Gunung Pangrango Terlihat Jadi Indikasi Kualitas Udara Jakarta Membaik?

19/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Gunung Pangrango Terlihat Jadi Indikasi Kualitas Udara Jakarta Membaik?
Sering terjadinya hujan sepanjang bulan Februari 2021 ini membuat kualitas udara Jakarta kian membaik? Terlihatnya Gunung Pangrango jadi indikasinya?

Beberapa hari lalu timbul perdebatan di media sosial Twitter atas adanya sebuah foto yang menunjukkan Gunung Pangrango terlihat jelas dari Kemayoran, Jakarta Pusat. Tak sedikit yang meragukan foto tersebut hanya sekadar tempelan mengingat udara Jakarta kerap dipenuhi polusi. Tapi sebenarnya seberapa bersih kualitas udara Jakarta saat ini?

>>> Sederet Langkah Mengatasi Polusi Udara di Indonesia

Gambar menunjukan Foto gunung

Screenshot dari akun Twitter Dinas LH DKI yang menunjukan foto karya Ari Wibisono

Menunjukkan Kategori Sedang

Menurut lembaga pemeringkat kualitas udara AirVisual, kualitas udara Jakarta per Jumat (2/19/2020) pukul 14.11 WIB, menunjukkan udara Jakarta masuk kategori indikator sedang dengan himbauan individu yang sensitif harus menghindari aktivitas di luar ruangan karena dapat mengalami gejala kesehatan. Berdasarkan data Air Quality Index (AQI), tingkat polusi udara Jakarta siang ini berada di angka 56, dengan PM 2,5 di angka 14,4 µg/m³.  

Jika dilihat dari data AQI selama 1 Februari sampai saat ini memang rata-rata kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori sedang. Meski belum masuk dalam kategori bagus, kualitas udara Jakarta saat ini bisa dibilang cukup baik tidak berada dalam kategori AQI di angka 101 hingga 150 yang masuk dalam himbauan tidak sehat bagi kelompok sensitif yang terakhir terjadi Akhir Januari lalu.

Untuk diketahui PM2.5 merupakan partikel yang mengambang di udara dengan ukuran diameter 2.5 mikrometer atau kurang. Ukuran PM2.5 sangat kecil hingga dapat diserap ke dalam aliran darah saat bernafas. Karena alasan ini, biasanya polutan ini memberikan ancaman kesehatan terbesar untuk tubuh makhluk hidup.

>>> Apa Untungnya Uji Emisi Kendaraan?

Gambar menunjukan Polusi udara

Polusi udara yang dikelurkan oleh kendaraan

Dampak dari Pencemaran Udara

Menurut Airvisual jika tingkat pencemaran udara tinggi sering kali muncul peningkatan jumlah risiko kesehatan, serta jumlah kasus yang terjadi. Beberapa gejala yang mungkin timbul adalah kejadian infeksi dada, iritasi pada mata, kulit, mulut dan hidung, serta meningkatnya kerentanan terhadap penyakit pernafasan seperti emfisema, bronkitis dan asma yang parah.

Wilayah metropolitan Jakarta yang membentang seluas 6.392 kilometer persegi, adalah rumah bagi lebih dari 30 juta penduduk, dan terus bertambah. Diperkirakan pada tahun 2030, Jakarta akan menjadi megacity terbesar di dunia dengan populasi sebanyak 35,6 juta. Perluasan kota tersebut dikhawatirkan nantinya akan meningkatkan kekhawatiran kualitas udara karena proyek-proyek konstruksi menghasilkan debu, dan pertumbuhan populasi menambah kemacetan lalu lintas dan konsumsi energi.

>>> Pertamina Sosialisasi BBM Ramah Lingkungan untuk Udara Lebih Bersih

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top