Gara-Gara Mobil Listrik, 84.000 Orang terancam Kehilangan Pekerjaan

08/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sebanyak 84.000 orang di Jepang terancam kehilangan pekerjaan akibat masifnya perkembangan mobil listrik. Mereka dari kalangan industri suku cadang mobil BBM.

Meningkatnya tren mobil listrik tidak selalu membawa dampak positif. Ada juga dampak negatif yang ditimbulkan. Seperti industri suku cadang mobil BBM atau mobil mesin bakar yang kini menghadapi masa-masa suram. Dalam beberapa dekade mendatang mungkin tidak dibutuhkan lagi.

Puluhan ribu orang terancam

Imbas dari tidak dibutuhkannya suku cadang mesin bakar, puluhan hingga ratusan ribu orang di seluruh dunia terancam kehilangan pekerjaan. Di Jepang ada sekitar 84.000 orang bakal nganggur atau beralih profesi.

“Di Jepang saja, kebangkitan EV mengancam hilangnya pekerjaan bagi 84.000 orang pada tahun 2050, atau lebih dari 10% dari 686.000 pekerjaan dalam produksi suku cadang mobil,” tulis Nikkei Asia , (7/8/2021) mengutip artikel kelompok konsultan Jepang, Arthur D. Little Japan.

>>> 85% Penjualan Mobil Di Negara Ini Dikuasai Mobil Listrik

Foto Aktivitas di salah satu Pabrik Toyota Jepang

Banyak orang terancam kehilangan pekerjaan atas perkembangan kendaraan listrik

Nikkei Asia mencontohkan, pada 4 Juni 20201 lalu Honda Motor menyatakan bakal menutup pabrik powertrain-nya yang berada di Kota Moka, utara Tokyo pada 2025. Keputusan ini memaksa 900 karyawan untuk mau dimutasi ke lokasi lain.

Pada bulan April 2021 Honda juga mengatakan bakal menghentikan produksi mobil bensinnya pada 2040. Seluruh mobil bakal diganti menjadi mobil ramah lingkungan, baik berupa mobil hidrogen maupun mobil baterai.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Honda menawarkan pensiun dini tahun ini kepada karyawannya yang berusia di atas 55 tahun, dan lebih dari 2.000 karyawan menyatakan menerima.

Tidak hanya Jepang, dampak transisi ke mobil listrik juga bakal dialami negara-negara lain. Menurut lembaga survey Ifo Institute for Economic Research yang berkantor pusat di Munich, sekitar 215.000 pekerjaan akan merasakan pengaruhnya pada 2030.

Penyebab Hilangnya Banyak Pekerjaan

Prediksi hilangnya pekerjaan untuk ratusan ribu orang bukan tanpa alasan. Mobil listrik punya suku cadang yang berbeda dengan mobil BBM, serta jumlahnya jauh lebih sedikit.

Sebagai gambaran, mobil mesin bensin butuh 30.000 komponen. Sedangkan mobil listrik hanya sekitar setengahnya. Gambaran lain, mobil BBM butuh lebih banyak orang untuk memproduksi sebuah komponen.

>>> Hyundai Ioniq 5 Disebut Bakal Diproduksi di Cikarang

Foto VW ID.5 GTX tampak dari samping depan

VW ID.5 GTX all electric yang bakal dijual tahun 2022

“Sementara dibutuhkan 10 orang untuk membuat unit injeksi bahan bakar untuk sebuah mesin, hanya dibutuhkan satu orang untuk memproduksi sebuah motor,” kata Volkmar Denner, CEO Robert Bosch perusahaan pemasok komponen mobil di Jerman.

Secara, penurunan jumlah pekerja dan jumlah komponen bisa menekan biaya operasional produksi kendaraan. Namun di sisi lain, anggaran belanja bahan baku industri seperti tembaga dan neodymium magnet juga tinggi. Karena itulah harganya jadi tidak murah, setidaknya untuk saat ini.

>>> Mengenal Cara Kerja Mobil Listrik serta Kelebihan dan Kekurangannya

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top