Greysia Polii dan Apriyani Rahayu melanjutkan tradisi medali emas Olimpiade bagi tim bulutangkis Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 ini. Meski banyak diperebutkan, ternyata harga dari medali emas, apalagi perunggu tak begitu tinggi. Namun yang membedakannya tentu saja nilai historis yang dikandung di dalamnya.
Bukan emas murni
Desain dan tampilan medali emas berbeda-beda setiap Olimpiade. Dan medali Olimpiade Tokyo 2020 kali ini merupakan karya dari Junichi Kawanishi. Masing-masing medali emas, perak, dan perunggu memiliki diameter 85 milimeter dan ketebalan berkisar dari 7,7 mm hingga 12,1 mm.

Medali emas tidak terbuat dari emas murni
>>> Bonus Medali Emas Greysia Polii dan Apriyani, Bisa Beli 23 Avanza!
Banyak yang belum tahu jika medali emas Olimpiade sebenarnya tidak terbuat dari emas murni. Selama beberapa Olimpiade terakhir, medali bagi sang pemenang ini terbuat dari perak murni berlapis emas, dengan kandungan emas sekitar 6 gram dari total berat 556 gram.
Medali perak terbuat dari perak murni dan beratnya sekitar 550 gram, sedang medali perunggu memiliki berat 450 gram. Saat ini, medali emas bernilai sekitar $ 800 (Rp 11,5 juta) jika dicairkan, atau setara dengan DP mobil baru Daihatsu Ayla. Sedangkan medali perak bernilai sekitar $450 (Rp 6,5 juta) dan perunggu bernilai sekitar $ 5 (Rp 70 ribu).
>>> Ternyata Balap Mobil Pernah Jadi Cabang Olahraga di Olimpiade!
Hagranya melonjak drastis
Namun medali Olimpiade bukan hanya bernilai materi, tapi memiliki nilai sejarah tersendiri. Bahkan sebagian besar medali sangat jarang ditemukan dijual. Namun ketika dilelang, maka beberapa medali mendapatkan harga yang tergolong fantastis.

Nilai sejarah yang membuat harga medali emas melonjak
Awal bulan ini, medali pemenang dari Olimpiade Athena 1896 terjual di lelang dengan harga $ 180.000 (sekitar Rp 2,4 miliar), atau bisa digunakan untuk membeli Toyota Land Cruiser. Di waktu yang sama, medali emas Olimpiade milik penembak asal Kuba, Leuris Pupo, dari Olimpiade London 2012 terjual $ 73.200 (Rp 1 miliar).
Namun nilai tersebut kalah dari harga $ 1,45 juta (sekitar Rp 21 miliar) yang dibayarkan untuk medali emas Jesse Owens dari Olimpiade Berlin 1936 di lelang tahun 2013. Medali ini dianggap sebagai salah satu medali penting dalam sejarah Olimpiade. Dimana Owens yang merupakan atlet berkulit hitam Amerika ini merusak rencana Adolf Hitler yang menginginkan semua pemenang dari bangsa Arya.