Gordon Murray T.50s Niki Lauda: Hypercar Trek Balap Berdaya 725 Tenaga Kuda

28/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Gordon Murray Automotive T.50s Niki Lauda, ​​salah satu hypercar yang berfokus pada trek balap yang paling ditunggu-tunggu akan diproduksi sebanyak 25 di dunia.

Gordon Murray Automotive luncurkan hypercar hadrcore T.50 dalam versi trek balap yang dikenal sebagai T.50s Niki Lauda. Penamaan tersebut terinspirasi dari nama legenda Formula 1 Niki Lauda.

>>> 45 Supercar Ditilang Setelah Diduga Melakukan Balapan Liar

Memiliki Tenaga Hingga 725 Daya Kuda

Seperti T.50, T.50s Niki Lauda telah dirancang dan direkayasa tanpa kompromi tetapi dengan spesifikasi yang lebih ekstrim. Beratnya hanya 852 kg dan didukung oleh versi yang secara substansial didesain ulang dari mesin V12 3,9 liter Cosworth-engineered T.50, menghasilkan tenaga hingga 725 daya kuda.

Selain itu T.50 Niki Lauda juga didukung dengan aerodinamika canggih, dibantu oleh kipas yang dipasang di belakang berukuran 400 mm. Kipas tersebut dikatakan dapat menghasilkan downforce hingga 1500 kg untuk kinerja yang optimal.

Tampilan Murray T.50s Niki Lauda:

Tampilan Gordon Murray T.50s Niki  Lauda

Elemen aerodinamis berlanjut di bagian depan mobil. Barge boards dibuat untuk meningkatkan aliran udara ke saluran samping, yang menampung sistem pendingin oli untuk engine dan transmisi. Sementara itu splitter dan dive planes didesain cukup menonjol mencerminkan desain yang juga mempengaruhi aerodinamis mobil. Pada saat yang sama, kemurnian T.50 tidak hilang, menciptakan tampilan yang memiliki tujuan namun tetap elegan.

“Saat kami membuat McLaren F1 GTR, itu dikembangkan dari mobil jalan raya F1. Sejak awal, T.50s Niki Lauda, ​​dirancang paralel dengan T.50. Untuk T.50, target kami jelas, membuat mobil pengemudi terbaik untuk jalan raya. Dengan T.50s Niki Lauda sama jelasnya, menjadikannya mobil pengemudi terbaik untuk di trek balap. Dengan kata lain, kami bertanya pada diri sendiri apa hal paling keren untuk dikendarai di trek dan menciptakan pengalaman berkendara di trek yang tidak seperti mobil lain dalam sejarah?” kata Profesor Gordon Murray dalam keterangan tertulisnya.

Gordon Murray Automotive hanya akan memproduksi T.50 Niki Lauda sebanyak 25 unit dan menjualnya masing-masing seharga 3,1 juta pounds (Rp 61,4 miliar). Produksinya akan dimulai dua tahun lagi pada Januari 2023, tepat setelah 100 unit T.50 standar selesai dirakit.

>>> Liberty Walk Buat Bodykit Lamborghini Aventador, Harganya Rp 1 Miliar Lebih

Gambar menunjukan Murray T.50s Niki Lauda:

Tampilan Gordon Murray T.50s Niki  Lauda

Sepak Terjang Niki Lauda

Niki Lauda merupakan pebalap yang sangat dikagumi, dihormati, serta disukai penggemar ajang balap Formula Satu. Ia telah berkompetisi sebanyak 171 balapan dan menjadi pemenang sebanyak 25. Dalam karirnya Niki Lauda juga pernah memenangkan balap F1 tahun 1975, 1977, dan 1984. Tak hanya itu saja, Niki Lauda juga dikenal sebagai satu-satunya pembalap yang berhasil juara di dua pabrikan berbeda, yakni Ferrari dan McLaren.

Setelah pensiun jadi pebalap ia sempat berbisnis diperbangan dengan mendirikan maskapai Lauda Air. Pria yang tutup usia di umur 70 tahun tersebut juga pernah mendapat peran senior dalam manajemen Formula Satu di beberapa pabrikan. Berkat tangan dinginnya ia berhasil membawa Mercedes merekrut Lewis Hamilton, pembalap muda berbakat yang kemudian menjadi juara dunia pada 2008, 2014, 2015, 2017, dan 2018 silam.

>>> Review Lamborghini Sian Roadster 2020: Roadster Langka dari Sejarah Lambo

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top