Harga Turun Hingga Ratusan Juta, Mobil Hybrid Mulai Dilirik

23/11/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Harga mobil hybrid di Indonesia mengalami penyesuaian berkat penerapan PPnBM berdasarkan emisi dan konsumsi BBM. Hal ini membuat mobil hybrid mulai dilirik.

Sebelum ada aturan pajak berdasarkan emisi dan gas buang, harga mobil hybrid di Indonesia terbilang mahal. Mobil jenis ini dikenakan pajak yang tinggi lantaran dianggap mengusung 2 mesin yakni mesin konvensional dan motor listrik.

Gambar Toyota Corolla Altis Hybrid

Selisih harga mobil berteknologi hybrid dengan konvensional tak lagi jauh

Perbedaan harganya cukup signifikan bila dibandingkan dengan mobil konvensional bahkan untuk model tertentu menyentuh ratusan juta rupiah. Hal ini pula yang memicu masyarakat masih enggan beralih menggunakan mobil hybrid atau kendaraan elektrifikasi jenis lain. 

Sebagai gambaran, penjualan kendaran elektrifikasi pada 2019 mencapai 705 unit, terdiri dari kendaraan hybrid 685 unit dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) 20 unit.

Pada 2020, jumlahnya meningkat jadi 1.234 unit yang terdiri dari 1.108 unit mobil hybrid, 6 unit PHEV, dan 120 unit mobil listrik murni. Kemudian di 2021 selama semester pertama, angkanya merangkak jauh menjadi 1.900 unit yang terdiri dari 1.378 unit mobil hybrid, 34 unit PHEV, dan 488 unit mobil listrik murni bertenaga baterai. Jumlah itu tentu belum ada apa-apanya kalau dibandingkan mobil konvensional yang secara total bisa menyentuh ratusan ribu unit. 

>>> GIIAS 2021: Lexus ES Hybrid Dirilis, Tunggangan Elegan Kelas VIP

Mobil Berteknologi Hybrid Mulai Banyak Dilirik

Namun, seiring dengan pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berdasarkan emisi dan gas buang per 16 Oktober 2021 mobil hybrid perlahan-lahan mulai dilirik. 

PT Toyota Astra Motor misalnya yang memiliki line up mobil hybrid paling banyak di Indonesia, mulai merasakan hal itu. Mobil hybrid yang ditawarkan oleh Toyota untuk model tertentu lebih laris dibandingkan versi mesin konvensional. 

"Untuk hybrid saya rasa di medium high sudah menjadi satu tren dan kebutuhan. Saya kasih contoh saja, Corolla Cross dibandingkan total penjualan komposisi yang hybrid varian sudah mendominasi di atas 70-80% jadi hampir mendominasi segmen tersebut dengan penjualan hybrid," ujar Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmi Suwandy baru-baru ini. 

Bukan hanya Corolla Cross, Camry Hybrid pun mengalami hal serupa. Harga Camry hybrid yang turun nyaris Rp 130 juta itu juga mulai menjadi sasaran. Pun demikian dengan model hybrid Toyota lainnya seperti C-HR ataupun Corolla Altis.

Gambar Toyota Corolla Cross Hybrid

Corolla Cross hybrid lebih laku dibandingkan versi mesin bensin

Penting digarisbawahi bahwa aturan PPnBM berdasarkan emisi dan konsumsi BBM ini memangkas harga model mobil hybrid dari yang dirilis Toyota. Sebagai gambaran berikut harga mobil hybrid Toyota di Indonesia setelah mengalami penyesuaian

1. Toyota Corolla Cross 1.8 Hybrid A/T : Rp 506.100.000 (turun Rp 15.380.000)
2. Toyota Camry 2.5 L A/T Hybrid: Rp 720.800.000 (Rp 128.700.000)
3. Toyota Altis Hybrid : Rp 506.300.000 (turun Rp 89.350.000)
4. Toyota C-HR Hybrid Single Tone: Rp 560.040.000 
5. Toyota C-HR Hybrid Dual Tone: Rp 561.540.000

"Corolla Sedan hybrid yang harganya mendekati Rp 500 juta awal, jadi lebih affordable saya rasa ini meningkatkan minat masyarakat untuk hybrid," kata Anton. 

>>> Bakal Diproduksi Lokal, Harga Mobil Hybrid Toyota Bisa Rp 300 Jutaan?

Harga Mobil Hybrid Makin Murah, Bakal Semakin Laris

Seiring dengan rencana peta jalan pemerintah menuju kendaraan elektrifikasi, jumlah mobil hybrid Toyota akan ditambah. Toyota sendiri sudah mengumumkan akan mulai memproduksi mobil hybrid untuk model yang populer dalam negeri agar bisa dijual dengan harga terjangkau.

Kijang Innova

Toyota bakal produksi Innova hybrid di Indonesia?

Diduga kuat mobil itu adalah Innova hybrid yang siap diproduksi di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mulai tahun 2022. Tak menutup kemungkinan pula mobil itu adalah Veloz hybrid. 

"Prediksi kami kalaupun nanti ada model-model hybrid yang murah lagi di bawah 500 juta saya rasa demand customer akan cukup baik ya. Selama perbedaan antara non hybrid dan hybrid tidak terlalu jauh," pungkas Anton. 

>>> Review Mercedes-Benz C-Class 2021: ‘Adik’ S-Class Akhirnya Berteknologi Hybrid

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top