Harga Mobil Listrik di Indonesia Bisa di Bawah Rp 500 Juta?

17/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Aturan PPnBM terbaru yang berlaku mulai Oktober 2021 memungkinkan harga mobil listrik di Indonesia turun. Bisakah harga mobil listrik di bawah Rp 500 juta?

Harga mobil listrik bakal mengalami perubahan ketika aturan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) berdasarkan emisi berlaku 16 Oktober 2021. Aturan PPnBM terbaru ini memang menjadi asa bagi para pabrikan yang sudah bersedia untuk merilis deretan mobil listriknya di Indonesia. 

Tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.74 tahun 2021 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah pada pasal 36 dijelaskan bahwa mobil berteknologi Battery Electric Vehicles atau Fuel Cell Electric Vehicles dikenai PPnBM dengan tarif sebesar 15% dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 0% dari Harga Jual. Sederhananya, tarif PPnBM 15% itu dikalikan dengan DPP 0% yang berarti mobil listrik tak dikenakan PPnBM sama sekali. 

mobil listrik Nissan Leaf 2021 yang sedang diisi daya

Nissan Leaf baru-baru ini diluncurkan di Indonesia

>>> Mobil Listrik Xiaomi Meluncur 2024?

Harga Mobil Listrik Bisa di Bawah Rp 500 Juta?

Bagi mobil listrik, insentif ini bisa dinikmati produsen saat mulai berproduksi secara komersial. Adanya insentif PPnBM, pastinya akan membuat harga mobil ikut berubah. Tapi tampaknya perubahan harga itu tak signifikan. 

Nyatanya, pajak yang dibebankan pada mobil listrik bukan hanya PPnBM. Kalau mobil masih didatangkan secara utuh dari luar negeri, tentu akan ada bea impor, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penghasilan (PPh).

Dengan kata lain, kalau hanya insentif PPnBM 0% tak cukup membuat harga mobil listrik turun drastis. Namun lain cerita bila mobil listrik diproduksi dalam negeri kemungkinan besar harganya bakal bisa lebih terjangkau.

Kabarnya sederet produsen yang menjajakan mobil listriknya di Indonesia sudah lebih dulu mendapatkan insentif PPnBM 0%. Di samping itu, saat ini mobil listrik di Jakarta juga sudah mendapatkan keistimewaan berupa bebas BBN-KB (Bea Balik Nama-Kendaraan Bermotor).

Itu artinya dengan harga mobil penumpang bertenaga listrik yang dipasarkan saat ini yakni di kisaran Rp 600 jutaan tak bakal berubah banyak. Sayang, ketika dikonfirmasi sejumlah pabrikan ini enggan tak memberikan jawaban terkait penerapan PPnBM 0% lebih dulu ini. 

Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Riyanto sempat membuat sejumlah skenario penerapan insentif PPnBM dari pemerintah ini. 

Riyanto mengasumsikan jika di tahun 2022 harga sebuah mobil jenis Low MPV berkisar Rp 300 jutaan, maka setelah peraturan kebijakan insentif pajak itu berlaku maka harga mobil hybrid untuk tipe yang sama akan menjadi Rp 316 jutaan.

Kemudian harga mobil plug-in hybrid di kelas yang serupa akan ada di angka Rp 357 jutaan. Sementara untuk harga mobil listrik untuk segmen ini masih di Rp 407 jutaan. 

Perhitungan harga mobil listrik MPV di Indonesia

Skenario harga kendaraan listrik setelah mendapat insentif PPnBM

>>> Mobil Listrik China yang Siap Masuk Indonesia, Begini Wujudnya

Pemainnya Belum Banyak

Perlu diketahui saat ini ada empat produsen yang menjual mobil listriknya di Indonesia yakni Hyundai, Nissan, DFSK, dan juga Lexus. Paling murah ada DFSK Gelora E yang dibanderol mulai Rp 480 juta OTR Jakarta namun mengisi segmen kendaraan komersial. 

Untuk mobil penumpang, termurah ada Hyundai Ioniq Electric yang dijual mulai Rp 637 juta. Sementara model lain seperti Hyundai Kona Electric dan juga Nissan Leaf dibanderol nyaris Rp 700 juta. Di segmen premium, Lexus menghadirkan UX300e yang sekaligus menjadi mobil listrik perdananya di Indonesia dan dijual dengan harga Rp 1,245 miliar OTR Jakarta. 

mobil listrik di Indonesia

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terbilang masih lambat

Bila diperhatikan deretan harga mobil listrik itu masih kurang terjangkau untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Berdasarkan studi yang dilakukan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kemampuan rata-rata masyarakat membeli mobil berada di rentang harga Rp 200-300 jutaan. Tentunya, bila pemerintah ingin mempercepat pengadaan kendaraan listrik di Tanah Air maka harganya harus dibuat lebih murah. 

"Itu adalah tantangan bagi industri kendaraan bermotor untuk memperkenalkan kendaraan listrik adalah bagaiamana mereka bisa menurunkan harga jualnya. Kalau jumlahnya banyak, tentunya harga bisa jadi lebih murah," sebut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara beberapa waktu lalu.

>>> Microlino 2.0, Mobil Listrik 2-Seater Seharga Toyota Avanza 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top