General Motors Menyerah, Ini Data Penjualan Chevrolet di Indonesia

29/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
General Motors Menyerah, Ini Data Penjualan Chevrolet di Indonesia
Tidak mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan, General Motors (GM) akhirnya menyerah dan bakal berhenti berjualan di Indonesia mulai akhir Maret 2020. Berapa sebenarnya penjualan Chevrolet yang merupakan satu-satunya merek GM di Indonesia?

Keputusan bulat diambil merek otomotif asal Amerika, General Motors (GM). Dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang kurang menguntungkan, GM memastikan bakal menghentikan penjualan kendaraan di Indonesia mulai akhir Maret 2020, dalam hal ini penjualan Chevrolet.

Gambar Logo General Motors

General Motors memutuskan berhenti jualan di Indonesia

>>> Breaking News: General Motors Hentikan Penjualan Kendaraan di Pasar Domestik Indonesia

“Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimilikinya. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur yang jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan,” tutur Hector Villarreal, President GM Asia Tenggara dalam keterangan resminya, (28/10/2019).

“Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan. Faktor-faktor ini juga membuat kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.” lanjutnya.

Menarik untuk diketahui, berapa sebenarnya hasil penjualan Chevrolet di Indonesia hingga GM terpaksa mengakhiri?

Buat yang belum tahu, General Motors (GM) merupakan produsen otomotif pertama yang memiliki pabrik perakitan mobil di Indonesia, yaitu tahun 1938 untuk merek Chevrolet. Perjalanannya dari tahun ke tahun mengalami pasang surut hingga tahun 1955 perakitan GM resmi ditutup.

Baru di tahun 1995 General Motors (GM) kembali membuka pabrik di Indonesia di daerah Pondok Ungu, Bekasi Jawa Barat. Selang 20 tahun kemudian di tahun 2015 pabrik kembali tutup. Chevrolet SPIN jadi model terakhir yang diproduksi di pabrik ini. Perakitan kemudian di pindah ke India, sementara General Motors (GM) Indonesia hanya memasarkan dan memberikan layanan perawatan, suku cadang dan garansi.

>>> Dibuat Lebih Murah, Chevrolet Corvette C8 Akhirnya Memiliki Setir Kanan

Foto Chevrolet Trax saat tampil di GIIAS 2016

Berbagai upaya dilakukan Chevrolet untuk bisa bertahan di Indonesia

General Motors (GM) boleh menjadi pionir industri otomotif di tanah air. Namun ekspansi besar-besaran yang dilakukan merek Jepang dengan segala model dan strateginya membuat GM sedikit demi sedikit tersisih. Chevrolet, satu-satunya merek GM di Indonesia yang sangat terkenal kini kalah populer di telinga masyarakat Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, penjualan Chevrolet (wholesales) dari tahun 2011 hingga 2019 mengalami fluktuasi tak menentu dan susah ditebak. Grafiknya naik turun, namun lebih besar turunnya dibanding naiknya.

Tahun 2011 General Motors (GM) sukses menjual Chevrolet sebanyak 4.658 unit, Tahun depannya, penjualan meningkat menjadi 5.643 unit. Peningkatan paling besar terjadi tahun 2013 dimana penjualan Chevrolet mencapai 15.649 unit. Hasil ini tak lepas dari hadirnya model baru SPIN. Model low MPV 7 penumpang yang diluncurkan April 2013 itu berkontribusi hingga 70 persen dari total penjualan GM di tanah air.

>>> Review Chevrolet Spin Activ 2014

Capaian tersebut sekaligus menjadi penjualan paling besar Chevrolet sejak 2011 karena di tahun berikutnya penjualan terus menurun. Tahun 2016 SPIN resmi dihentikan dikarenakan kalah bersaing dengan model Low MPV lain. Imbasnya, penjualan Chevrolet turut mengalami penurunan. Tahun 2017 Chevrolet hanya menjual sebanyak 3.617 unit mobil, tahun 2018 menjual sebanyak 2509 unit, dan tahun 2019 dari Januari hingga September) Chevrolet baru terjual sebanyak 970 unit.

Berikut data penjualan Chevrolet yang tercatat di data GAIKINDO:

TAHUN PENJUALAN
2011 4658 unit
2012 5643 unit
2013 15649 unit
2014 10018 unit
2015 4541 unit
2016 2540 unit
2017 3617 unit
2018 2509 unit
2019 970 unit (Jan-Sep)

>>> Berita otomotif terlengkap ada di Cintamobil.com

Share this post:
Fatchur Sag
Penulis
Fatchur Sag
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Modifikasi Chevrolet Corvette C8, Biayanya Sentuh Rp1,5 Miliar

09/10/2019

Perawatan dan service

5 menit

Modifikasi Chevrolet Corvette C8 ini bisa menjadi Chevy Corvete termahal didunia. Itu karena hampir seluruh bagian mobil sudah tersentuh modifikasi dengan harga per item modifikasi yang tidak murah.

Lihat juga

Corvette C8.R, Babak Baru Chevrolet di Balap Ketahanan

03/10/2019

Pasar mobil

5 menit

Jelang debut musim IMSA 2020, mobil balap Corvette C8.R diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Chevrolet Stingray terbaru.

Lihat juga

Sudah Ada Wuling Almaz, Chevrolet Captiva Tak Akan Hadir di Indonesia

26/09/2019

Pasar mobil

5 menit

Wuling Motors menjadikan Almaz sebagai model pertama yang diekspor ke luar negeri dengan badge Chevrolet Captiva. Meski demikian, mereka memastikan mobil tersebut tak akan hadir di Indonesia, mengapa demikian?

Lihat juga

[Infografik] ‘Konsumen Tak Inginkan Sedan’, 6 Sedan General Motors Ini Jadi Tumbal

03/12/2018

Pasar mobil

Untuk menyesuaikan dengan perubahan pasar dan perencanaan kedepannya, General Motors berencana untuk melakukan pembersihan serta menutup produksi enam mobil mereka sekaligus.

Lihat juga

Breaking News: General Motors Hentikan Penjualan Kendaraan di Pasar Domestik Indonesia

28/10/2019

Pasar mobil

3 menit

General Motors (GM) menghentikan penjualan Chevrolet di pasar Indonesia mulai Maret 2020 mendatang. Namun pemilik mobil Chevrolet lama tetap mendapatkan layanan purna jual.

Lihat juga