Harga Baterai Diprediksi Naik, Siap-Siap Harga Mobil Listrik Menyusul

01/12/2021

Pasar mobil

2 menit

Share this post:
Harga Baterai Diprediksi Naik, Siap-Siap Harga Mobil Listrik Menyusul
Dengan baterai menjadi komponen yang paling mempengaruhi harga mobil listrik, peningkatan harganya bisa berdampak pada kenaikan harga kendaraan listrik.

Meskipun harga baterai listrik menurun selama lima tahun ke belakang, Bloomberg NEF menyebutkan bahwa arganya berpotensi naik tahun depan. Potensi ini turut berdampak pada harga mobil listrik yang sangat bergantung pada baterai sebagai komponen paling mahal dari produksinya.

Diprediksi meningkat tahun depan

Laporan mengenai harga baterai tahunan yang dirilis oleh Bloomberg NEF menunjukkan bahwa harga baterai mobil listrik berada di kisaran $ 118 (sekitar Rp 1,7 jutaan) per kWh. Pada baterai sel, harganya tercatat $ 97 (sekitar Rp 1,4 jutaan) per kWh. Hal ini patut diperhatikan mengingat sel menyumbang 82% dari harga satu paket baterai.

BNEF menyebutkan penurunan harga ini dapat dikaitkan dalam berbagai faktor. Mulai dari peningkatan produksi menggunakan kimia katoda dengan biaya yang rendah menggantikan kobalt yang menggunakan katoda berbasis nikel. Jika tren ini terus berlanjut, maka harga per kWh bisa turun di bawah $ 100 pada 2024.

pengujian yang dilakukan pada baterai mobil listrik Ford
Harga baterai sangat mempengaruhi biaya produksi mobil listrik

>>> Nissan Siap Luncurkan 23 Mobil Listrik Hingga 2030

Namun dibalik itu, masalah diprediksi terjadi pada harga lithium yang meningkat secara substansial tahun ini. Biaya bahan baku yang lebih tinggi bisa mengakibatkan harga baterai lebih mahal di pasaran tahun depan. Meningkat hingga $ 135 (sekitar Rp 1,9 jutaan) per kWh.

 “Meskipun harga baterai turun secara keseluruhan di tahun 2021, pada paruh kedua tahun ini harga telah meningkat.” Jelas James Frith sebagai penulis utama laporan tersebut.

“Ini menciptakan lingkungan yang sulit bagi pembuat mobil, terutama di Eropa, yang harus meningkatkan penjualan EV untuk memenuhi standar emisi armada rata-rata. Pembuat mobil ini sekarang mungkin harus membuat pilihan antara mengurangi margin mereka atau meneruskan biaya, dengan risiko membuat konsumen tidak membeli EV,” lanjutnya.

>>> Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Mobil Listrik di Indonesia

Mobil listrik jadi mahal?

Sedangkan di Indonesia, pemerintah gencar mensosialisasikan mobil listrik dengan memberikan intensif didukung dengan peraturan pajak berbasis emisi dalam PP 74/Tahun 2021. Hal ini dilakukan guna menurunkan harga mobil listrik yang masih terbilang tinggi dibandingkan mobil konvensional lainnya.

Hyundai Ioniq 2022 berwarna putih di Indonesia
Hyundai Ioniq merupakan mobil listrik termurah di segmen mobil penumpang

Saat ini, Hyundai Ioniq merupakan mobil listrik termurah di Indonesia untuk mobil penumpang dengan banderol mulai dari Rp 637 jutaan. Sedangkan DFSK Gelora E yang merupakan versi tenaga baterai dari DFSK bisa didapatkan dengan harga Rp 480 jutaan saja.

Wuling dipercaya sedang mempersiapkan MINI EV untuk pasar Tanah Air setelah memamerkannya pada ajang GIIAS 2021 lalu. Mobil listrik mungil ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 60 jutaan di pasar China.

>>> Baru Setahun Rilis, Hyundai Ioniq 5 Siapkan Update Fitur dan Baterai

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com. Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencar
 
back to top