Geely dan Renault 'Duet', Fokus Garap Mobil Hybrid

09/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Geely Holding Group dan Renault Group telah sepakat untuk untuk jalin kemitraan untuk memasuki segmen mobil hybrid yang berfokus di China dan Korea Selatan.

Geely Holding Group dan Renault Group telah mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman untuk membuat usaha patungan antara kedua perusahaan. Kerjasama ini berfungsi untuk mempercepat rencana Renaulution di segmen mobil hybrid dan listrik.

>>> Renault Kiger 2021 Sudah Bisa Dipesan, Pesaing Serius Raize di Indonesia

Gambar menunjukan hybrid

Geely perkuat strateginya untuk menggunakan kemitraan dengan pembuat mobil lain

Berbagi Teknologi 

Kedua belah pihak akan berbagi sumber daya dan teknologi untuk mengembangkan mobil hybrid di pasar Asia terutama China dan Korea Selatan. Lebih khusus lagi, di China, Geely akan memberikan keahliannya untuk membantu mengembangkan kendaraan hybrid bermerek Renault. 

Selain itu bagi Geely, produsen mobil lokal terbesar di China berdasarkan penjualan, usaha patungan baru terbaru ini akan memperkuat strateginya untuk menggunakan kemitraan dengan pembuat mobil lain untuk berbagi teknologi, rantai pasokan, dan manufaktur, yang mengurangi biaya pengembangan mobil listrik dan teknologi mobilitas masa depan lainnya.

>>> Adu 'Otot' Toyota Raize vs Renault Kiger, Siapa Unggul?

Gambar menunjukan strategi Renault

Strategi Renaulution

Keuntungan Bagi Renault

Sementara itu langkah ini juga akan membuat Renault untuk mendapatkan kembali pijakan di China setelah menarik diri dari usaha patungan sebelumnya dengan Dongfeng Motor Group tahun lalu. Perusahaan asal Prancis ini juga memiliki kemitraan Cina lainnya, termasuk satu dengan Brilliance Jinbei yang berfokus pada kendaraan komersial yang disebut Renault Brilliance Jinbei.

Selain kemitraan ini Renault juga memiliki kemitraan dengan eGT New Energy Automotive yang melibatkan Renault, Nissan dan Dongfeng, yang bertanggung jawab untuk membangun K-ZE all-electric serta Dacia Spring Electric. Tak hanya itu saja Renault juga usaha patungan dengan Jiangxi Jiangling Group Electric Vehicle yang merupakan kemitraannya dengan Jiangling Motors Corporation Group yang berpusat pada pengembangan mobil listrik.

Sedangkan di Korea Selatan, Renault juga telah bermitra dengan Samsung Motors yang memungkinkan kedua belah pihak untuk mengeksplorasi lokalisasi kendaraan berdasarkan platform kendaraan hemat energi Lynk & Co untuk pasar lokal. 

Renault Grup sendiri awal tahun ini telah meluncurkan rencana strategis baru bertajuk 'Renaulution' yang bertujuan untuk mengubah grup menjadi pemimpin dalam segmen mobil hybrid dan listrik. Garis besar model bisnis baru dibagi menjadi tiga fase; Pemulihan, Renovasi dan Revolusi.

>>> Cara Menghentikan Laju Mobil saat Ban Pecah

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top