Hari Pertama Jateng di Rumah Saja Jalur ke Bandungan Sepi

06/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Jalur ke kawasan wisata Bandungan di Kabupaten Semarang terlihat sepi pada hari pertama penerapan kebijakan Jateng di Rumah Saja, Sabtu 6 Februari 2021.

Gerakan Jateng di Rumah Saja berlangsung mulai hari ini, Sabtu (6/2/2021). Efeknya langsung terasa, sebagian besar jalanan di Provinsi Jawa Tengah terlihat sepi. Di Kabupaten Semarang, jalur dari arah Semarang/Ungaran ke Bandungan/Sumowono terlihat lengang. Bahkan di titik-titik yang biasa ramai oleh warga seperti di Pasar Jimbaran dan Pasar Bandungan juga tidak banyak lalu lalang kendaraan yang melintas.

Pantauan Cintamobil.com, pagi hari ini kawasan Bandungan diguyur hujan meski tidak terlalu deras. Namun kondisi basah menambah keengganan warga untuk keluar rumah. Terlebih Bandungan merupakan salah satu wilayah Kabupaten Semarang yang memiliki hawa sangat dingin.

Pasar Sepi

Sepi juga terlihat di sejumlah pasar tradisional, seperti kedua pasar di atas dimana tidak banyak pedagang yang berjualan. Meski tidak ada penutupan untuk pasar tradisional, sebagian besar pedagang lebih memilih libur karena tidak ingin menanggung kerugian akibat tidak banyak pembeli. Pedagang lain tetap berjualan, namun mereka mengurangi dagangannya dengan alasan yang sama.

“Saya khawatir tidak laku, karena tidak banyak orang ke pasar,” tutur Suyitno, pedagang makanan matang yang berjualan di sekitar Pasar Jimbaran Kabupaten Semarang, kepada Cintamobil.com.

>>> Catat! Mulai 6 Februari Ganjil Genap Berlaku di Bogor

Foto menunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur mengajak warga untuk memperhatikan protokol kesehatan

Jateng di Rumah Saja

Gerakan ini merupakan gagasan Gubernur Jawa Tengah dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Tengah. Ajakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/0001933 tanggal 2 Februari 2021, tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan Pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II di Jawa Tengah,

Gubernur mengajak warga Jateng untuk menghindari kerumunan dan tinggal di rumah pada Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2021. Di hari yang sama juga ditiadakan sejumlah kegiatan dan penutupan sejumlah tempat. Salah satu kutipan di Surat Edaran tersebut berbunyi “Penutupan Car Free Day, penutupan jalan, penutupan toko/mall, penutupan pasar, penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu), serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan (seperti pendidikan, event, dll).”

Pada kelanjutannya, teknis pelaksanaan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota masing masing-masing. Termasuk dalam keputusan menutup atau tetap membuka sejumlah tempat dan kegiatan. Seperti pasar-pasar tradisional dipersilahkan bagi Pemkab/Pemkot untuk tetap membuka dan beroperasi. Yang penting protokol kesehatannya diperhatikan.

"Ya enggak apa-apa sebenarnya, kalau bisa disemprot bareng-bareng, menurut saya itu bisa membantu menyehatkan. Memang ada yang menyampaikan pada saya akan tetap membuka (pasar tradisional). Maka saya minta diatur prokesnya," kata Ganjar di kantornya, Kamis (4/2/2021).

>>> Cari mobil bekas di Jawa Tengah, dapatkan di sini!

Foto menunjukkan salah satu Jalur ke Bandungan Kabupaten Semarang

Kondisi jalanan lebih sepi dari biasanya

>>> Berita aktual lainnya terkait otomotif ada disini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top