Ganjil genap Jakarta Belum Berlaku saat PSBB Transisi Diterapkan Lagi

12/10/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Ganjil genap Jakarta Belum Berlaku saat PSBB Transisi Diterapkan Lagi
Pemerintah provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB Transisi dua pekan ke depan. Meski PSBB mulai diterapkan, namun ganjil genap Jakarta belum berlaku.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama dua pekan ke depan yakni 12 hingga 25 Oktober 2020. 

Keputusan untuk kembali menerapkan PSBB Transisi didasarkan pada pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

PSBB Transisi Jakarta

Ketentuan baru saat PSBB Transisi Jakarta berlaku lagi

>>> Udara Jakarta Masih Tak Sehat Meski Jalan Lengang karena PSBB Ketat

Ganjil Genap Jakarta Belum Berlaku

Pada PSBB Transisi kali ini, ganjil genap belum berlaku di Ibu Kota Jakarta. Ya, sebelum pemerintah provinsi DKI Jakarta menarik rem darurat untuk menetapkan PSBB ketat lantaran kasus positif Covid-19 meningkat ganjil genap memang sempat diberlakukan.  

"Ganjil genap belum berlaku," tulis pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam laman instagramnya, dilihat Cintamobil.com, Minggu (11/10/2020). 

Berlakunya ganjil genap di masa PSBB Transisi Jakarta saat itu justru dituding menjadi salah satu faktor yang membuat angka kasus positif corona di Ibu Kota meningkat tajam. 

Adanya ganjil genap Jakarta selama masa PSBB Transisi kala itu, membuat aktivitas masyarakat kian terbatas termasuk saat harus pergi ke kantor. Walhasil tak sedikit yang kembali menggunakan transportasi umum. Di sinilah tudingan akan peningkatan kasus Covid-19 dari klaster transportasi umum muncul. 

Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Menyoal penerapan PSBB Transisi kembali, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat tetap disiplin menaati aturan yang telah ditetapkan. 

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali," tegas Anies. 

Anies menjelaskan, grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam tujuh hari terakhir.

>>> Tips Merawat Ban dan Menghindari Flat Spot Saat PSBB

Ada Sejumlah Aturan Baru

Pergerakan penduduk semenjak PSBB ketat terlihat menurun signifikan pada tempat rekreasi, taman, dan perumahan. Sedangkan pada pasar, kantor dan pabrik, serta transportasi publik sempat menurun, namun kembali naik pada 1 minggu terakhir.

Selain itu, terjadi penurunan proporsi penemuan kasus pada klaster perkantoran selama 1 minggu terakhir. Akan tetapi, terjadi peningkatan penemuan kasus pada klaster keluarga/pemukiman. Kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan rumah dan penguatan RT/RW/kader diperlukan.

Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memutuskan menerapkan kembali PSBB Masa Transisi, dengan sejumlah ketentuan baru yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Seperti disebutkan di awal bahwa sejumlah sektor telah diizinkan beroperasi kembali (rincian sektor akan diumumkan lebih lanjut). 
Kebijakan baru yang diterapkan dalam PSBB Masa Transisi saat ini adalah pendataan pengunjung dan karyawan dalam sektor yang dibuka, dapat menggunakan buku tamu (manual) ataupun aplikasi teknologi yang telah berkolaborasi dengan pemerintah untuk memudahkan analisis epidemiologi khususnya contact tracing (pelacakan kontak erat) terhadap kasus positif. Adapun informasi yang harus tersedia, yaitu nama, nomor telepon, dan NIK.

>>> Ganjil Genap Jakarta Dihapus Lagi, Kendaraan Pribadi Jangan Keluyuran

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

PSBB Diperpanjang Lagi, Begini Tips Menyimpan Mobil di Rumah

26/09/2020

Perawatan dan service

2 menit

Dengan peraturan PSBB untuk daerah DKI Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober, simak tips menyimpan mobil di rumah yang disampaikan oleh Hyundai Indonesia.

Lihat juga

Volume Kendaraan Turun 20% Selama 3 Hari PSBB Ketat Jakarta

17/09/2020

Pasar mobil

3 menit

Selama tiga hari diberlakukannya PSBB Ketat di Jakarta menurut pihak kepolisian volume kendaraan di DKI Jakarta diklaim mengalami penurunan 20 persen.

Lihat juga

Cara Merawat Bodi Mobil saat PSBB

17/09/2020

Perawatan dan service

3 menit

Momen PSBB yang kembali diperketat oleh Pemerintah DKI Jakarta bisa menjadi momen untuk Anda merawat bodi mobil agar tetap bersih dan terhindar dari karat.

Lihat juga

Aturan Ganjil Genap Diberlakukan untuk Cegah Masyarakat Keluyuran

04/08/2020

Pasar mobil

4 menit

Pemerintah provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan aturan ganjil genap di Ibu Kota. Aturan ini sengaja diberlakukan untuk mencegah masyarakat keluyuran.

Lihat juga

Ganjil Genap Jakarta Berlaku untuk Mobil, Motor Masih Belum

24/08/2020

Pasar mobil

4 menit

Pemerintah provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa aturan ganjil genap masih berlaku untuk kendaraan roda empat. Sementara untuk sepeda motor masih belum berlaku.

Lihat juga