Harga Mobil di RI Belum Naik Meski Dolar Terus Merangkak

27/03/2020

Pasar mobil

2 menit

Harga Mobil di RI Belum Naik Meski Dolar Terus Merangkak
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini tengah melemah di tengah merebaknya virus corona. Meski begitu harga mobil tak serta merta naik karena hal tersebut.

Sejumlah pabrikan otomotif yang menjual mobilnya di Indonesia, tampaknya tengah harap-harap cemas dengan kondisi nilai tukar rupiah yang sedang melemah terhadap dolar AS. Di tengah penyebaran virus Corona yang kian meluas di Indonesia, rupiah menyentuh level Rp 16.105 padahal sebelumnya berada di kisaran Rp 14.000-an. 

Merangkaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa berimbas terhadap harga jual mobil di Tanah Air. Harga mobil yang baru mengalami kenaikan di awal tahun akibat BBN, bisa jadi dijual lebih mahal lagi. 

>>> Mau Servis Mobil di Rumah, Begini Caranya! 

Tak Langsung Berimbas Naik

Meski begitu, kenaikan harga mobil tak serta merta karena merangkaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Buktinya, harga mobil yang dijual di Indonesia saat ini belum terpengaruh rupiah yang melemah itu. 

Gambar sabuah mobil Suzuki Baleno 2020v beerwarna merah

Suzuki Baleno diimpor dari India

"So far klo fluktuasi tukar rupiah blm langsung kena imbasnya, karena skema pembelian kita nggak langsung beli mesti by pesanan beberapa bulan sebelumnya. Jadi masih pakai tukar rupiah yang lama," jelas Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel kepada Cintamobil.com

>>> Samsat Jabar Tutup Sementara, Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Rumah Saja

Tak Menutup Kemungkinan Harga Bakal Naik

Namun dirinya tak menutup kemungkinan harga mobil-mobil Suzuki bakal mengalami kenaikan, apabila kondisi di Indonesia belum pulih dalam waktu dekat.

"Kecuali rupiah melemah konsisten terus sampai berbulan-bulan, baru mungkin kita akan terpengaruh," tegas Harold. 

Nissan Terra berstatus CBU

Nissan juga mendatangkan Terra dari Thailand

>>> Kalau Dolar AS Naik Terus, Harga Mobil Bakal Ikutan Naik!

Senada dengan Suzuki, Nissan pun masih terus memantau kondisi otomotif di Tanah Air yang cukup terganggu akibat penyebaran virus Corona yang belum juga mereda. Seperti diketahui, sebagian besar mobil Nissan diimpor dari luar negeri yang bisa terkena dampak langsung dari nilai tukar rupiah.

"Kita belum tahu, monitor situasi pasar dulu," kata Head of Communication PT Nissan Motor Indonesia, Hana Maharani.

Sebelumnya, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy juga menyampaikan hal serupa. Anton menyebut, tak cuma mobil-mobil berstatus CBU yang harganya bakal naik. Mobil yang diproduksi secara lokal juga mungkin mengalami kenaikan lantaran beberapa komponennya masih didatangkan dari luar negeri. Memang hingga saat ini belum ada mobil di Indonesia yang komponennya 100% dibuat di sini. 

>>> Simaklah berita terbaru di dunia otomotif dengan klik sini

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top