut, berdasar data yang masuk sejak Kamis (6/5) pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB yang tersebar di wilayah hukum Polda Jabar. 

Mantan Kapolda Yogyakarta ini menuturkan, di wilayah hukum Polda Jabar setidaknya terdapat 158 titik pos penyekatan 22 di antaranya tersebar di jalan tol sedangkan 136 titik lainnya tersebar di jalur-jalur arteri.

“Adanya penyekatan ini terbukti efektif, sehingga kendaraan yang diputar balikkan tidak terlalu banyak,” tuturnya. 

>>> 8 Titik Penyekatan Kota Depok untuk Cegah Pemudik Nekat

Kapolda Jabar Ahmad Dofiri yang sedang berpidato

Kapolda jabar ahmad dofiri sedang melakukan pidato 

>>> 5 Destinasi Wisata Lokal di Semarang, Cocok Buat Isi Libur Lebaran

Masyarakat Diminta Urungkan Niat Mudik

Ia mengimbau kepada warga yang berniat akan mudik atau pulang kampung untuk mengurung kan niatnya dan mentaati aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah ini. Menurutnya, petugas dari jajaran kepolisian juga tetap akan melakukan penyekatan sehingga warga yang kedapatan bertujuan mudik pasti akan diputar balikkan.

“Kami mengimbau warga yang akan pulang urungkan niatnya terlebih dahulu, karena akan diputar balikkan ke daerah asal,” jelas Jenderal Polisi bintang dua tersebut.

Kebijakan larangan mudik lebaran 2021 berlaku dari 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Larangan Mudik Lokal

Di sisi lain, setelah sempat disebut-sebut membolehkan mudik di wilayah aglomerasi atau mudik lokal, Pemerintah kini menegaskan bahwa segala bentuk jenis mudik dilarang. Baik itu mudik jarak jauh ataupun mudik lokal di wilayah aglomerasi. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Pengamanan Covid-19 Wiku Adisasmito.

“Untuk memecah kebingungan masyarakat terkait mudik lokal di wilayah aglomerasi, saya tegaskan Pemerintah melarang apa pun bentuk mudik, baik lintas provinsi maupun satu wilayah kabupaten/kota aglomerasi,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Sekretariat Presiden, Selasa (4/5). 

Juru Bicara Satgas Pengamanan Covid-19

Juru bicara satgas pengamanan covid-19 wiku adisasmito

Aglomerasi merupakan kota atau kabupaten yang telah diperpanjang yang terdiri dari pusat kota yang padat dan kabupaten yang terhubung oleh daerah perkotaan yang berkesinambungan. Aglomerasi juga terhubung dalam satu kawasan pertumbuhan strategis atau wilayah-wilayah penyangga utama. Contohnya seperti Jabodetabek yang meliputi Jakarta serta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi sebagai wilayah penyangganya. Kemudian ada juga Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi.

>>> Ratusan Ribu Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta Sebelum Larangan Mudik Berlaku

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.
 
back to top